Home / Berita / Hukrim
19 November 2020

Pukul Teman Sekolah, Seorang Siswa SMP di Ternate Dilaporkan ke Polisi

Orangtua korban saat membuat laporan polisi di SPKT Polres Ternate

TERNATE, OT -  Seorang siswa di salah satu SMP di Kota Ternate berusia 16 tahun dilaporkan ke Polres setempat, karena memukul teman sekolahnya berusia 14 tahun, pada Rabu (18/11/2020) malam kemarin.Laporan tersebu dibuat oleh orangtua korban karena tidak menerima perbuatan pelaku.  

Kejadian tersebut terjadi Rabu kemarin sekitar pukul 10.40 WIT di ruangan kelas 8-7 SMP tersebut. Atas kejadian tersebut korban mengalami luka serius. 

Ibu korban, Dwi Apriliyanti Purdiman pada indotimur.com menceritakan, usai kejadian tersebut dirinya ditelepon oleh adiknya, jika anaknya dipukuli oleh teman sekolahnya hingga berdarah dan sudah dibawah ke puskesmas kota. 

“Mendengar informasi itu, saya langsung bergegas ke puskesmas kota melihat anak saya. Saat berada di puskesmas kota petugas langsung membuat surat rujukan ke RSUD Ternate karena kondisinya sangat serius,” ujar Dwi.

Dwi mengaku, dirinya smepat kaget jika kondisi anaknya sangat serius untuk ditangani, sehingga langsung menanyakan pada anaknya apa permasalahan yang sebenarnya sehingga pelaku bertindak seperti itu.

“Dari hasil penjelasan anak saya, langsung saya buat laporan di SPKT Polres Ternate,” kata Dwi kepada indotimur.com, Kamis (19/11/2020).

Menurutnya, setelah membuat laporan pihak kepolisian juga langsung melakukan visum, karena korban sudah berada di UGD RSUD Ternate, dan orangtua pelaku juga datang untuk menjenguk dan menyampaikan bahwa mereka bersedia tanggung jawab biaya pengobatan. 

“Hanya saja saya sampaikan ke mereka, biar biaya pengobatan ditanggung namun proses tetap jalan,” tegasnya.

Dwi mengaku, anaknya beda kelas dengan pelaku. “Anak saya kelas 8-3 dan dia (pelaku) kelas 9-4. Saat kejadian anak saya sedang mengumpul berkas, dan langsung dipukul,”ujarnya. 

Atas kejadian tersebut, Dwi mengatakan, sesuai penyampaian dokter bahwa kondisi korabn mengalami memar di bibir dan kondisi rahang gigi bergeser sehingga dirawat di ruangan bedah, dan dari hasil rontgen harus di scan tiga dimensi karena rahang gigi bergeser dan sulit menyatu dengan tulang yang lain jadi masih menunggu hasil scan untuk tindakan lanjutan. 

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Ternate, AKP Riki Arinanda mengaku dirinya belum menerima laporan pemukulan anak di sekolah. 

“Laporanya belum sampai di meja saya. Mungkin masih ada di meja piket.” Jelasnya.

(ran)


Reporter: Randy Basri