TERNATE, OT - Wali Kota Ternate, Dr H M Tauhid Soleman didampingi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate, Dr Rizal Marsaoly memimpin apel gabungan tim penertiban pasar pada Kamis (29/1/2026) di areal terminal Gamalama.
Apel tim gabungan penertiban pasar, dihadiri pimpinan OPD teknis, para personil dari Dinas Perhubungan, Satpol PP, Dinas Perindag, PUPR dan Dinas Perkimtan Kota Ternate.
Penertiban kawasan pasar dilakukan untuk menata kawasan pasar dan mengembalikan fungsi ruang pasar, jalan raya, terminal dan pedistrian setelah Pemkot Ternate menggelar rapat koordinasi OPD teknis.
Selain itu, penertiban juga dilakukan untuk menjaga estetika kota serta memberi kenyamanan dan keamanan bagi pedagang dan pembeli.
Wali Kota Ternate, Dr H M Tauhid Soleman dalam arahannya menyampaikan, penataan dilakukan untuk mengembalikan fungsi ruang publik yang selama ini belum tertata dengan baik, khususnya di kawasan terminal dan pasar.
Dia turut menegaskan pentingnya komitmen bersama untuk mengembalikan ruang-ruang tersebut sesuai dengan peruntukan.
“Penataan ini penting untuk memberikan kenyamanan bagi pengguna pasar, pemanfaat terminal, serta masyarakat secara umum yang menginginkan kota tertib dan nyaman,” kata Wali Kota.
Wali Kota meminta Satpol PP dan pimpinan OPD teknis untuk memantau langsung kondisi di sejumlah titik di Kota Ternate dan memastikan ruang publik yang tidak sesuai fungsi dapat dikembalikan seperti semula.
Seluruh pimpinan OPD, diarahkan untuk membagi personel secara penuh di setiap lokasi penataan dan mengendalikan kegiatan di lapangan sesuai tugas masing-masing.
Penataan kawasan ekonomi ini, sambung Wali Kota, akan terus dilakukan secara berkelanjutan demi menciptakan Kota Ternate yang tertib dan nyaman.
“Penataan kota akan terus berjalan. Saya berharap komitmen ini dijaga agar Kota Ternate semakin tertib dan memberikan kenyamanan bagi semua,” terang Wali Kota.
BACA JUGA : Begini Skema Penempatan Pedagang Saat Ramadan
Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate, Dr Rizal Marsaoly menyampaikan, penataan dan penertiban kawasan ekonomi utama di Kota Ternate harus dilakukan secara humanis dan persuasif.
Pelaksanaan penataan, lanjut Selda, harus dilakukan dengan pendekatan edukatif dan tidak kontraproduktif.
“Laksanakan dengan cara yang sangat persuasif, humanis, dan edukatif. Ini dilakukan untuk kepentingan bersama, termasuk masyarakat yang terdampak langsung,” ujarnya.

Pantauan indotimur.com di areal pasar Higenis dan sepanjang jalan dari pasar Higenis hingga pasar Barito, petugas melakukan penertiban agar pedagang tidak lagi menempati areal-areal yang dilarang untuk berjualan.
Petugas juga meminta pedagang untuk tidak berjualan di kawasan-kawasan yang dilarang berjualan termasuk di trotoar, kawasan parkir dan tepi jalan raya.
Petugas juga memberi pemahaman kepada pedagang fungsi ruang-ruang publik yang tidak bisa ditempati para pedagang.
(fight)








