Home / Indomalut / Halut
09 Maret 2020

Alumni Fakultas Kedokteran UGM Penemu Suplemen Anti Virus Corona, HIV/AIDS dan Hepatitis

DR Arend L Mapanawang SP.pd, Finasim

HALUT, OT- Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Gadja Mada (UGM), Dr Arend L Mapanawang berhasil menemukan herbal suplemen kesehatan untuk virus Corona, HIV dan AIDS serta Hepatitis sesuai hasil riset tersebut bermula pada Laboratorium Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Makariwo Halmahera (STIKMAH) Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara (Halut), Provinsi Maluku Utara (Malut).
 
Arend yang merupakan lulusan doktor pada Fakultas Kedokteran UGM ini, mengembangkan riset dan inovasi dibidang kesehatan sejak 2015 lalu.
 
"Kami kembangkan riset dan inovasi dari laboratorium kecil, namun kami juga selalu optimis menghasilkan hasil yang besar, walau masih banyak kekurangan fasilitas penunjang lainnya," jelas Arend yang juga sebagai Ketua STIKMAH Tobelo kepada indotimur.com, Senin (9/3/2020).
 
Menurut Arend, buah golobe (tuis/zingibeecea Halmahera), daun pangi dan laor dapat menghambat virus HIV/AIDS sedangkan bintang laut untuk anti virus Corona.
 
"Saya alumni doktor UGM ke 3.000 pada tahun 2015, untuk semangat riset dari sejak saya di UGM pada tingkat akhir, dimana golobe juga saya riset diawal tahun 2015 dan beberapa bahan lain termasuk daun pangi dan laor sudah masuk di laboratorium farmasi dan laboratorium DKI," tuturArend.
 
Jadi riset STIKMAH, kata Arend, bukan hal instan tetapi sudah berproses sejak lima tahun lalu. "Saya berkeinginan untuk bertemu Presiden RI, Menkes RI, Menristek RI dan Mendikbut RI perihal sejumlah temuan riset yang dimiliki STIKMAH Tobelo," ungkap alumnus UGM ini.
 
Meski begitu, Arend mengungkapkan, bahwa pihaknya selalu menggandeng sejumlah laboratorium dalam maupun luar negeri karena laboratorium yang dimiliki kampus STIKMAH masih kekurangan fasilitas penunjang lainnya.
 
"Saat ini sampel bintang laut sudah masuk di beberapa laboratorium untuk uji virus di lab IPB, uji kemikal bondong di kimia LIPI, asam amino di lab DKI Jakarta, uji toxic LD50 di lab Sucofindo, uji gramisasi di lab PT Saraswati sedangkan untuk persiapan uji Lan invivo tikus dan manusia di Lab Farmakologi UI," tutup Arend. (PN)