Home / Berita / Hukrim

KSOP Ternate Sebut Mobil Yang Terjun Ke Laut, Ranahnya Polisi

12 Maret 2020
Mobil Pick-up yang berhasil dievakuasi masyarakat (foto_randy)

TERNATE, OT - Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Ternate, Taher Laitupa menyebut mobil pick-up, dengan nomor polisi DB 8367 LE  yang terjun ke laut dan menimpa sebuah speedboat di kawasan pelabuhan Bastiong Ternate merupakan tindakan kriminal yang harus ditanggani pihak Kepolisian.

Kepada indotimur.com, Taher Laitupa mengatakan, masuknya mobil.pick-up ke atas dermaga dibolehkan, sebab sebelumnya sudah ada kesepakatan bersama dengan pihak terkait, termasuk Pelindo.

"Dalam kesepakatan itu, dibolehkan mobil masuk ke pelabuhan, namun jenisnya harus pick-up, karena luasan dermaga tidak bisa untuk mobil dengan ukuran besar," kata Taher. 

Menurutnya, ketentuan ini sudah sesuai dengan kesepakatan bersama, namun terkait mobil yang jatuh ke laut, Taher menyatakan, itu menjadi kewenangan aparat Kepolisian untuk menyelidiki.

Terkait dugaan over kapasitas, Taher mengaku belum mengcover hal itu, apalagi itu bukan kewenangannya, "soal over kapasitas, belum saya dapat infonya saya akan komunikasikan dengan pihak Pelindo karena itu topoksinye meraka, jangan sampai saya salah dalam berkomentar soal over kapasitas tersebut," ujar Taher.

Dia menduga, dalam insiden itu, sopir pick-up.dipengaruhi minuman keras sehingga tidak dapat mengendalikan kendaraan, "tidak mungkin tidak mabuk lalu mobil bisa jatuh ke laut, kalau orang dalam keadaan normal tidak akan seperti itu," katanya. (ian)


Reporter: Ryan

BERITA TERKAIT