MITRA
Kotaku
sample52

Kewenangan Dua Bidang Disperkim Kota Ternate Dialihkan ke Dishub dan DLH

Sekadau
sample52

Pemkab Sekadau Alokasikan Anggaran Bantuan Tidak Terduga

Kotaku
sample52

Tahap Tiga Penataan Kawasan Makassar Timur Tinggal Negosiasi

Ayo Ke Ternate
sample52

Ini, Fasilitas Yang Disediakan di Pantai Sulamadaha

BERITA TERKINI

Polda Malut Larang Anggota Masuk Tempat Hiburan Malam

TERNATE, OT - Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara mengklaim, telah menerapkan larangan masuk tempat hibuan malam bagi seluruh jajaran korps baju cokelat tersebut.

NASIONAL

Bantuan Gempabumi Bacan Tahap I dari Kemensos Mulai Disalurkan

HALSEL, OT - Kementerian Sosial (Kemensos) Republik Indonesia melalui Direktorat Balai Rehabilitasi Sosial ODHIV-Karya Wasana Bahagia Ternate, menyerahkan bantuan kepada korban terdampak bencana gempabumi, di wilayah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel).

Kepala Balai, RSODHIV-Karya Wasana Bahagia, DR. Udan Suheli, saat menyerahkan bantuan, Senin,(1/3/2021). di posko bantuan, menjelaskan, saat ini pemerintab pusat baru menyerahkan bantuan permulaan atau tahap I untuk warga terdampak bencana gempabumi Bacan.

"Ini bantaun awal, bantuan berupa kebutuhan ini, sebelumnya sudah tersedia di gudang, jadi atas perintah ibu Menteri, kami langsung ke Halsel menyerahkannya," ujar Suheli kepada sejumlah wartawan, Senin (1/3/2021).

BACA JUGA :Update Sementara, 447 Rumah Warga di Enam Kecamatan Rusak Akibat Gempa Bacan 5,2 SR

BACA JUGA : Diguncang Gempa 5.2 Magnitudo, Gedung RSUD Labuha dan Kantor DPRD Halsel Retak

Menurutnya, bantuan awal yang diberikan tersebut berupa, makanan anak (biskuit) 150 pics, makan siap saji 300 pics, tenda besar serba guna 2 unit, matras 25 unit, kasur 50 unit dan genset 2 unit.

"Nah ini kami serahkan lebih dulu sebagai bentuk respon bencana dari kementerian sosial," terangnya.

Dia menambahkan, Kemensos baru akan mengucurkan bantuan tambahan setelah validasi data sudah selesai dan masuk ke balai yang dipimpinnya untuk selanjutnya diserahkan ke Kementerian Sosial sebagai laporan kucuran bantuan.

"Kalau datanya suda valid, kami akan kirim ke kementerian, agar ada tambahan, namun yang utama adalah data," terangnya.

Suheli berharap agar sinergitas instansi terkait ditingkatkan untuk melakukan pendataan, sehingga bisa menjadi acuan sebagai laporan bantuan susulan dari Kemensos.

"Jadi kami harapkan data keseluruhannya sudah siap agar kami bisa melaporkannya," terangnya.

Udan juga, berharap bantuan awal yang disalurkan dapat memulihkan kondisi sosial dan psikologis korban bencana agar mereka dapat beraktivitas seperti sediakala pascabencana 26 Februari 2021. 

Sementara itu, Kadis Sosial  Halsel, Hi Jusmin, yang menerima kunjungan Kemensos RI mengimbau instansi terkait agar segera menyelesaikan pendataan calon penerima bantuan.

Dia mengkalim, data yang dimiliki pemerintab daerah saat ini, masih bersifat sementara, "yang hingga kini sebanyak 447 Kepala Keluarga (KK) calon penerima bantuan tersebut belum valid, itu masih data sementara," kata Kadinsos Halsel.

''Saya meminta semua dinas terkait agar bekerja semaksimal mungkin kalau bisa hari Minggu tetap berkantor. Begitu juga dengan korban bencana saya imbau untuk menyiapkan data-data yang dibutuhkan," imbaunya.

 


Update Sementara, 109 Rumah Warga Rusak Akibat Gempa 5,2 SR

HALSEL, OT - Hingga saat ini, Badan Penanggulang Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) mencatat sediiitnya 109 unit rumah warga pada dua Kecamatan, di Halsel mengalami kerusakan akibat gempa dengan kekuatan 5,2 SR yang mengguncang wilayah Halmahera bagian selatan, pada Jumat, (26/2/2021), pukul 20.02 WIT.

Informasi yang dihimpun indotimur.com, menyebutkan, data kerusakan sementara yang didata BPBD tersebar pada sejumlah Desa di Kecamatan Bacan dan Kecamatan Bacan Selatan.

