Home / Ternate Andalan

Layanan Kesehatan di Batang Dua Pasca Gempa Maksimal

Puskesmas Mayau Buka Layanan di Lokasi Pengungsian
04 April 2026

TERNATE, OT - Dinas Kesehatan Kota Ternate bergerak cepat merespons dampak gempabumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Kota Ternate pada Kamis (2/4/2026) pukul 07.48 WIT.

Pulau Batang Dua menjadi salah satu wilayah yang paling terdampak akibat bencana tersebut.

Berdasarkan data sementara, sebanyak 222 unit bangunan mengalami kerusakan, meliputi rumah warga dan bangunan gereja yang tersebar di Kelurahan Lelewi, Bido, Pante Sagu, Tifure, Perum Bersatu, dan Mayau. Meski demikian, tidak dilaporkan adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Dari sisi kesehatan, tercatat selama tiga hari pascabencana jumlah kunjungan pasien di posko tim medis sebanyak 64 orang. Keluhan yang paling banyak dialami masyarakat antara lain luka ringan, nyeri ulu hati, leher tegang, demam, badan sakit-sakit, batuk, sakit kepala, pusing, sakit gigi, serta flu.

Selain itu, terdapat kelompok rentan yang perlu mendapat perhatian khusus, yakni 123 anak, 106 balita, 23 bayi, 14 ibu hamil, 5 ibu nifas, dan 161 lansia.

Tenaga Kesehatan Dikerahkan

Sebagai bentuk respons cepat, Dinas Kesehatan Kota Ternate langsung menurunkan 40 tenaga kesehatan yang disebar di enam posko pengungsian, yaitu di SMP, SMA, Gunung Radio, Gunung Sewedi, Bido, dan Lelewi.

Tim kesehatan tersebut terdiri dari dokter, dokter gigi, perawat, bidan, tenaga farmasi, petugas kesehatan lingkungan, tenaga gizi, promosi kesehatan, epidemiologi, laboratorium, serta staf administrasi dan pendukung lainnya.

Di lapangan, tim medis melakukan berbagai kegiatan pelayanan kesehatan, mulai dari pendataan korban terdampak, penanganan luka ringan dan keluhan kesehatan lainnya, pemantauan kondisi kesehatan pengungsi secara berkala, hingga memberikan dukungan trauma healing bagi masyarakat yang mengalami dampak psikologis akibat gempa.

Kepala Puskesmas Mayau, Yulianus Belian Ali, bersama para petugas kesehatan juga aktif melakukan kunjungan ke posko-posko pengungsian guna memastikan pelayanan kesehatan berjalan optimal.

.

Distribusi Obat dan Logistik Kesehatan

Selain mengerahkan tenaga kesehatan, Dinas Kesehatan Kota Ternate juga menyalurkan bantuan obat-obatan darurat. Berdasarkan Berita Acara Serah Terima Obat Nomor 021/BAST/01-FARMASI/04/2026, sebanyak 20 jenis obat telah didistribusikan untuk mendukung pelayanan kesehatan di wilayah terdampak.

Obat-obatan tersebut meliputi antibiotik, analgesik, antiinflamasi, obat batuk dan pilek, obat lambung, steroid, obat hipertensi seperti amlodipin, serta multivitamin. Total nilai obat yang disalurkan mencapai Rp2.486.902 dengan masa kedaluwarsa hingga tahun 2027–2028.

Pemberian obat dilakukan berdasarkan keluhan pasien dan diagnosis dokter, termasuk obat-obatan yang dibutuhkan untuk penanganan trauma akibat gempa.

Selain itu, bantuan obat dari Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara juga telah diterima dan saat ini masih berada di Kota Ternate. Tim kesehatan juga mengajukan tambahan obat hipertensi jenis amlodipin dari Instalasi Farmasi Kota untuk memenuhi kebutuhan pasien dengan tekanan darah tinggi.

Kondisi Pengungsian

Di lokasi pengungsian, warga menjalani aktivitas secara sederhana. Dapur umum dilakukan secara mandiri oleh warga di masing-masing tenda pengungsian. Untuk kebutuhan sanitasi, masyarakat masih memanfaatkan fasilitas kamar mandi dan MCK di rumah masing-masing, sementara kebutuhan air bersih dipenuhi secara mandiri dari sumber air yang tersedia di sekitar rumah.

Meski sempat terjadi pemadaman listrik dan gempa susulan, pelayanan kesehatan tetap berjalan. Tim kesehatan terus siaga memberikan pelayanan kepada masyarakat terdampak.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Ternate, dr. Fathiyah Suma, menegaskan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan situasi di Pulau Batang Dua.

“Dinas Kesehatan Kota Ternate terus memantau situasi, memastikan ketersediaan obat dan tenaga medis aman, serta berkoordinasi dengan organisasi profesi kesehatan dan pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan. Langkah ini menegaskan komitmen Dinas Kesehatan untuk memberikan respon cepat, pelayanan maksimal, dan dukungan penuh bagi masyarakat Pulau Batang Dua,” ujarnya.

Melalui koordinasi intensif, keberadaan tenaga medis di posko pengungsian, serta distribusi obat-obatan darurat, Dinas Kesehatan Kota Ternate menegaskan komitmennya sebagai garda terdepan dalam penanganan krisis kesehatan pascabencana gempa di Pulau Batang Dua. Upaya ini menunjukkan kesigapan dan kepedulian pemerintah dalam memastikan kebutuhan kesehatan masyarakat tetap terpenuhi di tengah situasi darurat.

 (fight)


Reporter: Gibran
Editor: Redaksi

BERITA TERKAIT