MITRA
Sekadau
sample52

Menangis Histeris di Lumbung Padi

Sekadau
sample52

Launching CorpU Sekadau, Wabup Ingatkan,ASN Bisa Mengembangkan Diri Tanpa Harus Lewat Diklat

Sekadau
sample52

Gawai Dayak Sekadau Siap Digelar 21 Juli 2026, Persiapannya Capai 90 Persen

Sekadau
sample52

Dua Rumah di Sungai Alai Sanggau Ludes Dilalap Si Jago Merah

BERITA TERKINI

Indonesia - Yaman Teken MoU Penjaminan Produk Halal

JAKARTA, OT - Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Yaman menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) tentang Kerja Sama dalam Penjaminan Produk Halal sebagai langkah strategis memperkuat hubungan ekonomi dan perdagangan kedua negara, khususnya di sektor produk halal.

NASIONAL

Indonesia - Yaman Teken MoU Penjaminan Produk Halal

JAKARTA, OT - Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Republik Yaman menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) tentang Kerja Sama dalam Penjaminan Produk Halal sebagai langkah strategis memperkuat hubungan ekonomi dan perdagangan kedua negara, khususnya di sektor produk halal.

Penandatanganan berlangsung pada Kamis (30/7/2026) di Gedung Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), Jalan Pondok Gede No. 13, Pinang Ranti, Jakarta Timur. 

Pemerintah Indonesia diwakili oleh Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan (Babe Haikal), sedangkan Pemerintah Republik Yaman diwakili oleh Duta Besar Yaman untuk Indonesia Yang Mulia Salem Ahmed Abdulrahman Balfagih.

Kepala BPJPH Ahmad Haikal Hasan mengatakan, kerja sama ini juga menjadi momentum bagi Indonesia untuk meningkatkan daya saing dalam industri halal global.

Menurutnya, perdagangan produk halal dunia saat ini masih didominasi oleh sejumlah negara non-muslim seperti Tiongkok, Korea Selatan, dan Brasil. 

Ironisnya, lanjut Haikap, Indonesia yang merupakan negara dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia justru masih berada di peringkat kedelapan dalam perdagangan produk halal global.

"Nilai perdagangan produk halal dunia saat ini dikuasai oleh Cina, Korea, dan Brasi, Indonesia justru berada di urutan kedelapan, padahal Indonesia adalah negara dengan penduduk muslim terbanyak di dunia, karena itu kita harus mengejar ketertinggalan tersebut," tegas Haikal.

Melalui kerja sama penjaminan produk halal antara Indonesia dan Yaman, pemerintah berharap kepercayaan terhadap produk halal kedua negara semakin meningkat, memperluas akses pasar internasional, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat industri halal dunia.

Sementara itu, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Mohamad Bawazeer menegaskan, penandatanganan kerja sama tersebut bukanlah langkah yang berdiri sendiri, melainkan implementasi dari kesepakatan yang telah dibangun sebelumnya antara Kadin Indonesia dan Kadin Yaman.

"Sekitar setahun lalu Kadin Indonesia dan Kadin Yaman dalam MoU telah menjelaskan upaya peningkatan perdagangan kedua negara, termasuk perdagangan produk-produk halal, jadi sebenarnya hari ini merupakan elaborasi atau implementasi dari kesepakatan yang sudah kita buat dalam MoU sebelumnya," ujar Bawazeer.

Bawazeer menjelaskan, selama ini Indonesia mengekspor berbagai produk ke Yaman, antara lain produk industri makanan, suku cadang dan peralatan kendaraan bermotor, serta produk semikonduktor, sebaliknya, ekspor Yaman ke Indonesia masih sangat terbatas, antara lain berupa kurma, produk herbal, buah-buahan, dan plastik.

Dia berharap, pemerintah kedua negara dapat memberikan dukungan yang lebih besar agar hubungan ekonomi dan perdagangan Indonesia–Yaman terus berkembang.

"Kami meminta adanya intervensi pemerintah untuk mendukung penguatan ekonomi dan perdagangan Indonesia-Yaman sehingga potensi kedua negara dapat dimanfaatkan secara optimal," ujarnya.

 


Pimpin Upacara Hari Bhayangkara Ke-80, Kapolda Maluku Utara Minta Personel Terus Berbenah

‎SOFIFI, OT – Kepala Kepolisian Daerah Maluku Utara Irjen Pol Arif Budiman memimpin upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Lapangan Mapolda Maluku Utara, Sofifi, Rabu, (1/7/2026). 

‎Dalam amanatnya, Arif meminta seluruh personel Polri menjadikan peringatan Hari Bhayangkara sebagai momentum evaluasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

‎‎"Di usia Polri yang telah memasuki 80 tahun ini tentu masih banyak kekurangan. Itu yang harus menjadi koreksi sehingga ke depan menjadi lebih baik," kata Arif usai memimpin upacara.

‎‎Menurutnya, setiap anggota Polri harus menjalankan tugas sesuai nilai-nilai Tri Brata, khususnya pada poin ketiga, yakni melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat. Ia mengingatkan agar seluruh personel tidak cepat berpuas diri atas berbagai apresiasi yang diterima.

‎"Kalaupun ada pujian-pujian, jangan sampai membuat kita lupa diri. Kita harus terus mengintrospeksi diri agar ke depan menjadi lebih baik lagi," ujarnya.

‎Kapolda juga meminta anggotanya menjaga kepercayaan publik melalui profesionalisme dalam menjalankan tugas. Menurut dia, peringatan Hari Bhayangkara tidak boleh dimaknai sebagai ajang euforia, melainkan momentum memperbaiki kinerja institusi.

‎Selain menyampaikan pesan kepada jajaran Polri, Arif mengajak seluruh elemen masyarakat di Maluku Utara untuk menjaga persatuan di tengah keberagaman. Ia menilai semangat Marimoi Ngone Futuru tetap menjadi fondasi penting dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis.

‎‎"Sinergi antara Polri, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen bangsa harus terus diperkuat demi terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di Maluku Utara," katanya.

‎Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Polda Maluku Utara berlangsung khidmat. Upacara tersebut dihadiri Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda Laos, Wakapolda Maluku Utara, Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Utara, serta unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

‎Seusai upacara, peringatan dilanjutkan dengan sejumlah rangkaian kegiatan, termasuk peragaan kemampuan personel Brigade Mobil (Brimob) Polda Maluku Utara. Sementara itu, peringatan Hari Bhayangkara juga digelar secara sederhana di seluruh jajaran Polres di wilayah Maluku Utara.

 


NUSANTARA
VIDEO
BISNIS
TERPOPULER
EDUKASI
POLITIK
BOLA
LOKAL
TRAVEL