TIDORE, OT- Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tidore Kepulauan Muhammad Abubakar menyampaikan, apresiasi kepada Komunitas Sekolah Adat Dodara yang telah menginisiasi diskusi bertema “Perubahan Lingkungan dan Masa Depan Tidore”.
Menurutnya, diskusi tersebut merupakan ruang refleksi yang sangat penting dalam meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap ancaman perubahan lingkungan dan risiko kebencanaan yang semakin nyata.
“Perubahan iklim dan degradasi lingkungan bukan lagi isu global semata, tetapi sudah kita rasakan langsung dampaknya di Tidore, seperti meningkatnya potensi banjir, tanah longsor, dan abrasi. Karena itu, peran komunitas adat dan lembaga pendidikan alternatif seperti Sekolah Adat Dodara sangat strategis dalam menanamkan nilai kearifan lokal sebagai upaya mitigasi bencana,” ujarnya.
Muhammad Abubakar juga menegaskan, BPBD Kota Tidore Kepulauan terbuka untuk berkolaborasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk komunitas adat, dalam memperkuat edukasi kebencanaan berbasis lokal. Sinergi tersebut dinilai penting untuk menjaga keseimbangan lingkungan sekaligus memastikan keberlanjutan masa depan Tidore.
“Menjaga alam berarti menjaga kehidupan. Diskusi-diskusi seperti ini harus terus diperluas agar kesadaran lingkungan tumbuh dari akar budaya kita sendiri,” pungkasnya.
Sementara, Koordinator Lingkungan Sekolah Adat Dodara Nurlia Safitri Abubakar setelah diskusi menyampaikan kegiatan diskusi ini bagian dari program Sekolah Adat Dodara untuk menanggapi krisis iklim yang terjadi di Kota Tidore Kepulauan.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan dan mengembangkan strategi yang berkelanjutan untuk menghadapi perubahan iklim. Diskusi ini juga diharapkan mampu mendorong kebijakan yang lebih pro-lingkungan di Kota Tidore.
"Harapan saya dari kegiatan diskusi bertema Perubahan Lingkungan dan Masa Depan Tidore ini, semoga diskusi ini tidak hanya berhenti sebagai ruang bertukar gagasan, tetapi juga menghasilkan langkah nyata untuk perubahan lingkungan yang lebih baik di Kota Tidore Kepulauan," ucapnya.
Dia berharap, kedepan ada peningkatan kesadaran masyarakat, khususnya dalam hal pengelolaan sampah dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, karena menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab satu pihak, tapi tanggung jawab kita bersama demi masa depan Tidore yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Untuk diketahui, Komunitas Sekolah Adat Dodara menyelenggarakan diskusi dengan tema "Perubahan Lingkungan Dan Masa Depan Tidore" kegiatan diskusi ini diadakan di Titik Temu Coffee Kelurahan Gamtufkange Kota Tidore Kepulauan, Jumat (6/2/2026). Kegiatan diskusi ini berjalan dengan lancar dan sukses.(Rayyan)








