Home / Ternate Andalan

Begini Skema Penempatan Pedagang Saat Ramadan

Mulai Besok, Tim Gabungan Lakukan Penertiban
28 Januari 2026
Sekda Kota Ternate, Dr H Rizal Marsaoly, SE MM

TERNATE, OT – Pemerintah Kota Ternate berencana melakukan penertiban lapak-lapak liar yang menggunakan fasilitas umum menjelang bulan suci Ramadan. Rencananya penertiban akan dilakukan pada Kamis (29/1/2026).

Penertiban akan melibatkan instansi teknis seperti Satpol PP, Dinas Perhubungan, Dinas Perindag, PUPR dan Dinas Perkimtan.

Penertiban juga disertai oenyediaan lokasi alternatif bagi pedagang, khususnya pedagang pakaian dan busana muslim yang biasanya menjamur jelang bulan puasa.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate, Dr Rizal Marsaoly, mengatakan penataan ini merupakan komitmen pemerintah daerah untuk menjaga estetika kota serta pemanfaatan ruang publik sesuai peruntukan.

Meski demikian, kata Sekda, Pemkot Ternate tetap memperhatikan para pedagang sebagai upaya untuk memastikan aktivitas ekonomi masyarakat tetap berjalan tanpa menggnggu estetika kota.

“Beberapa ruang publik memang tidak diperuntukkan untuk aktivitas perdagangan. Namun ketika ada larangan, pemerintah wajib menyiapkan solusi,” kata Sekda kepada sejumlah wartawan di kantor Wali Kota, baru-baru ini.

Salah satu area yang akan ditertibkan adalah terminal dan sejumlah titik parkir yang selama ini digunakan pedagang, terutama menjelang Idul Fitri.

Penertiban akan dilakukan pada Kamis besok melalui koordinasi terpadu Satpol PP, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Perindag), Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), Dinas Perhubungan serta Dinas PUPR.

Untuk mengakomodir para pedagang khususnya pedagang pakaian, Pemkot Ternate menyiapkan kawasan Benteng Oranje, di area Taman Film, sebagai lokasi resmi bagi pedagang pakaian dan perlengkapan Ramadan.

Area tersebut akan ditata berhadapan dari pintu masuk dari arah utara hingga pintu keluar menuju Masjid Raya Al-Muttaqin dengan mempertimbangkan akses parkir dan kelancaran lalu lintas.

Pengelolaan pedagang di kawasan tersebut akan dikoordinir langsung Dinas Perindag agar penataan lebih tertib dan berkontribusi jelas terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kalau kita melarang di satu tempat, maka harus ada ruang yang tepat kita siapkan. Dengan penataan terpadu ini, aktivitas ekonomi tetap berjalan dan fasilitas umum tidak terganggu,” ujarnya.

Bagi pedagang yang akan membuka lapak di kawasan Benteng Oranje, Pemkot Ternate melalui Dinas Perindag membuka pendaftaran bagi pedagang yang berminat agar pengaturan penempatan lapak pedagang lebih tertib dan rapi.

Selain aktivitas jual beli, kawasan Benteng Oranje juga direncanakan menjadi pusat kegiatan Ramadan, termasuk buka puasa bersama dan kegiatan sosial komunitas lainnya.

 (fight)


Reporter: Gibran

BERITA TERKAIT