14 April 2019

Pentingnya Kesetaraan Gender di Indonesia

Oleh : Andil Asis Mahasiswa Fakultas Pertanian Program Studi Kehutanan Unkhair Ternate

Andil Asis Mahasiswa Fakultas Pertanian Program Studi Kehutanan Unkhair Ternate

Dalam pembangunan berbangsa, gender merupakan suatu strategi yang berupaya untuk meningkatkan kepeduliaan akan aspirasi kepentingan dan peranan perempuan dan laki-laki tampa mengesampingkan harkat, kodrat, dan martabat perempuan dan laki-laki dalam segala hal. Hakikat dari pentignya kesetaraan gender adalah peningkatan peranan kaum perempuan khsusnya di indonesia demi meningkatkan kedudukan, peranan, kemampuan, kemandirian, dan ketahanan mental spiritual perempuan.

Di era modernisasi  perempuan selalu menjadi yang kedua setelah laki-laki dimana laki-laki lebih dominan dalam segala aspek dibanding perempuan, "Indonesia merupakan salah satu negara yang diketagorikan sebagai negara berkembang, namun masalah yang kerap kali dihadapi oleh negara tersebut adalah ketidakadilan gender yang mengasingkan dan bahkan melupakan perempuan sebagai menusia yang paling berperan penting dalam kemajuan suatu negara. 

Mungkin negara melupakan bahwa salah satu proklamator pertama memimpin negara Republik Indonesia yakni  Ir.Soekarno pernah berujar.  “ Diantara soal-soal perjuangan yang harus diperhatikan soal perempuan hampir dilupakan” brangkat dari pernyataan diatas maka sudah barang tentu kita  memaknai bahwa berjalanya kemerdekaan banggsa ini bagian dari kontribusi perempuan dari aspek gagasan, konsep, spirit, bahkan fisik. 

Namun fakta tentang ketidakadilan gender menjadi suatu masalah yang telah mengakar dalam perjalanan umat manusia dari zaman ke zaman termasuk di indonesia, dimana posisi laki-laki lebih penting dibanding perempuan, "dalam bukunya Rachmad K Dewi Sosiologi Lingkungan (2012: 119), mengatakan bahwa perempuan selalu dinaturalisasi ketika ia dipersonifikasikan melalui acuan-acuan yang terdapat dalam dunia binatang. Perempuan disamakan dengan spesies anggota lingkungan biologis seperti sapi, serigala, ayam, ular, anjing betina, berang-berang, kelelawar, kucing, otak berang dan otak kuda. Sementara itu, di alam defeminisasI ketika ia diperkosa, dikuasai, ditaklukan, dikendalikan, dipenetrasi, dikalahkan dan ditumbangkan oleh laki-laki. 

"Berangkat dari pernyataan tersebut dapat diambil sebuah konklusi bahwa perempuan selalu dianggap rendah dan menjadi manusia yang teralienasi dan tersubordinasi oleh laki-laki,  di indonesia perempuan yang jumlahnya mencapai setengah total dari semua penduduk merupakan sebuah sumberdaya pembangunan yang cukup besar. " Maka partisipasi aktif dari laki-laki dan perempuan (kesetaraan gender),  dalam proses pembangunan akan mempercepat tercapainya tujuan pembangunan.Kurang berperannya salah satu pihak dari laki-laki atau perempuan, maka akan memperhambat proses pembangunan atau bahkan menjadi beban dari pembangunan itu sendiri. 

Dr Riant Nugroho dalam bukunya “Gender dan Strategi (2018: 19 ) salah satu pengurus utama di Indonesia,  berpendapat bahwa di dalam pembangunan indonesia terdapat demikian Pembangunan sebagai contoh, telah menjadikan perempuan sebagai  kelompok yang dipasung salah satunya adalah program keluarga berencana, "Kalau indonesia akan semalang india dengan populasi teramat besar dan kesejateraaan yang minimum. Keluarga Bencana (KB) membuat setiap warga indonesia mempunyai kesadaran untuk membatasi angka kelahiran. 

Tentunya hal ini menjadi satu kedewasaan bagi kelompok masyarakat namun pada awalnya yang menjadi target dari (KB)  adalah.Kaum perempuan khususnya di kawasan pedesaan  dengan kehadiran (KB) seola-olah mereka tidak mempunyai hak untuk mengontrol tubuh dan alat reproduksinya." Pil (KB)  suntik, spiral (IUD), susuk hingga sterilisasi mengarah kepada kaum perempuan mengapa demikian? Karena perempuan lebih mudah terintimidasi  ketimbang laki-laki.

Hal senada juga di sampaikan oleh Maria Mies dan kawan-kawan  dalam bukunya Gender dan Strategi (2018: 20)  sanggat memiliki arti bahwa perempuan adalah koloni paling terakhir yang dikolonialisasi setelah kawasan-kawasan jajahan merdeka usai perang dunia II, ketidakadilan gender yang sering kali dialami oleh perempuan khusunya di indonesia seperti marjinalisasi, diskriminasi, pelanggaran hak-hak reproduksi penganiyayaan pemberkosan serta berbagai bentuk kekerasan minimal dihilangkan oleh negara demi mencapai kesetaraan gender yang berkualitas."Karena pemberdayaan  perempuan seharusnya menjadi agenda penting bagi negara, sebab ini merupakan sebuah tuntutan bagi hak asasi setiap manusia termasuk perwujudan program perempuan dalam pembangunan (WID) dan gender dalam pembangunan (GAD). 

Kemudian di erah kontemporer  upaya dalam mewujudkan kesetaraan gender mengandung konsekuensi perlunya keselarasan pola pikir bagi setiap individu baik itu perempuan maupun laki-laki tujuanya mewujudkan perilaku sifatnya saling memahami, saling mengahrgai, saling membantu, saling mengisi, dan saling menjiwai dari segala aspek kegiatan yang dilakukan, dengan melakukan penyesuaian-penyesuaian seiring dengan kodratnya masing-masing.

"Oleh karena itu, kesetaraan gender sangat penting di orientasikan demi upaya menciptakan masyarakat yang harmonis tanpa diskriminasi, subordinasi, dan alienasi, serta mencapai komunikasi dan interaksi yang lebih baik dengan memprioritaskan peranan perempuan dan laki-laki tanpa memandang perbedaan SARA demi kemajuan negara  Itulah pentingnya kesetaraan Gender di indonesia. (red)