Home / Info Pasar

Ekspor Maluku Utara Januari-November 2025 Tembus US$ 12,8 Miliar, Naik 28,89 Persen

06 Januari 2026
Ilustrasi ekspor

TERNATE, OT– Kinerja perdagangan luar negeri Provinsi Maluku Utara menunjukkan performa yang sangat impresif sepanjang tahun 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku Utara mencatatkan nilai ekspor kumulatif periode Januari hingga November 2025 mencapai US$ 12.841,01 juta, atau tumbuh signifikan sebesar 28,89 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024.

Kepala BPS Provinsi Malut Utara. Simon Sapary mengungkapkan bahwa sektor pertambangan dan industri logam tetap menjadi tulang punggung ekonomi wilayah ini. "Komoditas Besi dan Baja (HS 72) mencatatkan nilai ekspor terbesar mencapai US$ 8.098,62 juta. Menariknya, komoditas Logam Dasar Lainnya (HS 81) mengalami lonjakan drastis secara persentase, yakni tumbuh sebesar 811,91 persen," ujar Simon dalam keterangan resmi pada Senin (5/1/2026).

Dia mengaku, untuk bulan November 2025 sendiri, nilai ekspor tercatat sebesar US$ 1.156,21 juta. Meski angka bulanan ini mengalami fluktuasi dibanding tahun lalu, secara keseluruhan tren tahunan tetap berada di jalur positif.

"Tiongkok tetap kokoh sebagai negara tujuan ekspor utama bagi Maluku Utara dengan nilai kontribusi mencapai US$ 12.251,36 juta sepanjang Januari-November 2025. Selain Tiongkok, pasar Maluku Utara juga merambah kuat ke Filipina, Jepang, India, hingga Arab Saudi," ungkapnya.

Di sisi lain, nilai impor Maluku Utara pada November 2025 tercatat sebesar US$ 524,53 juta. Secara kumulatif, nilai impor tahun 2025 mengalami kenaikan sebesar 48,58 persen dibandingkan tahun lalu. Kenaikan impor ini didominasi oleh barang modal dan bahan baku industri, seperti Mesin/Peralatan Mekanik (HS 84) serta Bahan Bakar Mineral (HS 27), yang mengindikasikan aktivitas industri di Maluku Utara masih terus berekspansi. 

"Dengan sisa satu bulan di tahun 2025, capaian ini menunjukkan bahwa Maluku Utara berhasil memperkuat posisinya sebagai salah satu provinsi dengan kontribusi ekspor logam dan mineral terbesar di Indonesia," tutup Simon.

 (ier)


Reporter: Irfansyah
Editor: Redaksi

BERITA TERKAIT