Di Kecamatan Bacan, terdapat 7 Desa yang mengalami kerusakan akibat gempa, diantaranya Desa Marabose, Desa Labuha, Desa Amasing Kota, Desa Amasing Kota Utara, Desa Amasing Kota Barat, Desa Indomut serta Desa Belang-Belang.

Sementara di Kecamatan Bacan Sekatan, terdapat 4 desa yang terdata mengalami kerusakan yakni, Desa Mandaong, Desa Tembal, Desa Kupal dan Desa Tuokona.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Halsel, Abukarim Latara, saat dikonfirmasi wartawan, mengaku saat ini pihaknya baru mendata kurang lebih 109 unit rumah warga mengalami kerusakan akibat gempabumi tadi malam.

"Yang ada kami baru data rumah rusak 109 unit di dua kecamatan, namun ini belum secara keseluruhan," ujar.Abukarim.

Dia menyetakan, BPBD hingga saat ini, terus melakukan pendataan terhadap dampak gempabumi untuk dijadikan laporan ke BPBD Provinsi Maluku Utara.

"Kemungkinan sore sudah ada semua data, sekarang, petugas masih di lokasi melakukan pendataan," terangnya.

Meski begitu, Abukarim memgaku belum dapat merinci kerusakan per Kecamatan dan per Desa sebab hingga saat ini, personil BPBD masih berada di lapamgan untuk mengidentivikasi kerusakan akibat gempabumi.

"Untuk rinciannya mungkin sore baru bisa terbaca semuanya," tutup Abukarim.

BERITA TERKAIT : Diguncang Gempa 5.2 Magnitudo, Gedung RSUD Labuha dan Kantor DPRD Halsel Retak

Selain BPBD, Dinas Kesehatan Kabupaten Halmahera Selatan juga sedang melakukan pendataan terhadap warga yang menjadi korban dalam bencana alam tersebut.

Salah satu, staf Dinas Kesehatan Halsel, Asdiyana Saib, mengatakan, pihaknya bergerak turun di lapangan pasca gempa, untuk memastikan data dan melakukan pelayan kesehatan terhadap warga terdampak gempa.

Kata dia, tim kesehatan Dinkes Halsel langsung menyambangi kawasan-kawasan terdampak gempa termasuk mendatangi lokasi-lokasi pengungsian dan tenda-tenta darurat.

"Kami langsung di titik-titik pengungsi, seperti di Mesjid Raya, Kantor Polres dan Kejaksaan," kata Asdian seraya menyebut, petugas juga mendatangi rumah-rumah warga yang terdampak gempa untuk melakukan pendataan.

Berdasarkan laporan.yang diterima dari Dinkes Halsel, di lokasi pengungsian Mesjid Raya Desa Hidayat, petugas kesehatan menemukan dua warga Desa Mandaong yakni Adi Sentosa (25) dan Jefri Simanjuntak (26) mengalami luka ringan di bagian kepala dan kaki akibat tertimpa material rumah saat gempa.

Sementara di lokasi pengungsian Mapolres, petugas medis juga menemukan satu warga Labuha atas nama Hatijah Udin (17), mengalami luka ringan di bagian kaki.

BACA JUGA : Gedung Pemerintah dan Ratusan Rumah Warga di Halsel Rusak Akibat Gempa

Di Desa Marabose, juga tercatat dua warga yakni Surianti (50) bersama seorang cucunya berusia 13 tahun mengalami luka ringan di bagian kaki dan tangan. "Di Desa Marabose kami dapat laporan dari teman-teman wartawan bahwa ada korban, sehingga kami langsung jemput mereka di rumah," ujar Asdiyana. 

Seluruh korban luka ringan yang dijumpai di lokasi pengungsian maupun di rumah, langsung dievakuasi ke RSUD Labuha untuk mendapat perawatan lebih instentif. "Tadi kami dapat lima orang korban. Semua luka ringan," pungkas Asdiyana.

Seperti diketahui, akibat gempabumi berkekuatan 5,2 SR yang menguncang wilayah Halsel, mengakibatkan ratusan rumah penduduk, fasilitas umum dan sejumlah fasilitas pemerintah mengalami kerusakan.

Selain kantor DPRD, Rumah Sakit Umum (RSU) Labuha, juga mengalami rusak akibat gempa. Saat ini seluruh pasien dan korban gempabumi dirawat di tenda darurat yang dibangun BPBD di halaman RSUD.

 


NUSANTARA
VIDEO
BISNIS
TERPOPULER
EDUKASI
POLITIK
BOLA
LOKAL
Anggaran Traffic Light Kembali Dihapus
26 Februari 2021
TRAVEL