Home / Berita / Hukrim

Begini Kronologis, Bentrokan Warga Di Bacan

28 Juni 2017
LABUHA OT - Suasana Idul Fitri yang harusnya dimanfaatkan untuk saling memaafkan, tidak lagi berlaku bagi sekelompok warga desa Kubung dan desa Sawadai Kecamatan Bacan Selatan Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel). Pasalnya, Rabu (28/6/2017) sore, atau hari keempat Idul Fitri, warga desa Kubung dan desa Sawadai terlibat bentrok di perbatasan kedua desa. Informasi yang dihimpun indotimur.com di lapangan menyebutkan, bentrok warga antar kedua desa bertetangga itu, bermula saat Ani Juma Kibuang (41) dan Ucan Juma (17), bermaksud untuk bersilaturrahmi dengan sanak keluarga di desa Mandaong, menggunakan kendaraan roda dua. Namun saat melintasi desa Sawadai, keduanya, dihadang oleh 30 pemuda Sawadai yang sedang berpesta miras. Tanpa alasan jelas, kedua warga Kubung itu langsung dikeroyok oleh 30 pemuda Sawadai hingga babak belur. Tak lama berselang, Man M Nur (60) warga Desa Kubung yang kebetulan melintasi jalan tersebut melihat Ani Juma dan Ucan Juma sedang dikeroyok oleh warga Sawadai. Man, berusaha untuk melerai, namun naas, Man M Nur juga ikut dikeroyok para pemuda yang telah dipengaruhi miras. Usai melalukan aksi yang tidak terpuji, 30 pemuda itu langsung melarikan diri ke hutan desa Sawadai. Sementara korban Ucan Juma kembali ke Desa Kubung untuk memberitahukan kejadian yang menimpanya, sedangkan Man M Nur menuju Polres Halsel untuk melaporkan kejadian tersebut. Mendengar ada warganya dikeroyok, warga desa Kubung yang emosi langsung melakukan aksi penyerangan ke desa Sawadai. Merasa terancam, warga desa Sawadai melalukan persiapan dengan membawa parang dan bersiap-siap menghadapi serangan desa tetangga. Beruntung, pihak Polres Halsel dan Kodim 1509/Labuha langsung menerjunkan personilnya di perbatasan kedua desa untuk melakukan pengamanan terhadapa warga kedua desa yang sudah tersulut emosi. Wakapolres Halsel, Kompol Agus Setyo Hermawan menjelaskan, saat ini situasi sudah dapat diredam. "Kami sudah amankan tujuh pelaku pengeroyokan, dan kami akan kembangkan lagi," ucap Wakapolres. Untuk mencegah bentrokan, kata Agus, pihak Polres Halsel bersama personil TNI dari Kodim 1509 Labuha telah melakukan pengamanan di perbatasan kedua desa tersebut. Selain itu, sambung dia, Polisi dan TNI juga telah melakukan upaya mediasi antara kedua desa dengan melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda kedua desa. "Sudah dilakukan mediasi dan ada kesepakat bersama kedua desa," tutup Wakapolres. (it@/red)<(red)


Reporter: Redaksi

BERITA TERKAIT