TERNATE, OT - Untuk memberi rasa aman dan nyaman bagi warga Kota Ternate, Pemerintah melalui Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Perlindungan Masyarakat (Linmas) melakukan patroli wilayah pada Kamis (8/1/2026) pada sejumlah wilayah.
TERNATE, OT - Pemerintah Kota Ternate melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat, tidak kurang dari 17 Kelurahan yang tersebar di 8 Kecamatan terdampak banjir dan longsor, akibat cuaca ekstrem yang melanda wilayah Maluku Utara, sejak tanggal 5 hingga 7 Januari 2026.
Berdasarkan data yang dikantongi indotimur.com dari otoritas kebencanaan menyebutkan wilayah yang terdampak bencana tanah longsor tersebar di Kelurahan Mado, Kelurahan Kalumata, Sangaji Utara, Tafraka, Kelurahan Maliaro, Dorpedu, Afe Taduma, dan Kelurahan Kayu Merah.
Sementara wilayah yang terdampak banjir atau genangan air, tersebar di Salero, Sangaji Utara, Kelurahan Akehuda, dan Kelurahan Tafure. Data ini diperoleh BPBD dari pihak Kelurahan terdampak.
BACA JUGA : Wali Kota Imbau Warga Ternate Waspadai Cuaca Ekstrim
Kepala Pelaksana BPBD Kota Ternate, Ferry Handany, mengatakan kerusakan material akibat longsor belum bisa dihitung secara pasti, karena sebagian besar yang terdampak merupakan talud atau infrastruktur pemerintah.
Meski begitu, terdapat beberapa rumah semi permanen di Kelurahan Maliaro juga mengalami kerusakan akibat longsor.
Sementara dampak banjir lebih didominasi pada rumah-rumah warga dan fasilitas umum. "Kalau yang rumah tergenang itu rata-rata peranot rumah warga terdampak," ungkap Ferry.
Meski kondisi cuaca mulai membaik, BPBD Kota Ternate terus membangun koordinasi serta terus memantau kondisi cuaca dari BMKG. "Kita pantau terus update prakiraan cuaca BMKG hingga tanggal 11 Januari 2026," terangnya.
Ferry juga memastikan seluruh personel telah disiagakan, untuk penanganan darurat dan pemantauan wilayah-wilayah yang berpotensi. “Personil sudah disiapkan, pemantauan saat cuaca ekstrem terus dilakukan,” tutup Ferry.
Sementara itu, Wali Kota Ternate, Dr H M Tauhid Soleman menghimbau warga yang mendiami kawasan-kawasan rawan bencana untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrim.
Orang nomor satu di jajaran Pemerintah Kota Ternate itu meminta Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk pro aktif memantau kondisi di lingkungan tempat tinggal, "saya minta seluruh ASN baik PNS maupun PPPK untuk pro aktif melakukan pengawasan di lingkungan masing-masing, jika terdapat potensi bencana, segera melapor ke aparatur Kelurahan maupun Kecamatan," tukas Wali Kota.
Kepada para Camat dan Lurah, Wali Kota juga menginstruksikan untuk terus memantau perkembangan di wilayah kerja masing-masing terutama di daerah rawan bencana seperti banjir, longsor dan pohon tumbang.
Untuk petugas BPBD, Wali Kota meminta bersiaga menghadapi kondisi cuaca yang kurang baik. "Segera bangun koordinasi dengan aparat keamanan (TNI/Polri) dalam melakukan upaya-upaya mitigasi," perintah Wali Kota.
TERNATE, OT - Puluhan jurnalis yang tergabung dalam Pers Liputan Kota (Pelita) bersama Kepala Bappelitbangda Kota Ternate, Thamrin Marsaoly, melakukan studi komparasi ke Kota Manado, Sulawesi Utara.
Sejumlah lokasi dikunjungi rombongan Pelita termasuk destinasi wisata alam Danau Linow di Kota Tomohon serta kawasan pusat kuliner kawasan Megamas Manado.
Ketua Pelita, Ramlan Harun, mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk sinergi antara Pers Liputan Kota bersama Pemerintah Kota Ternate dalam mendorong pengembangan sektor pariwisata daerah.
Studi komparasi ini, kata Ramlan diisi dengan sejumlah agenda, mulai dari kunjungan ke destinasi wisata hingga kegiatan Bajalan Kaki (Bajaka).
“Ini merupakan wujud sinergitas antara Pelita dan Pemkot Ternate. Ada beberapa agenda yang kita lakukan, seperti kunjungan ke objek wisata, kawasan pusat kuliner dan kegiatan Bajaka,” ujar Ramlan.
Menurutnya, kunjungan ke destinasi wisata di daerah lain bertujuan melihat langsung sistem pengelolaan objek wisata sebagai bahan pembanding. Hal tersebut diharapkan dapat menjadi masukan bagi Pemerintah Kota Ternate, mengingat masih terdapat sejumlah potensi wisata yang belum dikelola secara optimal.
“Dalam agenda ini juga hadir Kepala Bappelitbangda dan Sekda. Apa yang kita lihat di sini bisa menjadi bahan evaluasi sekaligus rekomendasi untuk pemerintah daerah,” katanya.
Selain itu, Ramlan menilai kegiatan Bajaka memiliki nilai strategis sebagai kampanye hidup sehat sekaligus sarana promosi daerah. Melalui penggunaan kaos Bajaka, Pelita turut memperkenalkan branding “Ternate Kota Rempah” kepada masyarakat di luar daerah, khususnya di Manado.
“Untuk pembiayaan, kegiatan ini dilaksanakan secara mandiri dengan tetap bersinergi bersama pemerintah, terutama melalui dukungan langsung dari Kepala Bappelitbangda,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bappelitbangda Kota Ternate, Thamrin Marsaoly, menjelaskan bahwa studi komparasi tersebut bertujuan untuk melihat praktik terbaik (best practice) dalam pengelolaan destinasi wisata dan perencanaan pembangunan yang dapat diadaptasi di Ternate.
“Diharapkan Dinas Pariwisata Kota Ternate dapat menganalisis efisiensi pengelolaan, manajemen, serta pengembangan sumber daya manusia di sektor pariwisata, sehingga ke depan objek wisata di Ternate semakin berkualitas dan mampu menggerakkan kawasan UMKM,” ujar Thamrin.
Thamrin yang juga menjabat sebagai Ketua Bajaka Ternate menambahkan, kegiatan tersebut memiliki dua tujuan utama, yakni memperkuat sinergi pembangunan pariwisata serta menghidupkan kembali budaya olahraga jalan kaki sebagai aktivitas sederhana namun menyehatkan.
“Kita terus mengampanyekan hidup sehat melalui jalan kaki, termasuk saat berada di Manado. Sekaligus kita melihat langsung bagaimana masyarakat di sini menerapkan pola hidup sehat,” pungkasnya.
Memilih kamera mirrorless full-frame bisa menjadi tantangan tersendiri, terutama dengan begitu banya ...
“Sehat adalah awalan penting bagi terwujudnya kesejahteraan dan kejayaan suatu bangsa” ( ...
MAKASSAR, OT - Dalam semangat kepedulian dan solidaritas, Majelis Taklim (MT) Al-Ha ...