TERNATE, OT– Suasana di Kelurahan Sasa, Kecamatan Ternate Selatan, mendadak gempar pada Kamis sore, (22/1/2026). Seorang mahasiswa Universitas Khairun (Unkhair) berinisial F.A.A., (19 tahun), ditemukan tak bernyawa di dalam kamar kosnya. Saat ditemukan, pemuda asal Kelurahan Tomalou itu dalam posisi tergantung.
Peristiwa ini terungkap bermula dari kecurigaan rekan-rekan korban. Sejak Rabu malam, F.A.A. bak hilang ditelan bumi ponselnya tak bisa dihubungi dan pintu kamarnya tertutup rapat.
"Rekan korban sempat datang mengecek pada Rabu malam sekitar pukul 23.00 WIT, tapi tidak ada respons," ujar Kepala Seksi Humas Polres Ternate, Inspektur Dua Sudirjo, Kamis malam.
Rasa penasaran rekan-rekan korban memuncak pada Kamis sore, sekitar pukul 15.00 WIT. Didampingi pemilik kos, mereka terpaksa mengintip melalui celah jendela. Di sanalah mereka menemukan tubuh mahasiswa Fakultas Pertanian semester II itu sudah terbujur kaku.
Mendapat laporan warga, personel Polsek Ternate Selatan yang dipimpin langsung oleh IPDA Fatmawati Sukur segera meluncur ke lokasi. Polisi langsung memasang garis kuning dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Menurut Sudirjo, proses penanganan telah dilakukan sesuai standar operasional prosedur (SOP). Unit Identifikasi dan tim Biddokkes Polda Maluku Utara dikerahkan untuk memeriksa kondisi jenazah sebelum dievakuasi.
"Begitu menerima laporan, personel langsung mengamankan lokasi dan berkoordinasi dengan tim identifikasi," kata Sudirjo.
Sekitar pukul 18.13 WIT, ambulans Biddokkes membawa jenazah F.A.A. menuju pelabuhan. Pihak keluarga meminta jenazah langsung dipulangkan ke kediamannya di Kota Tidore Kepulauan untuk segera dimakamkan.
Hingga saat ini, polisi masih mendalami motif di balik tindakan nekat pemuda tersebut. Polres Ternate juga meminta masyarakat untuk bersikap bijak dengan tidak menyebarkan spekulasi liar atau foto-foto kondisi korban di media sosial.
"Kami mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan informasi yang belum dipastikan kebenarannya. Serahkan sepenuhnya proses ini kepada pihak kepolisian," tutur Sudirjo mengakhiri.
(ier)









