MITRA
Bappelitbangda
sample52

Pemkot Ternate Matangkan Rencana APBD 2027

Ayo Ke Ternate
sample52

Hampir 1000 Pelari Meriahkan Fort to Fort Fun Run Rakernas JKPI di Ternate

Ayo Ke Ternate
sample52

Rakernas JKPI Hampir Tuntas, UMKM Ternate Panen Cuan

Sekadau
sample52

Menangis Histeris di Lumbung Padi

BERITA TERKINI

Kementerian PU Maluku Utara Turun Tangan Bantu Atasi Kebakaran TPA Buku Deru Deru

TERNATE, OT - Upaya penanganan kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Buku Deru Deru di Kelurahan Takome, Kota Ternate, turut mendapat perhatian pemerintah pusat.

NASIONAL

Ternate Tetapkan Tanggap Darurat Karhutla Selama 14 Hari

TERNATE, OT - Wali Kota Ternate, Dr H M Tauhid Soleman, resmi menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kota Ternate, Maluku Utara.

Penetapan ini tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Wali Kota Ternate Nomor 149/III.6/KT/2026 yang berlaku selama dua pekan.

"Masa penetapan Status Tanggap Darurat Bencana Karhutla ini berlangsung mulai tanggal 3 hingga 16 Oktober 2026," ungkap Ketua Posko Tanggap Darurat Bencana Karhutla sekaligus Sekda Kota Ternate, Dr Rizal Marsaoly, Selasa (6/10/2026) malam di Ternate.

Penetapan status ini merespons eskalasi titik api di sejumlah kawasan. Peristiwa Karhutla pertama kali terdeteksi di area Taman Love, Kelurahan Moya, pada Sabtu (3/10/2026) dini hari. Kebakaran kemudian meluas hingga melanda kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Buku Deru-Deru, Kelurahan Takome, Kecamatan Ternate Barat, pada Minggu (4/10/2026) sore WIT.

Untuk mempercepat pemadaman, Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate menambah armada pemadam kebakaran melalui sinergi dengan pihak Kepolisian dan Balai. Tambahan armada seperti unit water cannon dikerahkan untuk mengatasi titik api yang sulit dijangkau.

Di TPA Buku Deru-Deru, kondisi kebakaran terbilang kompleks karena api masih membara di bawah tumpukan sampah.

"Di permukaan sampah api sudah tidak terlalu nampak, tetapi di kedalaman 5 sampai 10 meter masih terbakar. Hal ini yang membuat asap terus membumbung. Karena itu, penyiraman menggunakan water cannon difokuskan untuk menjangkau titik api di kedalaman tersebut," jelas Rizal.

Selain fokus pada pemadaman api, Pemkot Ternate mengantisipasi dampak kesehatan dan ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Dinas Kesehatan Kota Ternate diterjunkan ke lapangan untuk memantau warga terdampak, terutama kelompok rentan seperti lansia, ibu hamil, dan balita.

Selain itu, Pemerimtah Kota melalui pihak kelurahan dikerahkan untuk mendata tanaman atau lahan pertanian warga yang rusak akibat Karhutla. Skema ganti rugi akan disalurkan sesuai mekanisme aturan yang berlaku.

Pemkot Ternate juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap paparan asap dan segera melapor jika menemukan titik api baru di sekitar lingkungan tempat tinggal.

 


Wali Kota Ternate Resmi Buka Rangkaian Agenda Rakernas JKPI XII

TERNATE, OT - Wali Kota Ternate, Dr H M Tauhid Soleman, secara resmi membuka rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) ke-XII di Ternate, Kota Rempah.

Pertemuan tingkat nasional yang berlangsung pada 26–30 Agustus 2026 ini menjadi momentum krusial bagi kota-kota pusaka di Nusantara untuk merefleksikan kejayaan sejarah sekaligus merumuskan arah tata kelola pemerintahan masa depan.

Open ceremony Rakernas XII JKPI yang dipusatlan di areal cagar budaya Banteng Oranje Ternate turut dihadiri, Direktur Eksekutif JKPI, Duta Besar Belanda untuk Indonesia, para kepala daerah peserta Rakernas, unsur Forkopimda Kota Ternate, tokoh adat Kesultanan Ternate, para pimpinan OPD serta tamu undangan.

Mengawali sambutannya, Wali Kota Ternate  Dr H M Tauhid Soleman mengajak seluruh delegasi dan warga Ternate untuk mendoakan masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Kalimantan yang saat ini sedang mengalami musibah gempabumi dan kebakaran hutan.

"Saya mengajak seluruh delegasi dan masyarakat untuk bersama-sama mendoakan saudara-saudara kita di NTT dan Kalimantan, semoga lekas pulih," ucap Tauhid mengawali sambutannya.

Dia menegaskan pentingnya mentransformasi nilai sejarah geopolitik rempah menjadi kekuatan politik dan ekonomi modern.

Wali Kota turut menyerukan agar kota-kota pusaka melahirkan tata kelola pemerintahan yang ekstraktif—dalam arti positif menggali potensi lokal secara bijaksana—serta responsif terhadap kebutuhan publik.

Langkah ini dinilai sebagai antitesis nyata terhadap gaya politik kolonial yang opresif dan hierarkis di masa lalu.  

Sejumlah poin penting turut diutaranan, mulai dari Revitalisasi Identitas Kebudayaan, Penguatan Tata Kelola Publik, Kemitraan Kreatif dan Literasi.

Tauhid menekankan agar Rakernas JKPI ke-XII tidak berhenti sebagai agenda seremonial semata, melainkan menjadi lokomotif penggerak pelestarian cagar budaya dan pemajuan kebudayaan di seluruh daerah anggota. Melalui konsolidasi ini, Ternate dan kota-kota pusaka lainnya diharapkan mampu kembali mengukir peran sebagai aktor perubahan peradaban yang berdaulat dan berkeadilan di tingkat dunia.

 


NUSANTARA
VIDEO
BISNIS
TERPOPULER
EDUKASI
POLITIK
BOLA
LOKAL
TRAVEL