Launching CorpU Sekadau, Wabup Ingatkan,ASN Bisa Mengembangkan Diri Tanpa Harus Lewat Diklat
Gawai Dayak Sekadau Siap Digelar 21 Juli 2026, Persiapannya Capai 90 Persen
Dua Rumah di Sungai Alai Sanggau Ludes Dilalap Si Jago Merah
TERNATE, OT - Gelaran Rapat Kerja Nasional Jaringan Kota Pusaka Indonesia (Rakernas JKPI) XII di Kota Ternate menjadi ajang unjuk gigi bagi pelaku ekonomi kreatif lokal.
TERNATE, OT - Wali Kota Ternate, Dr H M Tauhid Soleman, secara resmi membuka rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) ke-XII di Ternate, Kota Rempah.
Pertemuan tingkat nasional yang berlangsung pada 26–30 Agustus 2026 ini menjadi momentum krusial bagi kota-kota pusaka di Nusantara untuk merefleksikan kejayaan sejarah sekaligus merumuskan arah tata kelola pemerintahan masa depan. Open ceremony Rakernas XII JKPI yang dipusatlan di areal cagar budaya Banteng Oranje Ternate turut dihadiri, Direktur Eksekutif JKPI, Duta Besar Belanda untuk Indonesia, para kepala daerah peserta Rakernas, unsur Forkopimda Kota Ternate, tokoh adat Kesultanan Ternate, para pimpinan OPD serta tamu undangan. Mengawali sambutannya, Wali Kota Ternate Dr H M Tauhid Soleman mengajak seluruh delegasi dan warga Ternate untuk mendoakan masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Kalimantan yang saat ini sedang mengalami musibah gempabumi dan kebakaran hutan. "Saya mengajak seluruh delegasi dan masyarakat untuk bersama-sama mendoakan saudara-saudara kita di NTT dan Kalimantan, semoga lekas pulih," ucap Tauhid mengawali sambutannya. Dia menegaskan pentingnya mentransformasi nilai sejarah geopolitik rempah menjadi kekuatan politik dan ekonomi modern. Wali Kota turut menyerukan agar kota-kota pusaka melahirkan tata kelola pemerintahan yang ekstraktif—dalam arti positif menggali potensi lokal secara bijaksana—serta responsif terhadap kebutuhan publik. Langkah ini dinilai sebagai antitesis nyata terhadap gaya politik kolonial yang opresif dan hierarkis di masa lalu. Sejumlah poin penting turut diutaranan, mulai dari Revitalisasi Identitas Kebudayaan, Penguatan Tata Kelola Publik, Kemitraan Kreatif dan Literasi. Tauhid menekankan agar Rakernas JKPI ke-XII tidak berhenti sebagai agenda seremonial semata, melainkan menjadi lokomotif penggerak pelestarian cagar budaya dan pemajuan kebudayaan di seluruh daerah anggota. Melalui konsolidasi ini, Ternate dan kota-kota pusaka lainnya diharapkan mampu kembali mengukir peran sebagai aktor perubahan peradaban yang berdaulat dan berkeadilan di tingkat dunia.
TERNATE, OT - Pemerintah Kota Ternate menegaskan komitmennya dalam mendukung penguatan ketahanan pangan nasional, khususnya di kawasan kepulauan. Hal ini ditunjukkan lewat kehadiran Wali Kota Ternate, Dr. H. M. Tauhid Soleman, dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Bidang Pangan yang dipimpin langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan RI, Dr. (H.C.) Zulkifli Hasan, di Hotel Bela, Ternate, Rabu (5/8/2026).
Rakor strategis ini turut dihadiri Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos, jajaran menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih, serta para Bupati dan Wali Kota se-Provinsi Maluku Utara. Pertemuan lintas sektor tersebut difokuskan pada penyelarasan program prioritas pemerintah pusat dengan pemerintah daerah untuk mengantisipasi tantangan ekonomi global dan ketersediaan pangan di daerah. Terdapat tiga agenda utama yang menjadi sorotan dalam rakor tersebut, doantaranya, Pembangunan 2.000 Kampung Nelayan. Langkah strategis ini, guna memperkuat sektor kelautan dan perikanan sebagai pilar pangan wilayah pesisir. Selain itu, Rakor juga menyoroti Percepatan Infrastruktur Program Makan Bergizi Gratis (MBG): Penyiapan sarana pendukung MBG yang difokuskan pada kawasan 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar). Serta Pelaksanaan Operasi Pasar sebagai upaya intervensi langsung pemerintah untuk menjaga keterjangkauan dan stabilitas harga bahan pokok di masyarakat. Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan menekankan bahwa keberhasilan program-program nasional ini sangat bergantung pada kolaborasi erat antara pusat dan daerah. "Sinergi lintas sektor adalah kunci utama agar ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilitas harga pangan dapat terwujud secara merata hingga ke daerah," ujar Zulkifli Hasan.
Kehadiran Wali Kota Ternate, Dr H M Tauhid Soleman, menjadi bentuk kesiapan Pemkot Ternate untuk menyelaraskan kebijakan daerah dengan arah pembangunan nasional.
Sebagai wilayah kepulauan, Maluku Utara, termasuk Ternate, memiliki tantangan geografis dan infrastruktur tersendiri dalam distribusi pangan.
Rakor ini menjadi wadah penting bagi para kepala daerah untuk menyampaikan aspirasi dan mengoordinasikan langkah percepatan pembangunan, khususnya terkait penguatan rantai pasok pangan di wilayah 3T.
Rapat koordinasi tingkat regional ini berlangsung komprehensif dengan hadirnya sejumlah pejabat tinggi negara dan pimpinan daerah, antara lain, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi: H. Yandri Susanto, Wakil Menteri Dalam Negeri: Dr. H. Bima Arya Sugiarto, Wakil Ketua Komisi VI DPR RI: Eko Hendro Purnomo, Wakil Gubernur Maluku Utara: Sarbin Sehe, Sekretaris Daerah Prov. Maluku Utara: Drs. H. Samsuddin Abdul Kadir, serta jajaran Forkopimda Maluku Utara.
Melalui rakor ini, diharapkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota se-Maluku Utara dapat terjalin semakin solid demi mewujudkan ketahanan pangan yang berkelanjutan dan merata bagi seluruh masyarakat.
Memilih kamera mirrorless full-frame bisa menjadi tantangan tersendiri, terutama dengan begitu banya ...
ADA yang menarik untuk kita kembali menulis sejarah di Ternate, 26 Agustus 2026. Wali Kota Ternate d ...
TERNATE, OT - Gelaran Rapat Kerja Nasional Jaringan Kota Pusaka Indonesia (Rakernas ...