Home / Opini

KEGAGALAN PROYEK LINGKUNGAN

10 Februari 2021
Suci Prisella, SH

Lingkungan adalah kombinasi antara kondisi fisik meliputi sumber daya alam seperti tanah, air, energi surya, mineral serta flora dan fauna tumbuh di atas tanah maupun di dalam lautan, dengan kelembagaan mencakup ciptaan manusia seperti keputusan bangunan seharusnya menggunakan lingkungan fisik tersebut.

Secara khusus lingkungan adalah cerminan semesta alam (kosmos) menggambarkan keindahan, seringkali kita menemukan istilah kosmetik berasal dari kata kosmos atau semesta memiliki keindahan (Arwan Nurdin, 2021). Menyoal lingkungan telah menjadi isu global kontemporer. PBB telah menyepakati dan menjadikan masalah lingkungan sebagai keutamaan keseriusan untuk kepedulian bersama, dampak lingkungan implikasi terhadap ekonomi kerentanan kemiskinan, sakit-sakitan atau kebodohan sedangkan pada politik berpengaruh terhadap kebijakan-kebijakan memihak kepada manusia dan ekologis.

Proyek (lingkungan) jangka menengah maupun jangka panjang itu termuat dalam sustinible developmen program SdGs (sustinible development goals) berorientasi pembangunan berkelanjutan mencakup problem lingkungan, sosial, politik maupun ekonomi.

Ternate dan Lingkungan

Peradaban Ternate amat panjang maju dalam sejarah dengan penataan kota dan pembangunan berkelanjutan kini, seiring dengan kehadiran modernisasi dan budaya konsumerisme tinggi, kemudian berpengaruh pada tatanan lingkungan dan ekonomi.

Pertumbuhan ekonomi pembangunan eksploitatif berdampak terhadap resiko ekologis yaitu kemelaratan,  degradasi lingkungan, banjir. Dan masalah sampah.

Sampah menumpuk tak terkendali dengan baik tentu merusak citra keindahan lingkungan, sebab kerusakan ekologis itu adalah rentetan peristiwa pertumbuhan ekonomi tak terkendali.

Menumpuknya sampah di kota Ternate beberapa tahun belakangan telah menjadi ancaman kegagalan pemerintah baik pemerintah kota maupun dewan rakyat sebagai pengontrol atau pengawal tak mampu merespon proyek dunia dicanangkan.

Sustinible development pada dasarnya merupakan menjaga ketahanan keindahan lingkungan. Tentu, menyikapi segala pertumbuhan ekonomi itu dilakukan dengan penataan kota serta keteraturan transportasi menjaga keselarasan lingkungan. Salah satu ialah penghematan energi bukan berarti korup secara praktis politik.

Penghematan energi bahan bakar itu untuk menyikapi dampak-dampak pencemaran udara. Seyogyanya perlu diciptakan kesadaran bebas asap ruang terbuka hijau, ruang bersepeda, jalur jalan kaki, parkiran roda empat atau roda dua jauh dari aktivitas masyarakat, kebijakan politik berkelanjutan peduli energi, sampah maupun kemelaratan ekonomi sehingga dapat merealisasikan proyek SdGs tersebut.

Kehadiran pemerintah kota dan dewan rakyat masih jauh dari kesadaran ekologis berarti pemerintah dan dewan rakyat kerapkali berada dalam zone kenyamanan pertumbuhan ekonomi. Salah satu ukuran kegagalan kota ialah kurangnya kepercayaan (distrust) rakyat terhadap pemerintah, entah itu soal politis atau soal kesadaran kritis.

Artinya suara rakyat adalah segala-galanya. Kepedulian terhadap lingkungan berarti keyakinan teehadap kemajuan pembangunan berkelanjutan masyarakat sejahtera, adil dan makmur.

 (penulis)


Reporter: Penulis

BERITA TERKAIT