TERNATE, OT - Ketua Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Universitas Khairun bersama Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Fakultas Hukum Universitas Khairun Ternate, Kamis (17/10/2019) mendatangi kantor indotimur.com, untuk menyampaikan klarifikasi terhadap pemberitaan indotimur.com, edisi Rabu (16/10/2019) dengan judul "Dikeroyok Alumni Mapala, Ketua HMI Komisariat Fakultas Hukum Lapor Polisi"
Kepada indotimur.com, Ketua Umum Karfapala Universitas Khairun Ternate, Fahrudin Johan membenarkan peristiwa pengeroyokan terhadap ketua HMI komisariat Fakultas Hukum dan beberapa mahasiswa, namun yang perlu diluruskan, oknum pelaku pengeroyokan bukan alumni Mapala Unkhair Ternate melainkan senior dari Mapala Fakultas Hukum.
"Saya sampaikan, kejadian ini tidak ada sama sekali keterlibatan Mapala Universitas Khairun Ternate melainkan Mapala yang ada di Fakultas Hukum," kata Fahrudin di kantor indotimur.com Kamis (17/10/2019).
Dia menyebut, di Unkhair ada Mapala yang dibentuk pihak Universitas dan Mapala yang dibentuk Fakultas, "sehingga perlu diluruskan, memang betul ada konflik antara Mapala Fakultas Hukum dan HMI Komisariat Fakultas Hukum, sehingga dalam peristiwa ini, tidak ada satupun keterlibatan anggota atau Alumni Mapala dari Universitas Khairun Ternate, tetapi kejadian itu murni senior Mapala Fakultas Hukum dengan Komisariat HMI Fakultas Hukum," tegasnya.
Fahrudin mengaku, tidak mengetahui pasti persitiwa pengeroyokan, namun saat dilaporkan beberapa anggota Mapala soal berita yang dilansir indotimur.com, dia mengaku kaget, "saya kaget karena sudah ada berita yang dimuat mengatasnamakan alumni Mapala Unkhair Ternate dalam pengeroyokan tersebut. Saya tekankan bahwa tidak ada satupun alumni atau anggota Mapala Universitas Khairun Ternate yang terlibat dalam masalah ini, namun masalah ini hanya konflik antara Mapala Fakultas Hukum dan HMI Komisariat Fakultas Hukum," tegasnya lagi.
Sementara itu, Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Fakultas Hukum Universitas Khairun Ternate dan juga korban pengeroyokan, Laerson membenarkan pernyataan Fahrudin.
Kata dia, dalam peristiwa itu, ada beberapa oknum yang melakukan pengeroyokan, tetapi itu bukan alumni atau anggota dari Mapala Universitas Khairun Ternate tetapi senior dari Mapala Fakultas Hukum.
"Untuk kejadian itu betul ada beberapa oknum yang memukul saya sehingga saya dan beberapa rekan mahasiswa lainya langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Ternate Selatan untuk diproses," kata Laerson.
Dia juga menyebut, masalah antara HMI komisariat Fakultas Hukum dan Mapala Fakultas Hukum sudah damai dan dianggap clear, "tetapi ada beberapa oknum yang melakukan pengeroyokan kemarin akan tetap diproses," tutupnya. (ian)








