TERNATE, OT - Distribusi bantuan logistik tahap III untuk korban gempa bumi Batang Dua, Kota Ternate, tiba di Pulau Mayau, Sabtu, (11/4/2026). Bantuan berupa kebutuhan pokok dan jenis bantuan lainnya disalurkan menggunakan KN Pandudewanata, kapal milik Basarnas Ternate.
Logistik Tahap III, didominasi oleh komoditas makanan dan minuman serta makanan ringan untuk anak-anak. Setelah tiba di Mayau, logistik rencananya didistribusikan ke posko pengungsian warga terdampak pada enam kelurahan di Kecamatan Pulau Batang Dua.
Sementara itu, Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, Sabtu (11/4/2026) pagi telah bertolak ke pulau Batang Dua, untuk meninjau langsung kondisi warga terdampak gempa bumi.
Dalam agenda kunjungan kerja ke pulau Batang Dua, orang nomor satu di Pemprov Malut itu, didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate, Dr Rizal Marsaoly, yang mewakili Pemerintah Kota Ternate.
Perjalanan rombongan menuju Pulau Batang Dua, Sabtu pagi, menggunakan kapal cepat Cantika Expres.
Kunjungan perdana Gubernur ke wilayah terdampak difokuskan pada penanganan pasca bencana termasuk memastikan penyaluran bantuan serta langkah tanggap darurat berjalan efektif.
Sebelumnya, Gubernur telah berkoordinasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mempercepat dukungan pemulihan pasca gempa di Maluku Utara.
Sementara itu, berdasarkan data yang diperoleh indotimur.com dari Posko Penanganan Gempa Bumi Kota Ternate, hingga Jumat (10/4-2026) kemarin, jumlah pengungsi tercatat sebanyak 662 kepala keluarga atau 2.349 jiwa yang saat ini masih menempati 30 titik pengungsian dan tersebar pada lima Kelurahan di Kecamatan Pulau Batang Dua.
Di Kelurahan Lelewi terdapat 2 titik pengungsian dengan jumlah 130 KK atau 456 jiwa. Warga mengungsi di SD 76 Lelewi serta di area depan Gereja Imanuel.
Kelurahan Mayau menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi terbanyak, yakni 24 titik pengungsian dengan 217 KK atau 851 jiwa. Lokasi pengungsian tersebar di SMP Negeri 8 Mayau dan SMA Negeri 11 Mayau.
Kelurahan Perum Berstu memiliki 1 titik pengungsian dengan jumlah 58 KK atau 178 jiwa yang terpusat di SMP Negeri 8 Mayau dan SMA Negeri 11 Mayau.
Kelurahan Bido tercatat memiliki 1 titik pengungsian dengan 129 KK atau 459 jiwa yang berada di area Gereja Filadelfia.
Sementara Kelurahan Tifure memiliki 2 titik pengungsian dengan jumlah 128 KK atau 405 jiwa, yang tersebar di depan Kantor PLN dan wilayah sekitar Kantor Kelurahan.
(fight)











