01 November 2018

Peringatan HUT PGRI ke 73, Wabup Sekadau Apresiasi PGRI Jadi Mitra Pemerintah dan Guru

SEKADAU KALBAR, OT - Peringatan HUT PGRI ke 73 tahun dan hari guru nasional digelar di Kecamatan Nanga Mahap, Kamis (1/11). Tema peringatan hari guru kali ini, yaitu mewujudkan guru sebagai penggerak perubahan menuju Indonesia cerdas, berkarakter dalam revolusi industri 4.0 atau generasi keempat.

Upacara peringatan HUT PGRI ke 73 tahun itu dipimpin langsung Wakil Bupati Sekadau, Aloysius.

Wakil Bupati Sekadau, Aloysius menuturkan, revolusi industri 4.0 secara umum diketahui sebagai perubahan cara kerja yang menitikberatkan pada pengelolaan data, sistem kerja industri melalui kemajuan teknologi, komunikasi dan peningkatan efisiensi kerja yang berkaitan dengan interaksi manusia. Tentu, industri membutuhkan lulusan yang memiliki kemampuan dibidang sains dan matematika.

“Kerana itu, sangat dibutuhkan kesiapan guru yang bermutu dan berkualitas. Tenaga kependidikan tidak hanya memiliki kemampuan kognitif saja, tetapi juga harus mampu memahami dan menguasai teknologi digital,” ujar Aloy dalam amanatnya.

Aloy mengatakan, para guru hendaknya selalu meningkatkan kompetensi diri seiring dengan perkembangan teknologi yang serba cepat. Tak hanya guru, kata dia, bahkan kurikulum pendidikan pun diharapkan bisa mengakomodir perkembangan teknologi yang serba cepat.

“Dalam kaitan dengan pendidikan karakter, PP Nomor 87 tahun 2017 tentang penguatan pendidikan karakter mengamanatkan bahwa guru sebagai sosok utama dalam satuan pendidikan,” ucapnya.

“Mereka memiliki tanggungjawab membentuk karakterpeserta didik melalui harmonisasi oleh hati, olahraga, olah pikiran dan olahraga,” timpal Aloy.

Selain itu, apra guru dan tenaga kependidikan diharapkan harus mampu mengelola kerjasama antara satuan pendidikan, keluarga, masyarakat untuk mengobarkan gerakan revolusi mental. Ia mengatakan, urgensi penguatan karakter semakin mendesak seiring tantangan berat yang dihadapi masa mendatang.

“Peserta didik saat ini adalah calon generasi emas Indonesia tahun 2045 mendatang. Mereka harus memiliki bekal jiwa pancasila yang baik guna menghadapi dinamika perubahan sangat cepat dan tidak terduga,” tuturnya.

Untuk itu, kata Aloy, perlu dukungan dan kerja keras guru-guru dalam mewujudkan generasi penerus yang cerdas dan berakhlak mulia. Guru, harus manjadi sumber keteladanan bagi peserta didiknya.

“Momentum ini hendaknya dijadikan sebagai refleksi apakah guru sudah cukup profesional dan menjadi teladan bagi peserta didiknya,” kata dia.

Selain itu, momentum tersebut juga untuk merefleksikan sudahkah para guru dimuliakan dalam berjuang, mendidik dan membentuk karakter. Sehingga, menjadi pribadi tangguh dan berhasil. Sebab, tak ada seorangpun yang sukses tanpa melalui sentuhan guru.

“Jadi apapun kita saat ini guru kita pasti ikut mewarnai bahkan bisa jadi merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan kita,” ungkapnya.

Bagi pemerintah, kata Aloy, momentum tersebut menjadi evaluasi yang strateris untuk pengambilan kebijakan. Setiap kebijakan yang sedang dan akan terus dilaksanakan merupakan upaya menjadikan guru lebih kompeten, profesional, terlindung dan pada gilirannya lebih sejahtera, mulia dan bermartabat.

Ia pun mengapresiasi semua pihak yang telah membantu meningkatkan kapasitas dan komptensi para guru. Mengingat, keterbatasan yang dimiliki pemerintah. Apalagi, secara moral tanggung mendidik merupakan tanggungjawab bersama.

“Kami mengapresiasi asosiasi profesi maupun organisasi guru yaitu PGRI karena telah menjadi mitra pemerintah dan mitra guru khususnya,” pungkas Aloy.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Bupati Sekadau, Rupinus, Ketua PGRI Provinsi Kalbar dan pengurus PGRI Kabupaten Sekadau, Anggota DPRD Kabupaten Sekadau, Kejari Sekadau serta Forkopimka Nanga Mahap.(red)


Reporter: Yahya Iskandar