TIDORE,OT- Korban dugaan pembunuhan bidan honorer di Puskesmas Pembantu (Pustu) kelurahan Dowora kecamatan Tidore Timur, Kota Tidore Kepulauan, provinsi Maluku Utara, Jumat (7/4/2017) lalu bernama Afivah Arahman (25), selain meningglakn keluarga, almarhum juga meninggalkan pacar tercinta Zainuddin Edy.
Mereka sudah menjalani hubungan asmara selama 8 tahun, sejak korban masih kelas III Sekolah Menengah Pertama (SMP). "Hubungan kami kurang lebih 8 tahun, semenjak almarhum masih SMP Kelas III, dalam perjalanan hubungan kami selalu putus kemudian sambung lagi, bahkan tahun 2016 kami sempat putus, nanti bulan Januari 2017 kami balikan lagi," tutur Zainuddin.
Dia mengaku, sebelum korban meninggal, diirnya terakhir berkomunikasi dan bertemu pada awal Maret 2017. Saat itu, Afivah pulang ke Pulau Mare sehingga mereka bertemu dan bercerita seputaran hubungan mereka. �Kami jarang ketemu dan komunikasi, karena saya bekerja di Mare, sedangkan Afivah bekerja di Tidore,� ujarnya.
Sosok Bidan Afivah dimata Zainuddin, merupakan wanita yang tertutup, karena sejak pacaran dengan dirinya tidak pernah mengetahui masalah dia (korban red). �Afivah selalu menutup diri atas masalahnya, sampai korban meninggal pun saya mengetahui dari teman orang Mare,� katanya.
�Pada saat korban meninggal, saya di tugaskan Kepala Desa untuk berkonsultasi ke Dinas Inspektorat terkait masalah Desa, saya dari Mare ke Tidore hari Jumat (7/4) pukul 08.00 Wit,� tuturnya.
[caption id="attachment_1321" align="alignnone" width="960"] Korban bersama teman-temanya (Sumber: fecebook korban)[/caption]
Terpisah, teman korban Mentari Juniarti Kalfangare menambahkan, dirinya bersama korban terakhir bertemu pada Kamis (6/4/2017) pukul 17.00 Wit saat menonton pertandingan sepakbola di stadion Merokok.
Lanjut dia, setelah itu dirinya bersama korban dan sepupunya langsung pulang, dan Afivah dijemput saudara sepupunya untuk di antar pulang. �Malamnya sekitar pukul 20.00 Wit, saya dan Korban masih sailing sms, karena korban meminta dikirim foto saat bersama di stadion Marimoi saat nonton bola. Kami saling SMS sampai korban tidak lagi membalas SMS pada pukul 00.00 Wit,� terangnya.
Pagi harinya kata dia, dirinya mendapat kabar bahwa Korban meninggal dunia dengan cara menggenaskan. �Saya dapay informasi pagi, kalau Afivah meninggal karena dibunh,� tutur dia.
(@re(red)