Senin (1/10). Peristiwa tragis dialami Supinah (48). Korban diduga dibunuh di kediamannya di Dusun Peniti, Desa Peniti, Kecamatan Sekadau Hilir. Saat ini, jasad korban telah dimakamkan oleh pihak keluarga di Desa Semanggis Jaya, Kecamatan Mukok, Kabupaten Sanggau.
SEKADAU KALBAR, OT - Peristiwa itu meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban. Namun, kehilangan juga dirasakan oleh tetangga korban. Meski, korban bersama keluarganya terbilang baru pindah ke Peniti.
Tetangga korban, Kusniah (49) menilai korban merupakan sosok yang cukup menyenangkan. Bila ada di rumah, keduanya sering berbincang-bincang. Namun, dalam perbincangan itu korban tak pernah menceritakan mengenai masalah pribadinya.
“Kadang kalau almarhumah ada di rumah, sering mengobrol. Dia (korban, red) duduk di teras rumahnya dan saya di kebun, sambil mengobrol tentang kehidupan saja. Senang ngobrol, bisa panjang obrolan,” ujar Kusniah yang ditemui di kediamannya yang tak jauh dari rumah korban, Rabu (3/10).
“Biasanya, kalau saya di kebun, menanyakan sudah makan belum? Kadang juga ditawari makan. Bahkan, dia (korban,red) beli sayur ke tempat saya. Tidak pernah cerita soal masalah pribadinya,” timpalnya.
Kusniah yang tampak belum lama datang dari kebun itu menceritakan, jika korban sosok baik dan terbuka. Ia tak menyangka, jika peristiwa tragis tersebut dialami korban. Di hari kejadian, seperti biasanya Kusniah juga sempat berbincang dengan korban.
“Kan biasanya kemana saya membersihkan kebun, almarhumah ikut. Dia (korban, red) juga bersihkan rumput di dekat tanaman cabai, dia tu sayang sekali sama cucunya. Kalau seminggu itu, ndak setiap hari ada di rumah, kadang dia ke tempat anaknya, kadang ikut sama suaminya,” ucap Kusniah yang juga ditemani anak dan suaminya.
Kusniah juga berharap, pelaku dapat segera ditemukan. Ia tak menampik, adanya ketakutan yang menyelimuti setelah kejadian itu. “Takutnya itu sama manusia, karena belum terungkap. Mudah-mudahan pelaku bisa ditemukan,” kata dia.
Di tempat kejadian perkara (TKP) sejumlah personel kepolisian masih melakukan olah TKP. Terlihat sejumlah personel kepolisian dan tim Inafis yang turun langsung dari Polda Kalimantan Barat ke TKP.
Di lokasi kejadian masih terpasang garis polisi. Sejumlah personel juga disiagakan siang dan malam secara bergantian di lokasi kejadian.
Kapolres Sekadau, AKBP Anggon Salazar Tarmizi menuturkan, penyelidikan masih terus dilakukan guna mengungkap kasus tersebut. Pihak kepolisian juga meminta keterangan saksi-saksi terkait kasus tersebut.
“Penyelidikan terus berlanjut. Serahkan saja kepada pihak kepolisian dan kami mohon dukungan agar kasus ini secepatnya terungkap,” katanya singkat. (red)












