TERNATE, OT - Kepolisian Resor (Polres) Ternate telah memeriksa 5 saksi dalam kasus pengeroyokan terhadap salah seorang pemuda lingkungan Kelapa Pendek Mangga Dua Utara yang ditemukan di lapangan Gelora Kie Raha.
Dalam pemeriksaan tersebut, Polisi juga telah menahan 5 terduga pelaku pengeroyokan yang mengakibatkan korban berinisial MRR meninggal dunia setelah sempat koma selama kurang lebih dua hari.
Kapolres Ternate AKBP Aditya Laksimada, melalui Kasihumas Polres Ternate, Ipda Wahyudin mengatakan, perkembangan kasus pengeroyokan dan penganiayaan terhadap korban yang kemudian ditemukan di lapangan Gelora Kieraha Ternate masih terus dilakukan.
"Sejauh ini penyidik sudah memeriksa 5 orang saksi serta mengamankan 5 orang terduga pelaku. Penyidik masih terus lakukan pengembangan terkait kasus tersebut," kata Kasi Humas Polres Ternate, Ipda Wahyuddin saat dikonfirmasi Sabtu, (12/12/2021).
Dia menjelaskan, 5 terduga pelaku pengeroyokan yang diamankan polisi tersebar pada sejumlah daerah, "dua diamankan di sel Polres Ternate, dua lainnya di tahan di Polsek Bacan Timur dan satu lainnya sementara dalam perjalanan menunju Ternate, kita amankan di Kecamatan Ibu Kabupaten Halbar," terang Wahyudin.
"Iya setelah para terduga pelaku tiba di Polres Ternate akan segera diperiksa sejauh mana keterlibatan mereka," tambahnya.
BACA JUGA : Lurah Makassar Timur Bantah Terduga Pelaku Pengeroyokan, Warga Makassar Timur
Dikatakan, setelah penyidik mengamankan para terduga pelaku, pihaknya juga akan melakukan konferensi pers untuk menyampaikan penanganan kasus ini.
Polisi memastikan, kasus ini akan ditangani secara serius dan menjadi atensi polisi, "perkembangan kasus ini akan disampaikan se ara terang setelah penyidik menyelesaikan proses penyelidikan," ungkap Wahyudin.
Juru bicara Polres Ternate itu juga meminta, kepada pihak keluarga dan masyarakat untuk tidak mengambil tindakan main hakim sendiri dan jangan percaya pada isu-isu yang beredar terkait identitas dan asal pelaku.
"Percayakan kasus ini kepada pihak Kepolisian Polres Ternate," tutup Wahyuddin.
(ier)








