TERNATE, OT - Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate berkomitmen melanjutkan penataan kawasan Pasar Higienis dan kawasan Pasar Gamalama. Meski sempat diwarnai aksi blokade jalan oleh pedagang dan mahasiswa pada Jumat (24/04/2026) sore, situasi kini diarahkan pada dialog dan solusi.
Sekretaris Daerah Kota Ternate, Dr Rizal Marsaoly, menjelaskan, langkah ini adalah program prioritas tahun 2026–2027 untuk memperbaiki fungsi pasar.
Pemkot Ternate secara bertahap mulai melakukan penataan kawasan pasar guna mengembalikan fungsi trotoar untuk pejalan kaki, fungsi ruang parkir untuk kendaraan dan fumgsi jalan raya untuk kendaraan.
Hal ini dilakukan guna menciptakan lingkungan pasar yang lebih bersih, tertib dan layak demi kenyamanan warga Ternate baik pedagang maupun pembeli.
Sekda menegaskan, pemerintah tidak sekadar merelokasi atau memindahkan pedagang, tetapi juga telah menyiapkan fasilitas pendukung bagi pedagang yang terdampak.
Para pedagang daun pandan yang sebelumnya melakukan aksi protes direlokasi ke lokasi yang lebih representatif yakni di sisi barat pasar Sabi Sabi jalan Batu Meja (jalur menuju kantor Lurah Makassar Timur).
Penataan pasar tetap jalan demi kenyamanan publik, pedagang difasilitasi ke tempat baru yang lebih baik, dan diberikan keringanan biaya selama masa adaptasi, "dari 41 pedagang, 26 sudah menyetujui," tukas Sekda.
Meski mengedepankan pendekatan humanis dan komunikasi persuasif, orang nomor tiga di jajaran Pemerintah Kota Ternate itu menegaskan satu hal penting, pedagang tidak diperbolehkan kembali ke lokasi lama.
"Kami tetap membuka ruang dialog bagi yang belum setuju, namun area awal harus steril demi ketertiban umum," tegas Sekda mengakhiri.
(fight)












