TIDORE, OT- Musyawarah Daerah (Musda) IV Dewan Pengurus Daerah (DPD) Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Tidore Kepulauan resmi digelar dengan mengusung tema “Navigating the Future: Innovate, Integrate, Impact”.
Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Kepala BPBD Kota Tidore Kepulauan sekaligus mantan Ketua DPD KNPI periode 2017- 2020 Muhammad Abubakar, dan akan berlangsung mulai hari ini hingga selesai, menyesuaikan dinamika serta situasi yang berkembang.
Dalam sambutannya sekaligus membuka Musda Ke-IV KNPI Kota Tidore Muhammad Abubakar menegaskan, dinamika dalam organisasi kepemudaan, termasuk adanya musyawarah tandingan, merupakan hal yang wajar.
Dia mengingatkan, KNPI di Kota Tidore Kepulauan tetap satu, sehingga musyawarah yang sah wajib menjadi rujukan bersama bagi seluruh elemen kepemudaan.
Menurutnya, pemuda memiliki peran strategis sebagai motor penggerak pembangunan nasional dan pembangunan berkelanjutan di daerah. Pemuda tidak hanya dituntut memahami konsep pembangunan, tetapi juga mampu menerjemahkannya ke dalam aksi nyata, mulai dari sektor pendidikan hingga penguatan peran sosial di tengah masyarakat.
Mantan Ketua KNPI juga menekankan, pentingnya peran pemuda dalam mendukung program pemerintah, baik program nasional seperti Nawacita maupun visi dan misi pemerintah daerah. Selain itu, pemuda diharapkan berkontribusi dalam menciptakan situasi yang aman, nyaman, dan kondusif di tengah masyarakat.
Khusus di bidang kebencanaan, dia menyampaikan, BPBD Kota Tidore Kepulauan siap mendukung dan membackup program- program kepemudaan, terutama yang berkaitan dengan edukasi mitigasi bencana bagi masyarakat pesisir yang rentan terhadap abrasi. Hal ini menjadi bagian penting dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Kota Tidore Kepulauan.
Muhammad Abubakar menambahkan, perjalanan dan kekuatan organisasi kepemudaan tidak terlepas dari proses sejarah serta konsep-konsep dasar yang dibangun sejak awal. Pemuda perlu memahami dasar konstitusional dan filosofi organisasi agar perannya dapat dijalankan secara benar, terlindungi secara hukum, dan selaras dengan sistem pemerintahan.
“Pemuda yang baik adalah pemuda yang memahami sejarah dan filosofi perjuangan organisasinya. Dari situlah pemuda mampu menempatkan diri dan menjalankan perannya sebagai warga negara yang bertanggung jawab,” ujarnya.
Terkait regenerasi kepemimpinan, Muhammad Abubakar menegaskan bahwa seluruh tahapan organisasi harus dijalankan sesuai mekanisme dan aturan yang berlaku. Persyaratan pencalonan ketua, dukungan struktur organisasi seperti DPK dan OKP, hingga proses verifikasi harus dilalui secara tertib agar tidak menimbulkan polemik dan memperkuat legitimasi kepemimpinan.
Dia menilai pemuda di Kota Tidore Kepulauan memiliki potensi besar dan selama ini telah banyak berkontribusi serta bersinergi dengan pemerintah daerah. Masukan, saran, dan kritik konstruktif dari pemuda sangat dibutuhkan demi perbaikan kebijakan dan pembangunan daerah ke depan.
Ke depan, siapa pun yang terpilih sebagai Ketua DPD KNPI Kota Tidore Kepulauan diharapkan mampu menghadirkan gagasan serta program nyata yang menjawab kebutuhan pemuda dan masyarakat.
“Musyawarah ini adalah musyawarah yang sah dan cukup dilakukan satu kali. Tidak perlu ada musyawarah lanjutan atau tandingan. Yang terpenting adalah implementasi keputusan dan kerja nyata setelah musyawarah ini selesai,” tegasnya.
Dia pun mengajak seluruh elemen pemuda untuk menjaga komitmen bersama, memperkuat persatuan, dan memastikan organisasi kepemudaan benar-benar menjadi agen perubahan bagi Kota Tidore Kepulauan.
(Rayyan)








