MITRA
Bappelitbangda
sample52

Pemkot Ternate Matangkan Rencana APBD 2027

Ayo Ke Ternate
sample52

Hampir 1000 Pelari Meriahkan Fort to Fort Fun Run Rakernas JKPI di Ternate

Ayo Ke Ternate
sample52

Rakernas JKPI Hampir Tuntas, UMKM Ternate Panen Cuan

Sekadau
sample52

Menangis Histeris di Lumbung Padi

BERITA TERKINI
NASIONAL

Pasar Dufa-Dufa Ternate Raih Juara I Regional Timur Lomba Pasar Pangan Aman BPOM RI 2026

TERNATE, OT - Komitmen dalam membangun budaya keamanan pangan di pasar tradisional kembali membuahkan hasil manis bagi Provinsi Maluku Utara.

Pasar Dufa-Dufa yang terletak di Kota Ternate sukses menyabet Juara I Regional Timur dalam Lomba Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas (PPABK) Tahun 2026.

Penghargaan bergengsi tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Badan POM RI, Prof. dr. Taruna Ikrar, M.Biomed., kepada perwakilan Balai POM di Sofifi dalam Pertemuan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Sadar Pangan Aman (Germas Sapa) di Jakarta, Selasa (20/10/2026).

Momen ini sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Pangan Sedunia yang diperingati setiap 16 Oktober.

Keberhasilan Pasar Dufa-Dufa—yang diintervensi oleh Balai POM di Sofifi sejak tahun 2025—merupakan buah dari komitmen dan kolaborasi lintas sektor.

Sinergi ini melibatkan Balai POM Maluku Utara di Sofifi, Pemerintah Kota Ternate melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan, pengelola pasar, serta petugas dan fasilitator pasar yang telah dibekali pelatihan keamanan pangan.

Kolaborasi ini menjadi fondasi kuat dalam menjaga keberlanjutan prinsip keamanan pangan, baik bagi para pedagang maupun masyarakat yang beraktivitas dan berbelanja sehari-hari di Pasar Dufa-Dufa.

Dalam arahannya, Kepala Badan POM RI Taruna Ikrar menegaskan, keamanan pangan harus menjadi prioritas utama pada setiap tahapan penyediaan hingga konsumsi pangan.

Mengutip data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), pangan yang tidak aman menyebabkan sekitar 866 juta kasus penyakit dan 1,5 juta kematian setiap tahunnya di seluruh dunia. Anak-anak di bawah usia lima tahun menjadi kelompok yang paling rentan terhadap bahaya ini.

Taruna mengingatkan bahwa dampak pangan tidak aman tak hanya mengancam kesehatan masyarakat, tetapi juga dapat menghambat pembangunan sosial-ekonomi, memperberat beban pelayanan kesehatan, hingga merugikan sektor perdagangan dan pariwisata. 

“Prinsip Food Safety First harus menjadi prioritas. Bukan pangan jika tidak aman. Mari kita jadikan tema Hari Peringatan Pangan Sedunia ini bukan hanya slogan, melainkan sebuah gerakan nyata,” tegas Prof. Taruna Ikrar.

Capaian Pasar Dufa-Dufa kian memperkuat rekam jejak positif Provinsi Maluku Utara dalam pelaksanaan Program Pasar Pangan Aman Berbasis Komunitas.

Sebelumnya, Maluku Utara juga sukses mengantarkan sejumlah pasar tradisional melaju ke tingkat nasional dan meraih prestasi, antara lain, Pasar Gosalaha (Kota Tidore Kepulauan), Pasar Bastiong (Kota Ternate) serta Pasar Barito Bahari Berkesan (Kota Ternate)

Pada tahun 2026, tradisi prestasi tersebut berhasil dipertahankan dan dilanjutkan oleh Pasar Dufa-Dufa.

Selain Lomba Pasar Pangan Aman, Pertemuan Germas Sapa 2026 juga menjadi panggung apresiasi bagi pemerintah daerah, desa, sekolah, kader, hingga Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPOM di seluruh Indonesia.

Penghargaan diberikan atas kontribusi aktif dalam Program Desa Pangan Aman, Pembudayaan Keamanan Pangan di Sekolah, serta pemberdayaan masyarakat dan pembinaan UMKM pangan.

Penghargaan yang diraih Pasar Dufa-Dufa diharapkan dapat menjadi motivasi untuk terus mempertahankan praktik baik keamanan pangan.

Di saat yang sama, capaian ini diharapkan mampu mendorong pasar-pasar tradisional lain di Maluku Utara agar semakin mandiri dalam menerapkan prinsip pangan aman dan bermutu secara konsisten.

 


IWIP Memasuki Babak Baru Hilirisasi Nikel, Presiden RI Luncurkan 11 Proyek dan Lepas Ekspor Perdana Baterai EV

HALTENG,OT- Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) memasuki fase baru pengembangan ekosistem industri setelah Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meluncurkan 11 proyek hilirisasi senilai Rp180 triliun sekaligus melepas ekspor perdana baterai kendaraan listrik dari kawasan industri Weda Bay, Halmahera Tengah, Maluku Utara, pada 8 Oktober 2026.

