Home / Nusantara

BNNP Malut Sebut Peredaran Narkoba di Penghujung Tahun 2020 Semakin Kencang

30 Desember 2020
Hairuddin Umaternate (foto_randi)

TERNATE,  OT  - Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Maluku Utara mengklaim di penghujung tahun 2020 terjadi peredaran narkoba di wilayah Malut sanggat kencang. 

"Kami lihat peredaran narkoba di penghujung tahun ini memang akan sangat kencang karena sekarang konsentrasi semua pemerintah di covid-19," kata Kepala Bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNN Malut, Hairuddin Umaternate kepada indotimur.com, Rabu (30/12/2020). 

Menurutnya, dengan keterfokusan semua pemerintah ke covid-19 maka para bandar narkoba juga akan lebih cerdas untuk memanfaatkan kelemahan-kelemahan ini makanya BNN sesuai instruksi dari pusat perlu diwaspadai menjelang akhir tahun 2020 ini jangan sampai dimanfaatkan para bandar untuk mengedarkan narkoba di wilayah Malut. 

Untuk mencegah hal tersebut, Hairuddin mengatakan, harus ada tingkat koordinasi dengan semua stakeholder baik dari tingkat Desa/Kelurahan, Kecamatan hingga tingkat atas, sehingga bisa mencegah arus pengedaran narkoba di penghujung tahun ini.

"Para bandar inikan mereka bisa memanfaatkan remaja dan anak-anak yang sedang libur sekolah untuk menyalahgunakan narkoba," ujarnya.

Hairuddin menjelaskan, sekarang lebih banyak narkoba masuk di wilayah Malut jenis tembakau gorila dan itu sanggat berbahaya karena bisa merusak otak generasi muda, maka perlu diwaspadai disuasana pandemi Covid-19.

“Dalam mendeteksi dini peredaran narkoba yang masuk di Malut, maka harus dengan cara tes urine mandiri, baik dari instansi pemerintah swasta, masyarakat termasuk juga di tingkat pendidikan,” katanya.

Untuk itu, BNN sudah memiliki program Desa bersih narkoba yang merupakan salah satu program unggulan guna memberantas bersama.

"Jadi pemerintah daerah juga harus memaksimalkan program ini agar bisa mencegah peredaran narkoba di wilayah Malut, apalagi di penghujung tahun ini banyak bandar narkoba yang memanfaatkan kesempatan untuk mengedarkan narkoba," pungkasnya.

(ran)


Reporter: Randy Basri