TERNATE, OT - Ratusan paket bantuan dari Wakil Presiden (Wapres) RI, untuk warga Kota Ternate yang terdampak gempa bumi 7,6 SR diterima oleh Wali Kota Ternate, Dr H M Tauhid Soleman pada Jumat (10/4/2026) di Posko Penanganan Bencana Gempa Bumi Kota Ternate.
Paket bantuan yang terdiri dari beras 5kg, minyak goreng dan gula pasir, rencananya akan disalurkan pada Jumat (10/4/2026) malam dengan kapal KN SAR Pandudewanata dan diperkirakan tiba di pulau Mayau Batang Dua, pada Sabtu (11/4/2026) pagi.
Wali Kota Ternate, Dr H M Tauhid Soleman usai menerima bantuan Wapres menyampaikan, ada 500 paket bantuan dari Wapres untuk warga terdampak gempa bumi yang akan segera dikirim ke lokasi terdampak.
“Sebanyak 500 paket ya, yang terdiri dari beras 5 kilogram, gula 1 kilogram, dan Minyakita 1 liter,” kata Wali Kota kepada sejumlah wartawan di Posko Penanganan Bencana Gempa Bumi Kota Ternate.
Selain bantuan dari Wapres, Posko Tanggap Darurat hari ini, juga menerima bantuan dari DPRD Kota Ternate, Bank BPRS Bahari Berkesan serta Ikatan Wanita Bank (IWABA) dengan jenis bantuan serupa.
Orang nomor satu di jajaran Pemerintah Kota Ternate itu memastikan, seluruh bantuan tersebut rencananya akan didistribusikan ke Batang Dua melalui jalur laut menggunakan kapal KN SAR Pandudewanata.
“Insyaallah malam ini atau dini hari kita akan bawa ke pelabuhan untuk diberangkatkan bersama kapal SAR ke Batang Dua, dan tiba besok pagi,” katanya.
Wali Kota dua periode itu menambahkan, total warga terdampak gempa di Batang Dua mencapai 668 kepala keluarga (KK). Untuk itu, kekurangan paket bantuan akan dilengkapi dari stok yang tersedia di posko.
“Yang harus dihitung sekitar 600-an KK, jadi kekurangan itu kita tambah dari posko untuk melengkapi semua,” jelasnya.
Wali Kota Ternate, Dr H M Tauhid Soleman atas nama Pemerintah Daerah dan masyarakat Kota Ternate menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Wapres yang ikut membantu warga Kota Ternate yang terdampak bencana gempa bumi, utamanya warga di Kecamatan Batang Dua.
"Memang Batang Dua menjadi wilayah paling terdampak gempa bumi 7,6 SR yang terjadi pekan lalu. Ada ribuan orang mengungsi dan 200-an lebih bangunan yang rusak akibat gempa," tukas kata Wali Kota.
Ditambahkan, hingga saat ini, masih ada ribuan warga di Batang Dua yang menempati kamp-kamp pengungsian sehingga membutuhkan penanganan termasuk memenuhi kebutuhan logistik, kesehatan, air bersih dan lain-lain.

Wali Kota juga menegaskan, fokus utama penyaluran bantuan saat ini diprioritaskan untuk warga terdampak di Batang Dua, mengingat kondisi kerusakan yang lebih parah dibandingkan wilayah lain di Pulau Ternate. “Fokus sekarang seluruh bantuan distribusinya ke Batang Dua,” tegas Tauhid.
Pemerintah Kota Ternate melalui sejumlah instansi teknis terus melakukan upaya-upaya maksimal dalam menangani warga terdampak bencana gempa bumi, "kita berupaya maksimal untuk penanganan dampak gempa bumi, kami terus memantau perkembangan di Batang Dua," ucap Wali Kota.
Berdasarkan data yang diperoleh indotimur.com dari Posko Penanganan Gempa Bumi Kota Ternate, hingga Jumat (10/4-2026), jumlah pengungsi tercatat sebanyak 662 kepala keluarga atau 2.349 jiwa yang saat ini menempati 30 titik pengungsian dan tersebar di lima Kelurahan di Kecamatan Pulau Batang Dua.
Di Kelurahan Lelewi terdapat 2 titik pengungsian dengan jumlah 130 KK atau 456 jiwa. Warga mengungsi di SD 76 Lelewi serta di area depan Gereja Imanuel.
Kelurahan Mayau menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi terbanyak, yakni 24 titik pengungsian dengan 217 KK atau 851 jiwa. Lokasi pengungsian tersebar di SMP Negeri 8 Mayau dan SMA Negeri 11 Mayau.
Kelurahan Perum Berstu memiliki 1 titik pengungsian dengan jumlah 58 KK atau 178 jiwa yang terpusat di SMP Negeri 8 Mayau dan SMA Negeri 11 Mayau.
Kelurahan Bido tercatat memiliki 1 titik pengungsian dengan 129 KK atau 459 jiwa yang berada di area Gereja Filadelfia.
Sementara Kelurahan Tifure memiliki 2 titik pengungsian dengan jumlah 128 KK atau 405 jiwa, yang tersebar di depan Kantor PLN dan wilayah sekitar Kantor Kelurahan.
(fight)











