Home / Advertorial / Ayo Ke Ternate
05 Desember 2017

Melihat Ternate Dari Blogger

TERNATE,OT- Terbentuk sejak akhir bulan November 2017 kemarin, Komunitas Blogger Maluku Utara (Malut) mulai eksis dari berbagai aspek. Terbentuknya komunitas ini sebagai wujud kepedulian putra-putri daerah dalam meneropong berbagai aspek dari kacamata blogger.

“Terbentuknya komunitas ini tidak hanya sekedar diketahui keberadannya. Tapi ini sebagai wujud kepedulian kita dalam mempromosikan potensi daerah ini melalui tulisan Blogger, baik budaya lokal, terutama pariwisata. Kalau kita berbicara pariwisata tentunya tanggungjawab kita semua masyarakat Ternate. Artinya tidak semata-mata tanggungjawab pemerintah,” tutur Koordinator Komunitas Blogger Malut, Noviyana Shiali, Senin (4/12/17) petang tadi.

Gadis berdarah Ternate Gorontalo ini, menuturkan, di kota-kota besar pasti membutuhkan peran Blogger, bahkan setiap turis asing yang ingin datang ke suatu daerah pasti googling dan melihat refrensi tulisan dari penulis blog aktif.

Lebih lanjut, pemilik blog www.noviyanashiali.com ini menjelaskan, peran penulis blogger aktif sangat berdampak baik bagi daerah. Sebab, melalui tulisan mereka dapat dijadikan bahan refrensi bagi siapa saja yang ingin berkunjung ke suatu daerah.

“tentunya bukan hanya wisata saja yang dapat di posting di blog masing-masing. Apalagi di Ternate kaya akan budaya lokal. Tergantung hobi si penulisnya ingin mengangkat tulisan apa, karena ,masing-masing penulis blog mempunyai ciri khas tersendiri, ada yang hobi nulis traveling, sejarah, biografi, bisnis. Dan masih banyak lagi. Harapan kita semua yang tergabung di komunitas blogger ini bisa “Melihat Ternate Dari Blogger”. Artinya peran si penulis blogger sangat berdampak besar,” jelas Novi.

Hal senada juga ditambahkan penasehat komunitas blogger Malut, Arief Paturusi. Menurutnya, kehadiran komunitas ini tidak semata-mata hanya menulis atau membuat videoblog (Vlog), tetapi juga melakukan aksi sosial.

“Kita ambil contoh, misalnya ketika kita berkunjung ke satu kawasan wisata, kemudian kita melihat kawasan itu penuuh sampah, apakah kita hanya menulis dari sisi negatifnya?. Nah, sambil menulis tentang kawasan itu penuh sampah tapi kita juga harus melakukan membersihkan kawasan tersebut, sehingga ada nilai edukasi bagi semua kalangan. Kebetulan kemarin saya dan teman-teman blogger ke salah satu kawasan wisata Sulamadaha, disana saya melihat banyak sampah ,” tandasnya.

Arief, menambahkan, meski belum lama terbentuk, komunitas ini telah merangkul sebanyak 21 anggota aktif yang punya komitmen bersama. Bahkan masih terbuka bagi siapa saja yang ingin bergabung di komunitas ini tanpa membedakan umur, agama dan ras. Komunitas ini merangkul semua anggota dari seluruh wilayah Malut dalam satu wadah komunitas.

“Intinya, yang ingin bergabung di komunitas ini tidak terbatas bagi yang punya blog pribadi saja, bahkan yang belum punya blog bisa bergabung. Karena nantinya bagi anggota yang belum memahami tentang blogger bisa saling sharing tentang dunia blogger hingga format penulisan,” tambahnya.


(rif)


Reporter: Arief Paturusi