TERNATE, OT - Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara melalui Direktorat Narkoba (Ditnarkoba), mengaku masih mengalami kendala untuk membongkar jaringan narkoba di Lapas kelas II Ternate, padahal hasil penyelidikan narkobar tetap mengarah ke Lapas.
Wadir Resnarkoba Polda Maluku Utara, AKBP Wahyu Agung Jatmiko mengatakan, selama ini berdasarkan hasil pengungkapan narkoba oleh anggota Resnarkoba kebanyakan tersangka mengaku, membeli narkoba baik itu jenis sabu maupun ganja dengan warga binaan yang ada di dalam Lapas Ternate.
"Hal ini sesuai fakta, kami tidak karang-karang tentu jika hasil penyelidikan mengarah ke Lapas jelas akan kami lakukan koordinasi untuk melakukan pemeriksaan. Apakah benar ada nama disebutkan oleh tersangka," katanya, Selasa (11/2/2020).
Namun, Wadir mengaku, hingga sekarang pihaknya masih mengalami kendala karena tidak ada bukti-bukti yang mendukung, baik elektronik seperti handphone itu tidak pernah ditemukan di sana. Tapi hasil pendalaman memang ada komunikasi dengan tersangka yang ada di luar dan tersangka yang ada di dalam, hanya saja disaat pemeriksaan tidak mengaku.
"Tentu untuk membongkar sindikat ini kami akan koordinasi dengan pihak Lapas," kata Wadir.
Wadir mengaku, Lapas dan Rutan sangat koperatif dengan Resnarkoba Polda Malut, sebagai contoh, dua tersangka yang ditangkap oleh pihak Lapas mereka serahkan kepada Resnarkoba beserta barang buktinya. Hal ini merupakan bentuk kerjasama.(ian)








