Home / Berita / Nasional

Stafsus Billy Ajak Mahasiswa Papua di Sulteng Membangun Daerah Lewat Wirausaha

06 November 2020
Mahasiswa Papua di Sulteng bersama Billy dan Budy

KENDARI OT - Dirjen Otonomi Daerah yang diwakili kepala Sub Direktorat Provinsi Papua dan Papua Barat Budi Arwan bersama Staf Khusus Presiden  RI Billy Mambrasar menghadiri undangan Komunitas Mambruk Papua (KOMAPA) di Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara (Sulteng) 

Kehadiran Budi dan Billy Membrasar pada acara tersebut untuk memberi masukan mengenai model dan keberlanjutan KOMAPA sebagai sebuah organisasi yang dinilai representasi semangat pemuda Indonesia.

Komunitas Mambruk Papua merupakan organisasi yang baru dirintis di Kendari sebagai wadah bagi mahasiswa maupun alumni dan Pemuda Papua untuk mengembangkan kapasitas yang kedepannya berkontribusi bagi pembangunan Papua di berbagai bidang seperti ekonomi, kewirausahaan, sosial, dan lingkungan. 

Budi Arwan berpesan, agar mahasiswa dapat melihat potensi daerah sendiri dan mencari ilmu serta pengalaman dari lingkungan mereka berada saat ini untuk membangun sebuah daerah.

“Hal-hal yang dapat dilakukan untuk membangun daerah adalah yang pertama mengenal potensi daerah sendiri. Ketika sudah memahami itu, adik-adik belajar dan berbaur di lingkungan saat ini untuk melihat apa yang bisa dibawa dari sini guna mengembangkan kampung halaman,” jelas Budi Arwan.

Sementara Billy Mambrasar menekankan pentingnya memiliki kemampuan _entrepreneur_ apapun latar belakang pendidikan yang sedang atau telah ditempuh. 

“Karena jiwa kewirausahaan akan melatih ketahanan mental, mendukung operasional organisasi. Terlebih kemampuan kewirausahaan akan membantu melihat permasalahan sosial yang ada dan lantas mendorong kita untuk mencari solusi yang baik,” terang Billy Mambrasar. 

Diketahui Billy sendiri memiliki latar belakang pendidikan yang tidak linear. S1 lulusan Teknik Pertambangan dan Perminyakan di ITB, S2 di _Oxford University_ untuk belajar mengembangkan bisnis, dan saat ini sedang mengambil Doktor di bidang pengembangan manusia di Universitas Harvard, Amerika Serikat. 

“Tetapi dari kecil saya sudah dilatih berjualan oleh kedua orang tua, dan saat kuliah pun berjualan untuk bertahan hidup. Saat ini  saya memiliki unit usaha yang mendukung organisasi pendidikan yang saya dirikan yaitu Yayasan Kitong Bisa,” lanjutnya. 

Mahasiswa tampak antusias mengikuti pemaparan dan dengan _excited_ mengajukan pertanyaan-pertanyaan. Dalam kegiatan ini juga turut hadir Himpunan Mahasiswa Papua Sulteng. (@by)


Reporter: Ikbal Bafagih