Home / Indomalut / Ternate

Dua Peristiwa Kebakaran Terjadi di Ternate Hari Ini

20 April 2026
proses pemadaman di Kalumata

TERNATE, OT - Dua peristiwa kebakaran terjadi di dua lokasi berbeda di Kota Ternate, pada Senin (20/4/2026).

Kebakaran pertama terjadi di Kelurahan Akehuda, Kecamatan Ternate Utara. Rumah yang diketahui milik Rosano Sangadji (45) itu hangus terbakar sekitar pukul 07.20 WIT.

Kapolres Ternate, AKBP Anita Ratna Yulianto melalui Kasihumas Polres Ternate, Ipda Sudirjo mengatakan, insiden tersebut pertama kali diketahui oleh Rahmat Galang (27).

Galang yang saat itu hendak berangkat kerja melihat kobaran api dari bagian tengah rumah. Dia kemudian berupaya memadamkan api bersama beberapa warga lainnya.

Karena api semakin membesar dan warga kesulitan memadamkan api dengan peralatan seadannya, warga lainnya kemudian menghubungi petugas pemadam kebakaran.

Mendapat laporan kebakaran, empat unit mobil pemadam kebakaran Kota Ternate bersama personel Satuan Brimob Polda Maluku Utara tiba di lokasi dan langsung melakukan upaya pemadaman.

.

Tiga jam setelah kebakaran di Akehuda, satu unit bangunan rumah milik keluarga Radiatun Drakel (70 tahun) di lingkungan RT 16/RW 06 Kelurahan Kalumata, Kecamatan Ternate Selatan, Kota Ternate, juga dilaporkan terbakar sekira pukul 10:00 WIT.

Informasi yang dihimpun indotimur.com menyebutkan peristiwa itu menyebabkan satu orang meninggal dunia.

Korban meninggal dunia karena terkunci di kamarnya saat kebakaran terjadi. Korban diketahui berinisial AS (15 tahun).

Kapolres Ternate, AKBP Anita Ratna Yulianto, melalui Kasat Reskrim, AKP Bakry Syahruddin, mengatakan, berdasarkan penyelidikan di lokasi, Radiatun rencananya mengatarkan AS ke Sekolah, SMP Negeri 7 Kota Ternate.

"Saat itu Ibu Radiatun rencananya bersiap-siap mengatarkan AS ke Sekolah. Namun, AS masih di kamarnya dan Ibu Radiatun masih di kamar belakang," kata AKP Bakry.

Radiatun kemudian mendengar korban berteriak minta tolong, Radiatun lalu bergegas untuk menolong, tapi pintu kamar AS terkunci dan tidak bisa dibuka.

"Pintu korban terkunci, Ibu Radiatun yang sudah panik karena asap tebal semakin banyak keluar dari kamar, langsung keluar rumah untuk meminta pertolongan kepada warga," tuturnya.

Upaya pertolongan dilakukan bersama warga untuk menyelamatkan korban, tetapi jendela kamarnya yang menggunakan trali besi menyulitkan warga masuk ke dalam.

"Api dan asap tebal, warga kesulitan melakukan pertolongan. Sudah begitu, jendela kamar korban juga menggunakan trail besi sehingga korban terkurung di dalam kamar. Asap semakin tebal sehingga nyawa korban tidak tertolong lagi," tururnya.

"Penyebab kebakarannya diduga api berasal dari kamar korban akibat dari korsleting saat korban cash handphone," sambungnya.

 (fight)


Reporter: Gibran
Editor: Redaksi

BERITA TERKAIT