Momentum tersebut menandai perluasan mata rantai industri di kawasan industri Weda Bay, dari pengolahan dan pemurnian nikel hingga material baterai, baterai kendaraan listrik, aluminium, truk dan alat berat berbasis listrik, serta industri pendukung energi terbarukan.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo Subianto menegaskan pentingnya melanjutkan hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya di Indonesia. Peluncuran 11 proyek hilirisasi dan ekspor perdana baterai kendaraan listrik di kawasan industri Weda Bay menjadi bagian dari perkembangan kapasitas industri Indonesia dalam menghasilkan produk dengan nilai tambah yang lebih tinggi.

“Hari ini kita akan meluncurkan ekspor perdana baterai kendaraan listrik. Kemudian kita juga akan meluncurkan 11 proyek hilirisasi, terdiri dari komersialisasi 4 proyek industri dan dimulai pembangunan 7 proyek industri baru, di kawasan ini, Kawasan Indonesia Weda Bay Industrial Park,”ucap Presiden Prabowo.

Dari 11 proyek tersebut, empat proyek memasuki tahap komersialisasi yang ditandai dengan ekspor perdana, yaitu PT Blue Sparking Energy yang berfokus pada material baterai kendaraan listrik (EV), PT REPT Battero Energy Indonesia yang memproduksi baterai EV, PT Pioneer Aluminium Industries yang produksi aluminium elektrolitik, serta PT XCMG Indonesia Manufacturing yang memproduksi alat berat berbasis listrik.

Sementara itu, tujuh proyek lainnya mulai memasuki tahap pembangunan. Pertama, PT Guang Ching Nickel Cobalt memproduksi material baterai. Kedua, PT Inno Prima Material memproduksi separator baterai. Ketiga, PT Tinci Materials Indonesia yang memproduksi elektrolit baterai. Keempat, PT Weda Bay Aluminium membangun smelter aluminium. Kelima, PT Bintang Karya Aluminium akan mengembangkan fasilitas peleburan aluminium. Keenam, PT Foton Guangqing Motor Indonesia yang berfokus pada produksi truk listrik (electric dump truck). Ketujuh, PT Flatsolar Energy Indonesia yang memproduksi kaca fotovoltaik sebagai komponen utama panel surya untuk mendukung pemanfaatan energi surya.

Presiden Direktur PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Kevin He, mengatakan perkembangan tersebut menunjukkan semakin luasnya keterhubungan mata rantai industri di kawasan Weda Bay, dari pengolahan bahan baku hingga manufaktur produk bernilai tambah.

“IWIP telah memasuki fase baru. Dari pengolahan dan pemurnian nikel, kini semakin banyak mata rantai industri hadir dan terhubung di dalam kawasan, mulai dari bahan baku baterai, aluminum kendaraan listrik, truk dan alat berat listrik. Bagi kami, perkembangan ini menunjukkan bahwa hilirisasi tidak berhenti pada pengolahan bahan baku, tetapi harus berlanjut menjadi industri manufaktur dengan teknologi, investasi, lapangan kerja, dan nilai tambah yang semakin besar di Indonesia,”ucap Kevin dalam keterangannya, Minggu (11/10/2026). 

Perluasan industri tersebut juga membawa dampak ekonomi yang lebih luas melalui penyerapan tenaga kerja, peningkatan kebutuhan barang dan jasa, serta tumbuhnya kesempatan usaha di sekitar kawasan. Saat ini, lebih dari 100.000 karyawan telah menjadi bagian dari ekosistem kawasan industri Weda Bay, sementara 11 proyek yang diluncurkan dalam momentum tersebut diproyeksikan membuka hingga 13.950 lapangan kerja.

“Perkembangan kawasan industri Weda Bay bukan hanya tentang bertambahnya fasilitas industri, tetapi juga tentang semakin banyaknya aktivitas produksi, kesempatan kerja, dan peluang usaha yang dapat tumbuh di Indonesia. Kami ingin keberadaan industri di kawasan ini memberikan manfaat yang semakin luas, termasuk terbukanya ruang bagi peningkatan investasi, produksi, penyerapan tenaga kerja, dan penciptaan nilai tambah,"jelas Kevin.

Kevin mengatakan, keberlanjutan pengembangan industri di kawasan industri Weda Bay membutuhkan dukungan Pemerintah Indonesia serta kolaborasi antara dunia usaha, tenaga kerja, dan berbagai pemangku kepentingan.

“Kami berterima kasih kepada Bapak Presiden Republik Indonesia dan Pemerintah Indonesia atas dukungan terhadap pengembangan hilirisasi di kawasan industri Weda Bay. Bersama seluruh karyawan, mitra industri, dan pemangku kepentingan, kami akan terus melanjutkan pengembangan industri, memperkuat sumber daya manusia, dan memperluas manfaat ekonomi kawasan industri Weda Bay bagi Indonesia,”katanya.

Bagi IWIP, peluncuran 11 proyek hilirisasi dan ekspor perdana baterai kendaraan listrik menjadi tonggak penting dalam perkembangan kawasan industri Weda Bay. Momentum ini mencerminkan berlanjutnya pengembangan ekosistem industri yang menghubungkan proses dari hulu hingga hilir, sekaligus memperluas kapasitas manufaktur dan penciptaan nilai tambah di dalam negeri. Kedepan, IWIP akan terus mendukung pengembangan industri bernilai tambah tinggi serta memperkuat keterhubungan antar sektor sebagai bagian dari perjalanan hilirisasi menuju industrialisasi Indonesia.

 


NUSANTARA
VIDEO
BISNIS
TERPOPULER
EDUKASI
POLITIK
BOLA
LOKAL
TRAVEL