Hampir 1000 Pelari Meriahkan Fort to Fort Fun Run Rakernas JKPI di Ternate
HALBAR, OT - Dugaan kasus pemalsuan tanda tangan kembali mencoreng dunia pendidikan di Kabupaten Halmahera Barat (Halbar). Natalia Lusiana Makaluas, yang menjabat sebagai Kepala Sekolah (Kepsek) SD Inpres 4 Halmahera Barat sekaligus istri dari Kepala Dinas Pertanian Halbar, resmi dilaporkan ke pihak kepolisian.
TERNATE, OT - Kombinasi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Maluku Utara serta asap kiriman dari Provinsi Papua mulai melumpuhkan sejumlah aktivitas warga dan mengancam kesehatan masyarakat.
Asap pekat yang menyelimuti Maluku Utara sejak Senin (12/10/2026) ini bahkan dilaporkan telah meluas hingga ke Provinsi Maluku. Koordinator BMKG Provinsi Maluku Utara, Desindra Deddy Kurniawan, menjelaskan, kondisi udara buruk ini dipicu oleh munculnya beberapa titik panas (hotspot) lokal serta asap kiriman dari daerah tetangga. “Di Maluku Utara sendiri kita memiliki beberapa titik hotspot di Halmahera, bahkan di Kota Ternate terjadi dampak dari kebakaran TPA. Hal ini ditambah lagi dengan asap kiriman dari wilayah tetangga,” ujar Desindra saat memberikan keterangan mengenai fenomena cuaca tersebut. Desindra menerangkan bahwa pola pergerakan angin saat ini membawa asap Karhutla dari arah Papua melintasi Maluku Utara hingga menuju wilayah Sulawesi. Fenomena ini menurunkan kualitas udara secara signifikan di berbagai titik. Dampak yang paling dirasakan adalah rendahnya jarak pandang (visibility) hingga berada di bawah 1 kilometer. Kondisi ekstrem ini langsung mengganggu lalu lintas transportasi penerbangan di bandara serta pelayaran penyeberangan antar-pulau. “Yang perlu diwaspadai masyarakat adalah asap dari Karhutla karena berdampak buruk bagi kesehatan. Kami berharap fenomena asap kiriman ini cepat selesai sehingga aktivitas masyarakat bisa kembali normal, terutama untuk aktivitas bandara,” tambahnya. Menanggapi situasi darurat kualitas udara ini, Dinas Kesehatan Kota Ternate bergerak cepat mengimbau warga agar meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman penyakit saluran pernapasan. Kepala Dinas Kesehatan Kota Ternate, dr Fathiyah Suma, menegaskan, paparan asap Karhutla sangat berbahaya bagi organ pernapasan masyarakat, terutama kelompok rentan. “Langkah yang kami lakukan adalah mengedukasi masyarakat agar mengurangi aktivitas di luar ruangan dan wajib menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah,” tegas Fathiyah. Sebagai bentuk tindakan nyata di lapangan, pihak Dinkes Ternate telah melakukan aksi pembagian masker secara gratis kepada warga, dengan fokus utama pada kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia. Selain itu, Dinkes Kota Ternate juga telah membuka posko layanan kesehatan di sekitar lokasi terdampak kebakaran TPA. “Kami juga memantau layanan di sejumlah Puskesmas dan menjamin biaya pengobatan bagi warga yang terdampak serta memerlukan penanganan lanjutan di rumah sakit,” pungkasnya. Aksi serupa juga dilakukan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kota Ternate dengan melakukan sosialisasi dan edukasi bahaya asap bagi warga sekitar TPA. Dengan menghadirkan sejumlah dokter spesialis dan dokter umum, IDI Kota Ternate juga membuka layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga sekitar TPA.
TERNATE, OT - Wali Kota Ternate, Dr H M Tauhid Soleman, resmi menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kota Ternate, Maluku Utara.
Penetapan ini tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Wali Kota Ternate Nomor 149/III.6/KT/2026 yang berlaku selama dua pekan. "Masa penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Karhutla ini berlangsung mulai tanggal 3 hingga 16 Oktober 2026," ungkap Ketua Posko Tanggap Darurat Bencana Karhutla sekaligus Sekda Kota Ternate, Dr Rizal Marsaoly, Selasa (6/10/2026) malam di Ternate. Penetapan status ini merespons eskalasi titik api di sejumlah kawasan. Peristiwa Karhutla pertama kali terdeteksi di area Taman Love, Kelurahan Moya, pada Sabtu (3/10/2026) dini hari. Kebakaran kemudian meluas hingga melanda kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Buku Deru-Deru, Kelurahan Takome, Kecamatan Ternate Barat, pada Minggu (4/10/2026) sore WIT. Untuk mempercepat pemadaman, Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate menambah armada pemadam kebakaran melalui sinergi dengan pihak Kepolisian dan Balai. Tambahan armada seperti unit water cannon dikerahkan untuk mengatasi titik api yang sulit dijangkau. Di TPA Buku Deru-Deru, kondisi kebakaran terbilang kompleks karena api masih membara di bawah tumpukan sampah. "Di permukaan sampah api sudah tidak terlalu nampak, tetapi di kedalaman 5 sampai 10 meter masih terbakar. Hal ini yang membuat asap terus membumbung. Karena itu, penyiraman menggunakan water cannon difokuskan untuk menjangkau titik api di kedalaman tersebut," jelas Rizal. Selain fokus pada pemadaman api, Pemkot Ternate mengantisipasi dampak kesehatan dan ekonomi bagi masyarakat sekitar. Dinas Kesehatan Kota Ternate diterjunkan ke lapangan untuk memantau warga terdampak, terutama kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan balita. Selain itu, Pemerimtah Kota melalui pihak kelurahan dikerahkan untuk mendata tanaman atau lahan pertanian warga yang rusak akibat Karhutla. Skema ganti rugi akan disalurkan sesuai mekanisme aturan yang berlaku. Pemkot Ternate juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap paparan asap dan segera melapor jika menemukan titik api baru di sekitar lingkungan tempat tinggal.
Memilih kamera mirrorless full-frame bisa menjadi tantangan tersendiri, terutama dengan begitu banya ...
Tema Hari Ulang Tahun Provinsi Maluku Utara ke-27, "Tumbuhnya Harus Terasa", merupakan sebuah penega ...
TERNATE, OT - Merespon paparan kabut asap yang menyelimuti wilayah Kota Ternate dal ...