Home / Indomalut / Ternate

Maraknya Penggunaan Lem Eha-Bond, Wali Kota Minta Ada Pengawasan Orang Tua

12 Oktober 2021
Satpol PP bersama BNN Malut saat mengamankan belasan remaja penghisap lem eha-bond di benteng orange Ternate

TERNATE, OT - Maraknya penyalahgunaan lem eha-bond di kalangan remaja, mendapat atensi dari Wali Kota Ternate, M Tauhid Soleman.

Kepada indotimur.com, orang nomor satu di jajaran Pemkot Ternate itu menyayangkan maraknya penyalahgunaan lem eha-bond pada kalangan remaja di Kota Ternate.

Menurutnya, untuk mencegah penyalahgunaan lem eha-bond di kalangan remaja, butuh kerjasama aparat pemerintahan, masyarakat dan terutama lingkungan keluarga, "ini butuh kerjasama semua pihak, pemerintah, aparat keamanan, masyarakat dan terpenting keluarga," kata Wali Kota.

BACA JUGA : Kota Ternate ‘’Darurat’’ Lem Eha-Bond

Menurutnya, peran keluarga dalam melakukan pengawasan sangat penting dalam menanggulangi maraknya penyalahgunaan lem di kalangan remaja. "Selain keluarga, aparatur pemerintahan di tingkat RT/RW, aparatur Kelurahan hingga Kecamatan dan masyarakat memiliki tanggungjawab atas persoalan ini," kata Wali Kota.

Selain itu, Wali Kota juga meminta Satpol-PP, untuk terus melakukan pengawasan melalui patroli rutin dan razia pada lokasi-lokasi yang dianggap rawan dijadikan tempat para remaja berkumpul.

BACA JUGA : Satpol PP Amankan 9 Remaja di Ternate

Senada, Wakil Wali Kota Ternate, Jasri Usman juga meminta, instansi tekhnis dalam hal ini, Satpol PP, dinas Pemerdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Dinas Pendidikan juga memiliki tanggung jawab besar dalam menanggulangi masalah ini.

Meski demikian, Jasri menilai tanggung jawab utama adalah orang tua dan keluarga, "sehingga tanggujawab hal-hal seperti ini, dikembalikan ke orang tua dan keluarga untuk mengontrol, kemudian lingkungan dan sekolah itu penting," ungkap Jasri seraya menyebut pihaknya telah meminta Kadis Kebudayaan untuk memasang CCTV pada sudut-sudut benteng orange untuk mengontrol aktifitas remaja di ruang piblik tersebut.

"Saya sara ini menjadi tanggujawab semua dimana Pemrintah, orang tua, sekolah dan lingkungan untuk bisa mengontrol aktifitas generasi muda yang akhir-akhir ini melakukan kegiatan tidak normal seperti miras, narkoba dan paling terbaru itu komsumsi lem eha-bond," tutup Jasri seraya meminta ada sanksi bagi remaja yang menghisap lem agar ada efek jera bagi pengguna utamanya dari kalangan remaja atau anak usia sekolah.

 (tima)


Reporter: Gibran
Editor: Fadli

BERITA TERKAIT