Apollonius Japin ditemukan tak bernyawa di Mess Karyawaan PT MPE devisi IV Serirang, Desa Sungai Kunyit, Kecamatan Sekadau beberapa waktu lalu. Pria 53 tahun itu ditemukan terbaring di ruang tamu oleh keponakannya yang datang untuk menemuinya.
SEKADAU, OT - Alangkah terkejutnya Hendri saat menemukan pamannya yang sudah tidak bernyawa. Saat itu, Hendri hendak menemui sang paman untuk menanyakan pamannya itu akan memanen sawit atau tidak.
Kapolsek Sekadau Hilir, IPTU Masdar menuturkan, saat itu keponakannya datang ke mess untuk menemui korban. Namun, korban ditemukan sudah tak bernyawa di messnya, Senin (21/5).
“Korban ditemukan tak bernyawa dalam posisi terbaring di ruang tamu,” ujar Masdar, kemarin.
Kejadian tersebut langsung dilaporkan ke pihak berwajib. Dengan cepat pihak kepolisian langsung mendatangani lokasi kejadian di Desa Sungai Kunyit, Kecamatan Sekadau Hilir.
“Pada saat itu Apollonius sendirian di rumah. Istrinya pergi ke rumah kerabatnya di Sekadau,” ucapnya.
Menurut penutaran istrinya, kata Masdar, suaminya itu sudah lama menderita sakit. Sakit yang diderita Apollonius yaitu Tuberkulosis (TBC) dan sesak nafas.
Masdar mengatakan, pihaknya sudah menyarankan agar jasad Apollonius dibawa ke RSUD Sekadau. Hanya saja, sang istri menolak dengan alasan korban meninggal dunia secara wajar, yakni karena sakit.
“Dari hasil pemeriksaan luar terhadap tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda bekas penganiayaan. Dugaan kematian Apollonius disebabkan karena sakit,” pungkasnya. (red)












