TERNATE, OT - Performa buruk Malut United saat menghadapi Bhayangkara Presisi Lampung pada akhir pekan lalu, turut dipengaruhi minimnya penonton atau suporter yang hadir langsung di stadion Gelora Kie Raha.
Berdasarkan catatan Panitia Pelaksana (Panpel), jumlah penonton yang hadir di stadion Gelora Kie Raha, saat Malut menghadapi Bhayangkara di Ternate hanya 900 orang. Jumlah ini tercatat paling sedikit selama kiprah Malut United bermain di Gelora Kie Raha.
Saat melawan Bhayangkara Presisi Lampung, kelompok suporter yang biasa menempati tribune timur tidak sebanyak laga-laga sebelumnya. Kondisi ini menjadi tanda tanya besar pencinta sepakbola di Maluku Utara dan Maluku.
Jika kondisi ini terus berlangsung, maka tidak menutup kemungkinan, performa pasukan empat gunung juga akan terus menurun.
Minimnya dukungan terhadap Syafrudin Tahar dkk disorot Sekretaris Kawan Suporter Malut United (KANS-MU), Fajri Umasangaji.
Dia meniilai, salah satu faktor utama menurunnya jumlah penonton saat laga Malut United di Gelora Kie Raha, adalah waktu pertandingan yang dimainkan pada sore hari (15:30 WIT).
"Jam tersebut masih berada di jam kerja, cuaca panas, dan belum ideal bagi mayoritas masyarakat untuk datang ke stadion. Faktor ini membuat banyak pendukung memilih absen, bukan karena hilangnya rasa dukungan, tetapi karena keterbatasan waktu dan kondisi," terang Fajri dalam keterangannya.

Fajri berharap manajemen club mempertimbangkan kembali waktu kick off laga. Selain itu, manajemen juga perlu membangun komunikasi secara intems dengan kelompok-kelompok suporter serta menciptakan pengamanan pengalaman matchday yang lebih ramah dan menarik.
"Langkah-langkah ini penting agar stadion kembali menjadi ruang bersama bagi pendukung Malut United," ucap Fajri memberi saran.
KANS-MU, lanjut Fajri tetap memberi doa dan dukungan untuk Malut United apapun kondisinya. "Kami juga telag menyiapkan kejutan saat laga melawan Persija di Ternate," tegas Fajri seraya mengaku gabungan suporter tribun selatan mulai menyiapkan kejutan saat laga Malut vs Persija yang dijadwalkan pada 24 Februari 2026
Fajri juga menilai, performa Malut United saat ini belum konsisten dan masih membutuhkan evaluasi, baik dari sisi taktikal maupun mental bertanding.
"Potensi pemain ada, namun perlu kerja kolektif dan kejelasan strategi agar performa tim kembali meningkat," pungkasnya.
(fight)








