TERNATE, OT - Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara (Malut) melalui Bid Humas Polda Malut, Selasa (13/11/2018), menggelar press conference terkait data hasil operasi Zebra Kie Raha 2018 yang dilaksanakan secara serentak selama 14 hari sejak.30 Oktober hingga 12 November kemarin.
Berdasarkan data yang dikantongi indotimur.com, dari Bid Humas Polda Malut melalui.Satlantas, operasi Zebra Kie Raha 2018 Polda Maluku Utara dan Polres jajaran, dibawah komando langsung Dir Lantas Polda Malut, Kombes Pol. Muji Ediyanto, angka pelanggaran menunjukan trend kenaikan.
Kabid Humas Polda Malut, AKBP. Hendri Badar, didampingi Kaur Penum Bid Humas Polda Malut, AKP Hefrizon, kepada sejumlah wartawan termasuk indotimur.com mengatakan, pelaksanakan operasi Zebra Kie Raha 2018 oleh Polda Malut dan Polres jajaran, telah dilaksanakan selama 14 hari di wilayah hukum Malut.
Hendri mengatakan, operasi Kepolisian ini dalam bentuk operasi Harkamtibmas yang mengedepankan kegiatan penegakan hukum disertai kegiatan preemtif dan preventif secara selektif prioritas untuk mewujudkan Kamseltibcarlantas yang mantap, tertib dan lancar, menjelang Perayaan Natal Tahun 2018 dan Tahun Baru 2019.
"Untuk jumlah personil, Polda Malut dan Polres jajaran yang dilibatkan dalam operasi Kepolisian terpusat operasi Zebra Kie Raha 2018 sebanyak, 208 personal Satlantas yang terdiri dari, Polda Malut berjumlah 40 personil dan Polres jajaran berjumlah 168 personil," terang Hendri.
Berdasarkan data yang direkapitulasi dari seluruh Polres jajaran, operasi Zebra Kie Raha 2018 mengalami kenaikan pada pelamggaran-pelanggaran dengan presentasi kenaikan sebesar 3 persen.
Kata dia, Polda Malut mencatat, jenis pelanggaran lalu lintas masih didominasi oleh pelanggaran penggunaan helm, yang mengalami kenaikan hingga 56%, dengan dominasi usia pelamggar 21 hingga 25 tahun.
"Untuk angka lecelakaan lalu lintas, terjadi kenaikan sebesar 25 persen, dimana pada tahun lalu, jumlah kecelakaan tercatat 4 kejadian dan tahun ini naik menjadi 5 kejadian," ungkap Hendri.
Polda juga mencatat, korban meninggal pada operasi Zebra Kie Raha tahun ini, tercatat 2 orang, sementara korban luka berat tercatat 2 orang, luka ringan 13 orang dengan kerugian materil sebesar Rp, 64.500,000,-
"Secara umum masih kurangnya kesadaran masyarakat dalam keselamatan berIalu lintas masih jadi masalah utama dikarenakan dari 17 korban kecelakaan lalu lintas 9 diantaranya merupakan anak dibawah umur 15 tahun. Ini harus jadi peringatan untuk kita semua karena anak dibawah umur masih mendominasi kecelakaan lalu lintas," ungkap Hendri.
Dia berharap, peran orang tua untuk mencegah anak-anaknya yang masih dibawah umur agar tidak menggunakan kendaraan bermotor karena akan membahayakan jiwanya sendiri di jalan raya.(ian)












