Home / Berita / Nasional

8 Korban Banjir Bandang Rua Masih Dalam Pencarian

Proses Pencarian Melibatkan Tim SAR Gabungan
26 Agustus 2024
Salah satu korban saat dievakuasi pada hari pertama pencarian (foto_indotimur)

TERNATE, OT - Hujan deras yang melanda Kota Ternate pada Minggu (25/8/2024) dinihari kemarin mengakibatkan banjir bandang di Kelurahan Rua, Kecamatan Pulau Ternate, Kota Ternate.

Akibat banjir bandang, belasan warga di RT.01 dan RT.02 meninggal dunia, sedangkan puluhan rumah warga mengalami rusak ringan hingga rusak berat.

Tak hanya itu, ruas jalan yang menghubungkan Kelurahan Rua Taduma juga tertutup material banjir bandang. Listrik di Kelurahan Rua dan sekitarnya juga sempat padam akibat rusaknya jaringan listrik di lokasi bencana.

Informasi yang dihimpun indotimur.com upaya evakuasi dan pencarian korban yang diduga masih tertimbun, dihentikan sementara.

Pada pencarian korban hari pertama, tim SAR gabungan yang korban bencana yang berhasil dievakuasi dalam keadaan meninggal sebanyak 12 orang, sedangkan 8 orang lainnya dikabarkan belum ditemukan.

Jumlah korban yang belum ditemukan berdasarkan laporan pihak keluarga korban ke posko pengaduan yang disiapkan Pemkot Ternate dan tim gabungan TNI/Polri.

Sekda Kota Ternate Rizal Marsaoly didampingi Kapolres Ternate, Dandim 1501 dan Kepala Basarnas mengatakan, proses evakuasi korban banjir bandang pada hari pertama dihentikan pada pukul 18.00 WIT.

Dia memastikan proses evakuasi serta pembersihan lokasi banjir akan dilanjutkan pada Senin (26/8/2024) pagi.

Pada hari pertama tim gabungan berhasil melakukan evakuasi korban meninggal sampai pukul 18.00 berjumlah 12 jiwa. Dari jumlah ini 7 orang terindentifikasi oleh Bid Dokes Polda Malut sementara 4 orang langsung diidentifikasi oleh keluarga. Satu korban lagi baru ditemukan jelang Maghrib

“Ada anak usia dibawah umur namanya Raika (10) siswa kelas V SD, dan proses evakuasi dilanjutkan besok, tim masih akan bekerja besok (Senin) dan diduga masih ada beberapa korban lagi yang masih tertumpuk material lumpur banjir bandang,” ungkap Sekda.

Berdasarkan laporan dari warga yang juga kerabat para korban ke posko pengaduan yang disiapkan Pemkot Ternate dan tim gabungan berkisar 8 orang yang belum dievakuasi.
“Jumlah 8 orang ini sesuai laporan keluarga ke posko pengaduan sampai pada sore ini,” katanya.

Pemkiot Ternate, telah menetapkan status tanggap darurat untuk bencana di Kelurahan Rua, selama tiga hari, terhitung mulai Minggu (25/8/2024).

Untuk melakukan operasi pencarian, Pemkot Ternate bersama BWS Maluku Utara mengerahkan 7 unit alat berat (eksavator) ke lokasi kejadian.

Pemkot Ternate bersama Pemprov Malut juga telah menyiapkan lokasi  pengungsian di gedung SMK Negeri 4 Kota Ternate.

 

Berdasarkan data yang diterima redaksi indotimur.com jumlah rumah yang terdampak musibah banjir bandang mencapai 26 unit, dengan klasifikasi rusak ringan, sedang dan rusak berat.

Hingga berita ini dipublish pada Senin (26/8/2024), proses evakuasi dan pemcarian korban kembali dilakukan.

Wali Kota Ternate, Dr M Tauhid Soleman bersama BNPB pusat juga akan meninjau lokasi bencana untuk memastikan kondisi dan kebutuhan warga terdampak.

 

 (fight)


Reporter: Gibran
Editor: Redaksi

BERITA TERKAIT