Home / Berita / Pendidikan
18 Juli 2019

Mahasiswa Pascasarjana IAIN Ternate Ancam Pidanakan Rektor

Samlan HI. Ahmad

TERNATE, OT- Mahasiswa Pascasarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternete, mngancam rektor. Pasalnya, mereka tak kunjung diwisudakan oleh pihak kampus karena program studi pascasarjana belum terakreditas.

Salah satu mahasiswa Pascasarjana  IAIN Ternate pada indotimur.com mengatakan, sampai sejauh ini Rektor IAIN Ternate tidak bisa menyelesaikan masalah akreditasi dua Program Studi, diantarnya Program Studi Hukum Keluarga Islam (HKI) dan Program Studi Ekonomi Syariah (HES).

"Bahkan bisa dikategori memakan korban mahasiswa angkatan pertama Tahun 2016 dan Tahun 2017, karena tidak wisuda," katanya.

Menurutnya, jika wisuda yang dijadwalkan pada Tangal 15 Agustus 2019 mendatang oleh pihak kampus dan dipending kembali karena masalah akreditasi, maka selaku mahasiswa merasa dirugikan secara materil.

Untuk itu, mahasiswa pascasarjana berkesimpulan Rektor  tidak serius menyelesaikan masalah ini, karena dua Program Studi dibuka sejak tahun 2016 tapi sampai sekarang belum terakreditasi.

“Apabila persoalan tersebut tidak akan diselesaikan oleh pihak Kampus, maka kami  akan proses mereka lewat jalur hokum, baik itu pidana maupun perdata," tegasnya.

Sementara Rektor IAIN Ternnate, Samlan HI. Ahmad ketika dikonfirmasi mengatakan, dirinya akan menyelesaikan masalah dua Program Studi  Pascasarjana di IAIN Ternate, yang belum terakreditasi di BAN-PT.

“Dua Program Studi Pascasarjana di  IAIN Ternate memang betul kategori legal, tapi ini hanya persoalan proses akreditasi dari standar 7 ke 9, karena hanya terjadi keterlambatan dari sisi akreditasi maupun adiministrasi lainya,” kata rektor, kamis (18//2019).

Menurutnya, masalah ini tetap ditindak lanjuti oleh kampus. "Jadi sementara kami kena standar 9, sedangkan dalam aturan standar 9 itu kami harus melakukan proses pengusulan akreditasi dari awal," terangnya.

“Besok saya lakukan rapat dengan semua Warek di IAIN Ternate, untuk menyelesaikan persoalan ini dengan waktu yang singkat,” katanya.(red)


Reporter: Dedi Sero Sero