Home / Nusantara

Oknum Sopir Truk Tangki Diduga Sering “Kencing” di Jalan

04 Januari 2021
Salah satu truk tangki yang diparkir

TERNATE, OT - Oknum sopir truk tangki di Kota Ternate, Maluku Utara (Malut), diduga sering “kencing” di tengah jalan saat mengantar Bahan Bakar Minyak (BBM) dibeberapa tempat.

Istilah “kencing” di jalan digunakan untuk tindakan mengambil minyak dari sisa pengantaran atau mencuri BBM dari tangki yang hendak didistribusikan ke SPBU maupun pangkalan minyak. Di Kota Ternate beberapa oknum sopir truk tangki diduga melaksankan perbuatan tersebut.

Berdasarkan data yang dihimpun indotimur.com menyebutkan, sedikitnya ada empat lokasi “kencing” yang diduga dilakukan para oknum sopir tangki. Hal ini juga diakui oleh warga yang sering melihat aktivitas pendistribusian BBM para oknum sopir tersebut.

Keempat lokasi itu, di Kelurahan Tanah Raja kecamatan Ternate Tengah, Kelurahan Kalumata dan Kelurahan Sasa Kecamatan Ternate Selatan, serta Kelurahan Jambula kecamatan Pulau Ternate yang tak jauh dari areal PT Pertamina Cabang Ternate.

Tempat tersebut diduga bukan pangkalan minyak resmi, namun terdapat beberapa drum minyak serta jerigen yang disiapkan. Informasi lain dari warga juga menyebutkan, bahwa minyak yang sudah ditampung di tempat itu akan dijual ke nelayan maupun speedboat.

Salah satu sumber inisial AL kepada indotimur.com mengaku, aktivitas ini sudah terjadi beberapa tahun lalu hingga saat ini.

AL mengaku, setiap sore para sopir ini sering berkumpul di lokasi dan memarkir mobil tangki berkuran 5.000 liter kurang lebih beberapa unit. Selain itu sering melihat beberapa anggota yang sering mangkal di lokasi tersebut.

"Iya, waktu sore itu mereka sering parker. Informasinya itu bengkel tapi masa bengkel tidak ada peralatan mesin atau perlengkapan semacam bengkel," terangnya.

"Kemudian jika memang benar itu bengkel, kenapa ada banyak drum minyak di dalam dan dilengkapi mesin pompa Alkon, karena sering mendengar suara mesin Alkon seperti menyedot minyak dari tangki mobil," tambahnya.

Sementara salah satu sopir tangki BBM inisial AD mengatakan, apa yang dilaporkan itu tidak benar, karena di sini hanya tempat beristirahat para sopir sambil mengisi waktu rehat dengan bermain gaple.

AD mengaku, gudang ini juga milik PT. Maluku Indah karena kosong maka para sopir tangki jadikan tempat parkir sementara.

“Kebetulan kita juga kenal baik sama pemilik gudang, jadi tempat ini kami diberi izin untuk parkiran dan juga service kerusakan ringan pada mobil tangki yang dibawa. Jadi kalau info terkait itu saya tegaskan lagi tidak benar, mereka hanya mengada-ngada saja," tegasnya.

(ier)


Reporter: Irfansyah Tawainella