Home / Indomalut / Ternate

Tim Tanggap Darurat Lakukan Upaya Maksimal Tangani Pengungsi di Batang Dua

05 April 2026

TERNATE, OT - Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate terus melakukan identifikasi dan pendataan terhadap keruskan akibat gempabumi 7,6 SR yang mengguncang wilayah Maluku Utara dan Sulawesi Utara pada Kamis (2/4/2026).

Berdasarkan hasil verifikasi lapangan, tidak kurang dari 233 bangunan baik rumah tinggal maupun tempat ibadah di Kecamatan Batang Dua mengalami kerusakan dengan tingkat berat hingga ringan.

Setelah menetapkan status tanggap darurat, Pemerontah Kota Ternate juga telah membentuk Posko Penanganan Bencana Gempabumi Kota Ternate yang berlokasi di gedung eks kantor Wali Kota Ternate.

Ketua Posko Penanganan Bencana Gempabumi Kota Ternate, Dr Rizal Marsaoly, mengatakan, pasca bencana gempabumi 7,6 SR, Pemerimtah Kota Ternate melalui tim gabungan langsung bergerak cepat membentuk posko sebagai pusat pengendalian, koordinasi, informasi dan komando operasi penanganan darurat musibah gempabumi 7,6 SR.

Selain itu, Pemerintah Kota Ternate bersama TNI/Polri dan pihak terkait lainnya juga telah melakukan upaya-upaya penanggulangan termasuk mengunjungi Kecamatan Pulau Batang Dua yang paling terdampak gempa 7,6 SR.

Selain untuk memastikan warga Batang Dua, tim yang dipimpin langsung Sekda Kota Ternate itu, juga membawa bantuan baik kebutuhan pokok, obat-obatan maupun lebutuhan lainnya.

Dalam sebuah wawancara bersama para awak media baru-baru ini, orang nomor tiga di jajaran Pemerintah Kota Ternate itu mengatakan, tim gabungan penanganan gempabumi Kota Ternate langsung bergerak ke Batang Dua dengan menggunakan armada Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) dan speedboat Ambulance Laut Andalan.

“Armada KPLP itu bukan hanya mengangkut personil gabungan tetapi juga membawa bantuan logistik dan tenda serta terpal dan bantuan lainnya untuk warga di Batang Dua yang terdampak gempabumi,” ujar Sekda seraya menyebut, Pemkot Ternate melalui Dinas Kesehatan juga mengirimkan tenaga medis dan bantuan obat-obatan.

.

Pemerintah Kota Ternate melalui Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) juga telah melakukan pendataan keruskan infrastruktur di Batang Dua. "Peneataan terus dilakukan secara langsung oleh Disperkim, sebagai dasar dalam mengambil langkah-langlah strategis untuk warga terdampak," ungkap Sekda.

Untuk mempermudah koordinasi dan keakuratan data, Pemerintah Kota Ternate membantuk posko-posko penyangga di setiap Kelurahan dan Kecamatan terdampak. "Untuk mempermudah koordinasi dan informasi di lapangan maka telah dibentuk posko penghubung di Batang Dua," terangnya.

“Kami juga memastikan kondisi para korban bencana tak hanya di pulau Mayau namun sampai pulau Tifure, sekaligus membawa bantuan logistik untuk meringankan warga terdampak,” tambahnya.

Pemerintah Kota Ternate juga telah mengistruksikan para Lurah dan Camat setempat untuk terus memantau perkembangan warga terutama di kamp-kamp pengungsian yang berada di bukit atau ketinggian, "untuk memastikan mereka juga mendapat bantuan logistik," tukas Selda seraya menyebut layanan kesehatan juga dilakukan secara darurat di lokasi pengungsian.

Tim Tanggap Darurat Bencana Gempabumi Kota Ternate secara intens melakukan pemutahiran data agar bantuan dan kondisi warga di lokasi pengungsian terus terupdate.

"Hari ini kami juga akan mendistribusikan bantuan ke Batang Dua dengan menggunakan kapal Pandu Dewanata milik Basarnas Ternate," terang Sekda.

Berdasarkan hasil verifikasi data sementara, rumah tinggal dan tempat ibadah yang mengalami rusak ringan, sedang dan berat di Kecamatan Batang Dua pasca gempabumi tercatat sebanyak 233 bangunan.

 (fight)


Reporter: Gibran
Editor: Redaksi

BERITA TERKAIT