TERNATE, OT - Kepala kantor Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) Ternate, membantah keterlibatan pegawainya dalam perkara narkoba seperti ditulis media ini, kemarin.
Kepada indotimur.com, Selasa (11/2/2020), di ruang kerjanya mengaku, telah melakukan pengecekan terhadap 40 pegawai yang berstatus honorer di kantor yang dipimpinnya.
Dia mengaku, di wilayah Kota Ternate, terdapat 3 (tiga) lembaga Samsat, diantaranya, Samsat Kota Ternate di bawah Badan Pengelolaan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Maluku Utara (Malut).
"Kemukiman besar pegawai honorer Samsat yang lain, karena Samsat yang ada di kota Ternate ada tiga, yakni Samsat Polda Malut, Samsat Jasa Raharja dan Samsat dibawah BPKAD Provinsi Malut," sebut Saleh
Dia memastikan, keterlibatan oknum honorer Samsat dalam perkara narkoba yang berhasil.diamankan intelmob Polda Malut, bukan pada instansi yang dipimpinnya, "Jadi dipastikan bahwa dugaan terkait dengan pegawai honorer menggunakan narkoba jenis shabu di Samsat kota Ternate, dibawa BPKAD Provinsi tidak ada," tegasnya.
Saleh memastikan, jika ada pegawai atau honorer di lingkup Samsat yang terbukti menggunakan barang-barang haram, maka akan ditindak tegas.
"Kalau kedapatan pegawai honorer Samsat kota Ternate yang menggunakan barang-barang terlarang seperti narkoba dan lainnya, maka dengan tegas pegawai tersebut langsung dipecat. Jadi bukan pegawai honorer BPKAD yang ada di Samsat Ternate, kemukiman besar di Samsat yang lain tapi itu juga belum dipastikan," pungkasnya. (awie)








