Home / Berita / Pendidikan
02 November 2018

Dua Sekolah Di Ternate Menerapkan Kebijakan Penggunaan Handphone Bagi Siswanya

foto ilustrasi siswa SMP gunakan handphone

TERNATE, OT - Meski pemerintah pusat, melalui 4 Kementerian telah menandatangani Surat Keputusan Bersama (SKB) tentang penggunaan gatget atau smatpohine bagi oelajar diatas 17 tahun, namun di Ternate, masih ada sekolah yang memiliki kebijakan lain terhadap penggunaan handphone atau telepon genggam.

Di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Ternate misalnya, membolehkan siswanya menggunakan gatget bahkan diwajibkan dibawa ke sekolah pada saat jam-jam mata pelajaran tertentu.

Kepala SMP Negeri 1 Kota Ternate, Mustamin Hamzah, saat ditemui indotimur.com Jumat (2/11/2018) di ruangan kerjanya mengatakan, terkait dengan persoalan pelarangan siswa membawa henpone di sekolah, pihaknya melarang.dan tidak mengijinkan siswa untuk membawa gatget ke sekolah, sebab dikhawatirkan akan mempengaruhi konsentrasi siswa saat mengikuti proses belajar mengajar.

Meski demikian, kata Mustamin, larangan ini, ada pengecualian, sebab saat ini, ada e-leanning atau kurikulum dengan metode pembelajaran tertentu yang membutuhkan siswa wajib membawa alat komunikasi handphone, guna mengupdate materi yang berhubungan dengan mata pelajaran trrsebut melalui internet.

"Dan pemberlakuan aturan itu hanya dikhususkan pada mata pelajaran tertentu, yang secara materinya melalui internet, baru siswa wajib, harus membawa handphone dan hal itu berdasarkan atas ijin sekolah," kata Mustamin seraya memastikan, pihaknya kerap melalukan sweeping terhadap siswa yang membawa gatget ke sekolah di luar mata pelajaran tertentu.

Mustamin memastikan, pihaknya setiap saat selalu memberikan himbauan kepada siswa, bahkan orang tua siswa untuk mengontrol anaknya setiap akan ke sekolah.

"Terkecuali kondisi darurat, misalnya ada bencana alam, erupsi gunung Gamalama, itu kami perbolehkan siswa bawa handphone karena orang tua pasti membutuhkan komunikasi dengan para siswa," tutur Mustamin, sembari menyebut, jika kondisi normal maka kebijakan tidak bisa membawa gatget kembali diberlakukan.

Sementara itu, Kepala SMP Islam 1 Kota Ternate, Wahda S Umsoohy, kepada indotimur.com mengatakan, pemberlakukan penggunaan gatget di SMP Islam 1 Kota Ternate sudah lama diberlakukan, hanya saja ada plus minus penerapan kebijakan tersebut.

Wahda menyatakan, ada kebutuhan siswa dalam mengupdate sejumlah mata pelajaran yang membutuhkan gatget, "pada prinsipnya ada perencanaan pemberlakuan program, kami sangat mendukung cuman ada kebutuhan siswa dalam mengupdate informasi pada mata pelajaran," katanya.

Kata Wahda, pihak sekolah juga telah menyampaikan hal ini ke pihak orang tua murid saat pembagian raport, "kami meminta kepada orang tua murid terus awasi ketika anaknya pergi ke sekolah dan membawa handphone," ungkap Wahda, sembari menyebut, pihak sekolah juga kerap melakukan swepping terhadap siswa yang membawa gatget di luar mata pelajaran yang mewajibkan penggunaan gatget.

"Saya juga menghimbau kepada pihak sekolah terutama guru guru, kita sama sama punya tangungjawab dan kewajiban melaksanakan tugas dengan baik In Shaa Allah semoga berjalan aman, lancar dan tertib," harapnya.

Pihak sekolah kata Mustamin menerapkan tiga tahapan sangsi jika ada siswa yang melanggar tata tertib dan peratiuran sekolah, termasuk penggunaan gatget di luar mata pelajaran khusus.

"Bentuk sangsi ada tiga tahapan diantaranya, tahapan pertama kami akan mengkomunikasikan dengan orang tua siswa untuk melakukan pembinaan di rumah, kemudian sangsi berikutnya, siswa bersangkutan akan diskorsing selama 2 minggu hingga 1 bulan tergantung tingkat kesalahan dan sangsi terakhir adalah mutasi siswa bersangkutan," terang Wahda.

Dia berharap, seluruh elemen di SMP Islam 1 Kota Ternate menaati tata tertin dan peratiuran yang sudah ditetapkan pihak sekolah, termasuk soal penggunaan handphone, sehingga proses belajar mengajar berjalan aman, lancar dan tertib.

"Harapan saya selaku Kepsek seluruh tata tertib dan aturan di Sekolah SMP Islam 1 Kota Ternate harus ditaati oleh siswa, apalagi yang berhubungan dengan penggunaan handphone," pungkasnya. (red)


Reporter: Dedi Sero Sero