Home / Indomalut / Ternate

Begini Kondisi Terakhir di Pulau Batang Dua Pasca Gempa 7,6 SR

Pos Lapangan Penanganan Darurat Bencana Gempa Bumi Kecamatan Batang Dua Gelar Rapat Evaluasi
09 April 2026

TERNATE, OT - Pos Lapangan Penanganan Darurat Bencana Gempa Bumi Kecamatan Batang Dua, Kota Ternate, menggelar rapat evaluasi penanganan bencana gempabumi 7,6 SR yang melanda wilayah Maluku Utara dan Sulawesi Utara pada pekan lalu. Rapat evaluasi dilakukan pada Rabu, (8/4/2026) di kantor Camat Pulau Batang Dua. 

Turut hadir dalam agenda tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Kota Ternate, Kepala Dinas Sosial Kota Ternate, Dandramil 1501-07/Mayau, Kepala Puskesmas Mayau, para Lurah se-Kecamatan Pulau Batang Dua serta tim Pos Lapangan Kecamatan dari unsur TNI/Polri dan

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD, Ariesta menyampaikan, dalam rapat evaluasi, tim Pos Lapangan Penanganan Darurat Bencana Gempa Bumi Kecamatan Batang Dua mengevaluasi seluruh aspek penanganan pasca gempa termasuk kebutuhan-kebutuhan para pengungsi yang hingga saat ini masih menempati kamp-kamp pengungsian di dataran tinggi.

Laporan dari Lurah Lelewi menyebut, penyaluran bantuan tahap 2 yang dibawa Wali Kota beseeta Ketua TP-PKK kepada warga terdampak berjalan lancar dan telah terdistribusi.

Sementara kendala yang dihadapi warga Lelewi, belum tersediannya air bersih karena pipa penyalur rusak akibat gempa bumi.

"Laporan dari Lurah Mayau, ada penambahan warga sebanyak 7 Kepala Keluarga (KK) yang baru tiba dengan kapal Sabuk Nusantara beberapa waktu lalu," tulis BPBD dalam laporannya.

Lurah Mayau juga melaporkan, sebagian pengungsi sudah turun dari tempat ketinggian dan mendekat ke perkampungan meski belum menempati rumah-rumah mereka. 

Dari Kelurahan Perum Bersatu, dilaporkan, situasi aman terkendali dan tidak ada kendala dalam distribusi bantuan.

Kepala Puskesmas Batang Dua, Julianus Belian Ali dalam laporannya menyampaikan, stok obat-obatan masih mencukupi kebutuhan warga Batang Dua.

Julianus juga mengatakan, sejauh ini pelayanan kesehatan berjalan lancar di semua titik termasuk di lokasi-lokasi pemgungsian. 

Meski demikian, ada kekurangan tenaga Dokter namun Dokter pengganti akan segera tiba. 

Penyakit yang dominan dalam dua hari terakhir yang dikeluhkan warga yaitu diare dengan jumlah penderita 8 orang dewasa dan 2 anak di kelurahan Bido.

Camat Pulau Batang Dua, Roby Koloca menyampaikan kebutuhan mendesak warga berupa 15 unit profil tank dan selang untuk kebutuhan distribusi air bersih bagi warga di lokasi pengungsian.

Camat juga meminta para Lurah untuk mengedukasi warga untuk turun dan kembali beraktifitas secara normal karena frekwensi dan intensitas gempa semakin menurun.

Danramil 1501-07/ Mayau dalam rapat tersebut menyampaikan situasi dan kondisi di pulau Batang Dua secara umum aman dan terkendali.

Dandramil juga menghimbau warga untuk datang dan mengkonfirmasi langsung ke posko lapangan terkait pelayanan bencana agar tidak terjadi mis informasi.

Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD. Ariesta dalam rapat tersebut menyatakan, Posko Lapangan telah merekap data korban atau warga terdampak gempa. "Data korban/terdampak sudah dikunci hari ini sehingga tidak ada lagi penambahan atau pengurangan data warga terdampak," tegasnya.

Sementara itu, pemerintah pusat melalui Balai Cipta Karya Kementerian PU saat ini sementara melakukan assesment kebutuhan sanitasi di Mayau. Kebutuhan profil tank akan difasilitasi oleh Balai Cipta Karya Kementerian PU.

Gubernur Maluku Utara dijadwalkan mengunjung Pulau Batang Dua pada Minggu (12/4/2026) bersama Ketua Tim Tanggap Darurat Bencana Gempa Bumi Kota Ternate, Dr Rizal Marsaoly.

 (fight)


Reporter: Gibran
Editor: Redaksi

BERITA TERKAIT