Home / Berita / Hukrim

Oknum Polisi Di Halsel Aniaya dan Ancam Tembak Warga

14 April 2017
HALSEL OT - lagi lagi, kasus kekerasan terjadi di wilayah Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) Sebelumnya, Kasat Pol PP Halsel bersama anggotanya menganiaya warga, kemudian satu mahasiswa di telanjangi mantan pacarnya, kini kekerasan terjadi lagi dan pelakunya adalah oknum polisi. Oknum polisi yang berinisial RD yang melaksanakan PAM d salah satu perusahaan di Kecamatan Gabe Barat Selatan menganiaya salah satu warga Desa Sekli bernama Jusran Bongso. Insiden yang memalukan korps berbaju coklat ini berawal saat korban dari desa Sekly Selasa (11/4) berangkat menuju desa Yamli hendak meminta upah kerja sebesar Rp.1.200.000 pada Seblum (40) warga Yamli untuk membayar biaya sekolah dan kost anaknya. Sampai di sana, korban tidak menemukan orang yang di cari, hingga malam hari baru bisa ketemu Seblum, namun Seblum beralasan kalau, dia belum ada uang. "Dia bilang tara ada doi, terus saya tawarkan supaya dia meminjam uang dengan jaminan dua buah speaker dan dia bersedia," ujar korban. Saat dirinya keluar dari rumah Seblum, korban ketemu Hasan dan memanggil dirinya ke tempatnya yang ternyata sudah ada oknum polisi. "Dia pangge dan saya ketemu ternyata disana ada oknum polisi dan tawarkan minuman keras (cap tikus), tapi saya menolak dengan alasa kondisi kesehatan, tapi pak polisi paksa saya untuk minum dan akhirnya saya minum," kisahnya. Setelah itu korban pergi tetapi oknum polisi itu panggil dan terus mengejar dan akhirnya pelaku balik lagi ke tempat semula. Saat balik, oknum polisi mengancam korban dan ambil senjata, karena takut, korban sembunyi di kamar milik di rumah Seblum. Meski telah bersembunyi di kamar, oknum polisi terus mengejar dan masuk ke kamar dengan membawa senjata. Di dalam kamar keluarga milik Seblum itu, oknum polisi langsung memukul dan menendang korban dirinya hingga matanya memar. Setelah itu oknum polisi menyeret korban keluar dari kamar hingga ke jalan raya. "Saya diseret dan diancam tembak saya dan dia bilang senjatanya sudah ada isi peluru," kisahnya. Tak sampai disitu, korban mengaku, pelaku juga menodongkan senjata ke korban, hingga warga yang saat itu berkumpul tak berani melerai. Usai menganiaya korban, pelaku langsung melarikan diri ke Saketa, ibukota Kecamatan Gane Barat. "Masyarakat cari pa dia, tapi dia so pigi di Saketa katanya ada karja. Sampe sekarang telpon deng SMS dia so tara aktif, torang so lapor di Polres Halsel," terangnya. Sementara itu, Wakapolres Halsel, Kompol Agus S Hermawan, ketika dikonfirmasi melalui telepon selularnya mengaku, telah menerima laporan masyarakat terkait penganiayaan. �Kami sudah terima laporan, kami akan menindaklanjuti dari sisi kode etik hingga pidananya, jika itu terbuktikan," kata Wakapolres melalui telepon selularnya. (it(red)


Reporter: Redaksi

BERITA TERKAIT