TERNATE, OT - Warga Kota Ternate khususnya yang berdomisili di bagian selatan resah akibat aksi premanisme yang dilakukan segerombolan pemuda pada sejumlah wilayah di Ternate selatan.
Aksi premanisme dengan modus kehabisan bensin, kemudian memalak pengendara sepeda motor yang melintas di jalan raya kerap terjadi pada malam hari di sepanjang jalan raya perbatasan Kelurahan Kalumata dan Kelurahan Ngade.
Informasi yang dihimpun indotimur.com dalam beberapa pekan terakhir, aksi premanisme yang dilakukan segerombolan remaja tanggung itu, berpura-pura kehabisan bensin. Mereka lalu mengentikan pengemdara yang melintas di jalur tersebut untuk meminta uang.
Sayangnya, aksi ini kerap disertai aksi kekerasan, jika sasarannya seorang laki-laki. Namun kebanyakan target pemalakan dilakukan terhadap perempuan.
Jumyanti salah satu pengendara sepeda motor kepada indotimur.com mengaku pernah menjadi korban prmalakan segerombolan pemuda di sekitar kawasan Ngade.
Dia menuturkan, pernah dipalak bahkan berulang kali, namun karrena dia memberi uang Jumiyanti kemudian dibiarkan meneruskan perjalananya.
Selain di perbatasan Kelurahan Kalumata dan Ngade, aksi ini juga kerap terjadi di ruas jalan perbatasan Kelurahan Fitu dan Ngade.
Dia menduga aksi ini dilakukan karena kondisi jalan memungkinkan mereka melancarkan aksinya, "di situ kan' kan gelap penerangan minim, jadi saya berharap, aparat Kepolisian maupun Satpol PP harus rutin melakukan razia atau operasi di kawasan-kawasan rawan aksi premanisme," kata Jumyanti sembari meminta polisi intens melakukan patroli di bagian selatan kota.
Menanggapi keluhan warga, Lurah Fitu Junaidi Teapon kepada indotimur.com mengaku telah mengcover informasi tersebut. Dia bahkan telah menyampaikan ke RT/RW untuk menindak lanjuti keluhan warga.
Dia bahkan telah berkomunikasi dengan pemuda yang ada di kelurahan Fitu, " kalau hal itu dilihat maka langsung lapor di Babinkamtibmas atau Babinsa kelurahan setempat," ujar Junaidi.
Dia juga.menyampaikan terima kasih kepada wartawan karena telah menyampaikan kondisi di wilayahnya, "nanti akan dikomunikasikan lagi kepada pihak RT/ RW setempat agar supaya lebih memperhatikan lingkungannya," janji Junaidi.
"Kalau dapat orang-orang seperti itu, langsung giring saja ke kantor Kelurahan untuk diintrogasi dan memberikan sanksi, baik itu diberikan pembinaan atau berupa sanksi lainnya," tambahnya.
Terpisah, Lurah Ngade Zainabun Mhd Fauji, membantah, jika aksi premanisme itu dilakukan pemuda Ngade, sebab pernah ada kejadian beberapa bulan lalu, kasus pemukulan di kelurahan Ngade, namun dalam kasus ini anak-anak dari Kelurahan lain yang melakukan.
"Tapi hal ini harus di egah dari awal, agar supaya efeknya tidak membesar, oleh karena itu, nanti kami komunikasi dengan Babinsa dan Babinkamtibmas agar bisa mencari tahu kejadian tersebut, pemuda dari mana saja yang terlibat, " ujarnya.
Lurah Kalumata Ade Bayau mengaku belum menerima informasi soal aksi pemalakan yang dilakukan sejumlah pemuda di wilayahnya.
Meski demikian, dia memastikan, dalam waktu dekat, pihaknya akan melakukan patroli pada jam-jam tertentu di kawasan-kawasan yang dianggap rawan terhadap aksi premanisme.
Dia juga memastikan, jika kemudian ditemukan, maka pihak Kelurahan akan mengambil tindakan tegas, sebab perbuatan ini sudah melanggar hukum, "tidak lagi ada negosiasi karena ini sudah masuk unsur kejahatan, maka dari pihak Kelurahan tidak segan-segan untuk memprosesnya sesuai dengan hukum yang berlaku, misalnya kekerasan, ketidaknyamanannya, penipuan dan hal lainnya," pungkas Ade. (awie)








