MITRA
Ayo Ke Ternate
sample52

Didampingi Sultan Ternate, Wali Kota Bersama Forkopimda Buka Festival Bahari

Ayo Ke Ternate
sample52

Kemenparekraf RI Siap Bantu Pemkot Ternate Promosikan Tenun Khas Ternate

Ayo Ke Ternate
sample52

Sambut HAJAT dan Dukung Sail Tidore, Pemkot Ternate Gelar Festival Bahari

Bappelitbangda
sample52

Tahun Depan Pemkot Tambah 50 Unit Armada Mini Pengangkut Sampah

BERITA TERKINI

Pelaku Curanmor di Sekadau Berhasil Ditangkap Polisi

KALBAR, OT - Sat Reskrim Polres Sekadau berhasil mengungkap tindak pidana curanmor yang terjadi di dusun Sungai Asam desa Sungai Ayak Satu Kecamatan Belitang Hilir. Pelakunya yakni I (29) dan MG (18) kini diamankan untuk proses hukum selanjutnya.

NASIONAL

Peneliti Asal Inggris Ditemukan Tewas di Jurang Kota Ternate

TERNATE, OT - Seorang Warga Negara Asing (WNA) asal Inggris bernama Andrew Frederick alias Herbert ditemukan tewas di tebingan Kelurahan Foramadiahi Kecamatan Pulau Ternate Kota Ternate. Sabtu (26/11/2022) pagi

Korban Herbert yang diduga sedang melakukan observasi sebelumnya dinyatakan hilang di Kota Ternate dua hari sebelum ditemukan meninggal dunia.

Informasi yang dihimpun indotimur.com menyebutkan, pria paruh baya berusia 77 tahun asal Inggris itu datang ke Kota Ternate dan menginap di salah satu villa Merasai di Kelurahan Gambesi.

Korban kabarnya keluar dari villa sejak dua hari lalu dan tak kembali hingga dicari pengelola villa. Herbert juga disebut tidak menggunakan ponsel. Hingga akhirnya sesosok jenazah yang diduga adalah Herbert ditemukan di kali mati oleh warga setempat.

Kepala Basarnas Ternate, Fathur Rahman saat dikonfirmasi membenarkan, perihal tersebut.

Menurut informasi dari warga setempat, korban adalah Warga Negara Inggris, yang ditemukan oleh warga setempat di sekitar tebing (jurang) kelurahan Jambula.

"Korban tersebut menginap di Villa Marasai, Kejadian pada Tanggal 24 November dan warga telah melakukan pencarian selama 2 hari," ucap Fathur.

Kata dia, setalah melakukan pencarian oleh warga sekitar pukul 08.00 WIT, pagi tadi, warga setempat menemukan korban di sekitar jurang Kelurahan Jambula. 

Fathur menambahkan, setalah adanya informasi Tim Rescue Bergerak menuju LKP dan melaksanakan evakuasi.

"Jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD Chasan Boesorie untuk dilakukan identifikasi oleh Tim DVI Polda Maluku Utara," tandasnya.

 


Wali Kota, Temui Ratusan Karyawan PAM Ake Gaale Ternate

TERNATE, OT - Wali Kota Ternate, M Tauhid Soleman, Senin (14/11/2022) menemui ratusan karyawan Perusahan Air Minum (PAM) Ake Gaale Ternate, di kantor PAM, Kelurahan Sangaji Utara, Kecamatan Ternate Utara, Kota Ternate.

Kedatangan orang nomor satu di jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate ke kantor PAM, menyusul aksi unjuk rasa yang dilakukan ratusan karyawan PAM Ake Gaale ke kantor Wali Kota pada Senin pagi.

Di hadapan ratusan karyawan PAM Ake Gaale Kota Ternate, Wali Kota selaku Kuasa Pemilik Modal (KPM) mengaku telah menerima laporan atas aksi dan tuntutan karyawan atau pegawai PAM Ake Gaale Ternate.

Menurut Wali Kota, kedatangannya ke kantor PAM Ake Gaale untuk mendengar secara langsung tuntutan dari karyawan PAM Ake Gaale.

"Saya menerima tuntutan pada sore hari ini yang disampaikan secara langsung, karena tadi saya sudah dengar, ada demo di kantor," kata Wali Kota.

.

Menurutnya, setelah mendengar tuntutan para karyawan, Pemkot akan menindak lanjuti tuntutan para karyawan dengan membentuk tim yang terdiri dari keterwakilan SPI, dewan pengawas secara keseluruhan ditambah unsur struktural atau direksi.

Dikatakan Wali Kota, dalam penyampaian aspirasi, ada beberapa hal yang keliru atau dianggap terlalu berlebihan, sehingga akan ditindaklanjuti atau dengan kata lain dilakukan pengkajian.

"Karena ada langkah-langkah yang harus dilakukan, tidak boleh langsung seperti ini," tukas Wali Kota.

BACA JUGA : Karyawan PAM Ake Gaale Minta Wali Kota Ternate Evaluasi Direksi

Wali Kota memastikan, akan mengakomodir tuntutan karyawan dalam waktu dekat, "secepatnya, paling lama empat hari. Sebab, hal ini bukan seperti menulis surat yang langsung jadi," tambahnya. 

"Ingat, saudara-saudara ini berada di bawah Pemda. Jadi tolong ikuti apa yang sudah saya sampaikan," ujar Wali Kota memberi warning.

Alumni STPDN angkatan 01 itu mengaku sedikit terganggu atau tidak sependapat dengan pernyataan bahwa direksi adalah titipan Wali Kota. 

Menurutnya, sejak menjabat sebagai Sekda Kota Ternate, dia terus mengikuti dan mengetahui perkembangan Perumda Air Minum Ake Gaale Ternate. "Dan saya selalu dekati secara profesional. Saya tidak pernah intervensi sedikitpun," tukas Wali Kota.

BACA JUGA : Karyawan PAM Ake Gaale Ancam Stop Distribusi Air Untuk Warga Ternate

Sebelumnya, ratusan karyawan PAM Ake Gaale Ternate, menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor PAM dan kantor Wali Kota.

Aksi ini sebagai bentuk protes terhadap sejumlah kebijakan direksi yang dianggap merugikan karyawan bahkan pelanggan PAM di Ternate.

 


NUSANTARA
VIDEO
BISNIS
TERPOPULER
EDUKASI
POLITIK
BOLA
LOKAL
TRAVEL