TERNATE, OT - Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate melalui Tim Tanggap Darurat Gempabumi merilis data sementara bangunan yang rusak akibat gempabumi 7,6 SR yang menguncang wilayah Maluku Utara dan Sulawesi Utara pada Kamis (2/4/2026) pagi.
Berdasarkan data yang diperoleh dari Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) jumlah bangunan yang rusak di Pulau Batang Dua sebanyak 233 bangunan termasuk rumah ibadah.
Kecamatan Pulau Batang Dua menjadi wilayah paling terdampak karena dekat dengan pusat gempa. Kerusakan tersebar di Kelurahan Mayau, Lelewi, Bido, Perum Bersatu, Tifure dan Pante Sagu.
Selain di Pulau Batang Dua, kerusakan infrastrukur juga teridentifikasi di Kecamatan Ternate Selatan, Ternate Tengah, Ternate Utara, Ternate Barat dan Kecamatan Pulau Ternate.
Ketua Tim Tanggap Darurat Kota Ternate, Dr Rizal Marsaoly yang turun langsung ke pulau Batang Dua, menjelaskan, Pemkot Ternate langsung merespon dengan membentuk posko induk penanganan bencana gempabumi Kota Ternate di eks kantor Wali Kota.
Selain membentuk posko, Pemkot Ternate juga telah menetapkan status Tanggap Darurat Gempabumi 7,6 SR Kota Ternate selama 14 hari kedepan.

Selain sebagai pusat informasi dan koordinasi, Posko Penanganan Bencana Gempabumi Kota Ternate juga mengoordinir bantuan untuk warga terdampak bencana, "kita juga membentuk posko penyangga di Kecamatan untuk mempermudah koordinasi dan informasi serta memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran dan merata," ungkap Rizal yang juga menjabat selaku Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate.
Rizal juga telah meminta para Lurah di wilayah terdampak untuk terus memantau perkembangan pengungsi dan memastikan bantuan disalurkan secara merata, "kami juga meminta para Lurah untuk mengajak warga yang masih menempati kamp pengungsian mandiri untuk masuk ke posko yang dibangun pemerintah agar kondisi para pengungsi tercover dan bantuan-bantuan diterima secara merata," ungkapnya.
Pemerintah Kota Ternate pada Minggu (5/4/2026) juga akan mengirimkan bantuan ke pulau Batang Dua dengan menggunakan kapal milik Basarmas Ternate yang dijadwalkan bertolak ke pulau Batang Dua pada pukul 18:00 WIT.
Warga di Pulau Batang Dua juga diimbau tidak panik dan tetap waspada terhadap potensi gempa susulan. Warga juga diminta terus memantau perkembangan melalui posko-posko penyangga yang dibangun pemerintah di Kecamatan.
(fight)


















