TIDORE, OT- Keluarga korban dugaan pembunuhan terhadap bidan Afivah Arahman, siap membantu aparat Kepolisian Polres Tidore Kepulauan, provinsi Maluku Utara untuk menggungkap pelaku pembunuhan.
Untuk itu, kubur korban akan digali kembali agar jenazah Afivah diotopsi oleh tim ahli Labforn Makassar. Penggalian kubur ini dilakukan karena ada dugaan korban dibunuh, yang diperkuat dengan ditemukannya sejumlah barang bukti dan luka ditubuh korban berupa, bekas tali di leher dan 2 jari tangan kiri putus.
[caption id="attachment_1366" align="alignnone" width="700"] Abdulla Ahmad[/caption]
Salah satu keluarga korban, Abdullah Ahmad kepada OT, Senin (10/4/2017) mengatakan, keluarga telah bersepakat untuk menerima Otopsi setelah mendapat laporan dari Reskrim Polres Tidore.
"Keluarga sudah sepakat, jenazah bidan Afivah diotopsi, guna pengembangan penyelidikan kasus ini," ujarnya.
Lanjut dia, sudah membicarakan semua hal menyangkut otopsi, dan telah dibicarakan dengan badan pengurus masjid Mare Gam, untuk membantu dalam proses penggalian makam serta mengubur kembali jika keperluan otopsi telah selesai.
"Berdasarkan hasil koordinasi kami sebagai Keluarga Korban dan Polres Tidore pada pagi tadi, bahwa otopsi akan dilakukan pada hari Jumat (14/4/2017), namun karena pertimbangan waktu yang terlalu singkat, sehingga keluarga meminta untuk dilakukan pada hari Sabtu (15/4/2017) nanti," terang Abdullah.
Untuk diketahui, Tim Ahli Laboratorium Forensik (Labforn) diantaranya Tim Dokter Ahli dari Kendari, Polda Sulawesi Tengah dan Polda Maluku Utara.
(@(red)