TERNATE, OT - Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate memperkuat sinergi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI dan Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, menggelar pertemuan guna membahas keberpihakan APBD pada sektor kesehatan.
Pertemuan yang dipusatkan di ruang kerja Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate ini, difokuskan pada penguatan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) agar layanan kesehatan tahun 2027 menjadi lebih terukur dan tepat sasaran.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate, Dr Rizal Marsaoly, menjelaskan, kolaborasi ini bertujuan menyelaraskan kebijakan pusat dan daerah, demi meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang kesehatan.
"Pertemuan ini bagian dari upaya menyelaraskan arah kebijakan pusat dan daerah. Pemerintah pusat ingin memperkuat RKP 2027 agar kebijakan pelayanan kesehatan ke depan memiliki indikator yang lebih jelas dan terukur," kata Sekda kepada sejumlah wartawan usai rapat, Selasa, (14/4/2026).
Dalam rapat tersebut, akademisi Universitas Airlangga, Dr. Heriyanti, memaparkan pentingnya evaluasi terhadap porsi APBD. Evaluasi ini bertujuan mengukur sejauh mana komitmen nyata pemerintah daerah dalam mengalokasikan anggaran kesehatan yang berdampak langsung kepada masyarakat.
Menanggapi hal itu, Sekda menegaskan, Pemkot Ternate selama ini sangat konsisten menempatkan sektor kesehatan sebagai prioritas utama. Bahkan, dia mengklaim alokasi anggaran kesehatan di Ternate telah melampaui ketentuan minimal yang ditetapkan.
"Pemerintah Kota tidak pernah mengabaikan soal kesehatan. Alokasi anggaran kami sudah melebihi ketentuan. Evaluasi ini sangat relevan untuk membuktikan konsistensi kami di lapangan," tegasnya.
Melalui sinkronisasi ini, Pemkot Ternate berharap dapat memberikan gambaran utuh mengenai dukungan daerah terhadap program kesehatan nasional.
Hasil pembahasan ini nantinya akan menjadi dasar perumusan kebijakan yang lebih efektif dan efisien bagi warga Kota Ternate di masa mendatang.
(fight)











