TERNATE, OT – Duel Malut United vs Bhayangkara Presisi Lampung FC pada pekan ke-19 BRI Super Leagua 2025-2026 akan dilangsungkan di stadion Gelora Kie Raha Ternate, Sabtu (31/1/2026) akhir pekan ini.
Kick off laga ini dijadwalkan pada pukul 13:30 WIB atau jam setengah empat sore waktu di Ternate.
Kedua tim baru sekali bertemu di BRI Super League, pada 25 September 2025 di Lampung dengan hasil Malut menang tipis 0-1. Yakob Sayuri menjadi pembeda dalam laga tersebut melalui gol yang dicetak pada menit ke-30.
Tim tamu Bhayangkara saat ini berada di peringkat ke-9, sementara tuan rumah Malut United menempati posisi empat. Hasil pertandingan di Ternate berpotensi mengubah jarak poin dan memengaruhi kepercayaan diri Wbeymar Angulo cs dalam mengarungi musim kompetisi 2025-2026.
Kemenangan akan membuat Malut United memberi ancaman serius untuk tiga besar klasemen sementara.
Anak asuh Hendri Susilo saat ini mengoleksi 37 poin atau selisih empat poin dari pemuncak klasemen. Saat ini Persib Bandung menempati peringkat pertama dengan koleksi 41 poin, di peringkat dua ada Borneo FC dengan 40 poin. Peringkat ketiga ditempati Persija Jakarta dengan 38 poin.
Tiga poin di Ternate akan membawa dampak psikologis besar bagi tim penghuni big five. Oleh karena itu, pertandingan ini bukan hanya soal taktik, tetapi juga soal kesiapan mental menghadapi tekanan persaingan papan atas.
Faktor Lucas Cardoso
Lucas Cardoso salah satu pemain anyar Malut United yang didatangkan club pada paruh musim, kemungkinan akan merumput di Gelora Kie Raha. Kehadiran Cardoso diharapkan dapat memberi kontribusi positif bagi pasukan empat gunung dari dataran Maluku Utara.
Cardoso menjadi salah satu faktor pembeda karena kemungkinan besar akan tampil dalam laga ini setelah seluruh proses administrasinya rampung.
Berdasarkan data Transfermarkt, Lucas Cardoso yang lahir pada 8 Juni 1996, memiliki nilai pasar sebesar €350 ribu. Dengan kurs rupiah saat ini (sekitar Rp17.000 per Euro), harga tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp5,9 miliar.
Cardoso dikenal sebagai gelandang tengah yang fleksibel, mampu beroperasi sebagai gelandang serang maupun sayap kiri. Dengan tinggi 1,80 meter, dia memiliki pengalaman bermain di Eropa sebelum diikat Malut United.
Transisi dan Distribusi Gol
Kekuatan sebenarnya Malut United terletak pada transisi dan distribusi gol yang merata di seluruh lini.
Serangan balik cepat dan ketajaman insting gol pasukan empat gunung dari belakang sampai depan menjadi momok bagi tim-tim lawan.
Malut tidak hanya mengandalkan satu atau dua striker utama, 9 pemain berbeda telah tercatat namanya di papan skor. Ini menunjukkan taktik ofensif yang dinamis dan sulit ditebak oleh lawan.
Kedalaman skuad ini juga menjadi kunci ketangguhan tim. Ketika pemain utama dijaga ketat, pemain lain siap muncul sebagai pahlawan.
Fleksibilitas inilah yang membuat Malut United menjadi tim dengan tren paling positif dan paling produktif dalam 18 pertandingan terakhir.
David Da Silva memimpin garis depan Malut United dengan tajam. Striker andalan ini menjadi top scorer sementara tim dengan torehan 8 gol.
Kehadirannya di kotak penalti lawan terus menjadi ancaman utama yang konsisten sepanjang kompetisi.
Di belakang Da Silva, ada sosok berpengalaman Ciro Alves yang tak boleh diremehkan. Pemain yang sedang mengurus status naturalisasi itu juga telah mengoleksi 8 gol yang membuktikan serangan Malut United tidak bergantung pada satu nama saja.
Kelincahan Tyronne dan kecepatan Yakob Sayuri juga berkontribusi signifikan dengan masing-masing mencetak 6 gol.
Dukungan dari gelandang serang dan pemain sayap semakin memperkuat kedalaman serangan.
Gustavo Franca telah menyumbang 4 gol, sementara nama-nama seperti Igor Inocencio, Frets Butuan, Yance Sayuri, dan Taufik Rustam masing-masing telah membukukan 1 gol ke gawang lawan.
Koleksi gol turut dibarengi dengan jumlah assist yang merata. ILeague mencatat Tyronne Del Pino telah membuat 6 assist, David Da Silva 4 assist, Yakob Sayuri 4 assist, Igor Inocinceo 3 assist dan Ciro Alves 2 assist.
Distribusi gol dan assist para pemain Malut United membuat lawan kesulitan untuk fokus menghentikan dominasi para pemain Malut United
Laga Malut kontra Bhayangkara bukan sekadar duel perebutan poin, tapi juga ujian konsistensi dan ketajaman lini serang Malut yang telah mengoleksi 37 gol dalam 18 laga di BRI Super League musim ini.
(fight)








