Home / Berita / Hukrim

Kasat Reskrim Polres Ternate: Isu Soal Penembakan Mahasiswa Saat Unras di Kantor DPRD Tidak Benar

31 Oktober 2019
Kasat Reskrim Polres Ternate, AKP Riki Arinanda

TERNATE, OT - Setelah menjalani perawatan selama kurang lebih 1 bulan di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Andi Mappodang Kota Makassar, mahasiswa berinisial SA (26) yang diduga menjadi korban penembakan saat berunjuk rasa di kantor DPRD Kota Ternate, mengaku tidak mengetahui benda yang mengenai wajahnya.

Hal ini disampaikan Kasat Reskrim Polres Ternate, AKP Riki Arinanda setelah menjenguk korban di RS Bhayangkara Andi Mappodang Kota Makasar beberapa waktu lalu.

Menurut Kasat, kondisi korban sudah semakin membaik dan operasinya juga telah berjalan dengan lancar, tinggal pemulihan yang ditentukan oleh dokter.

"Kami hanya bertugas melakukan penyelidikan dan invstigasi sebagaimana perintah Kapolda Malut, Dir Propam  dan Kapolres," kata Riki.

Dia mengaku telah meminta keterangan korban, sehingga sejauh ini, isu yang berkembang soal penembakan itu tidak benar sama sekali, jika sesuai singkronisasi kejadian dengan keterangan korban tidak ada keterkaitan.

“Korban tidak tau barang apa yang mengenai wajahnya. Korban mengaku dia tidak tau dan itu sudah sesuai berita acara dari kami,” kata Kasat kepada indotimur.com Kamis (31/10/2019).

Berdasarkan keterangan korban, lanjut Riki, saat peristiwa, korban lari ke arah selatan, saat menoleh ke belakang, tiba-tiba wajahnya sudah mengenai salah satu benda.

"Pernyataan ini disampaikan langsung oleh korban yang sudah dibuat berita acaranya," sambung Kasat.

Meski demikian, pihaknya tetap melakukan investigasi untuk menuntaskan perkara ini, walaupun pernyataan yang disampaikan oleh korban seperti itu, tetapi dirinya bertugas hanya melakukan investigasi.

"Jadi apa yang disangkakan itu tidak terbukti sama sekali dari awal kejadian dengan berbagai macam alat bukti yang ada,” tutup Kasat. (ian)


Reporter: Ryan

BERITA TERKAIT