TERNATE, OT – Akibat postingan di media sosial facebook (FB), Kepala SMA Negeri 8 Kota Ternate Mustamin Lila, diduga aniaya seorang pegawai kontrak di Sekretariat DPRD Provinsi Maluku Utara (Malut) Sukirman Ahmad, Minggu (2/2/2020) kemarin.
Kejadian itu terjadi di rumahnya yang terletak di perumahan Blok A lingkungan Gamayou Kelurahan Makassar Barat, Kecamatan Terenate Tengah.
Informasi yang dihimpun indotimur.com menyebutkan, aksi premanisme yang dilakukan oknum Kepsek bermula saat akun facebook atas nama Mas Mus yang diduga milik Kepsek SMA Negeri 8 Kota Ternate mengupload lima foto denga caption "Menjelang Maghrib Foto Bersama Jamah di Depan mesjid Nurrudin di Desa Pacau Kecamatan Loloda Utara yang sementara masih tahapan penyelesaiaan pembangunanya, direncanakan pada bulan Maret 2020 akan diresmikan oleh bapak Gubernur Malut agar dapat difungsikan oleh masyarakat pada bulan ramadhan ini amin yarab panitia peresmian siap insya Allah".
Atas postingan itu, banyak komentar yang masuk, termasuk akun atas nama Iriyani Hasan yang menanyakan kedudukan Mas Mus dalam panitia pembangunan masjid tersebut. Pertanyaan Iriyani lantas dijawab Mas Mus sebagai ketua panitia pembangunan.
Melihat komentar itu, korban Sukirman Ahmad kemudian menimpali komentar Mas Mus dengan menulis, "Saya kira pembangunan masjid itu ketua panitia bapak Buang Ahmad padahal sudah ganti ya, kapan gantinya".
Mendapat komentar itu, Mas Mus kemudian menulis banyak komentar, namun tidak ditanggapi korban Sukirman.
Selanjutnya, korban kemudian menulis status di dinding facebooknya, "Barang so (sudah) jadi baru kalian batunjung (tampil) muka dari dulu kalian dimana". Status tersebutt tanpa menyebut nama dan tidak menandai seorangpun.
Namun, status itu kemudian mendapat reaksi dari akun Mas Mus dengan menulis, “ngana (kamu) mau kase tunju ngna pe jago (mau tunjukan kehebatanmu), Lebae ((lebih baik) hapus postingan itu”.
Beberappa mmenit kemudian, korban langsung menghapus postingannya, karena korban tidak mau ada masalah, tidak lama kemudian korban mendapat banyak telepon dari nomor yang tidak dikenal. Karena tidak digubris, akus Mas Mus kemudian mengirim pesan via messenger untuk menanyakan keberadaan korban bahkan meminta korban untuk datang ke rumahnya. Namun korban tetap tidak menanggapi pesan itu.
Korban Sukirman kepada indotimur.com di ruang Sentral Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Ternate mengakui kejadian tersebut terjadi pada Minggu (2/2/2020) kemarin, sekitar pukul 11.20 WIT.
Saat itu, kata Sukirman, ada seseorang yang diduga sebagai orang suruhan Kepsek mendatangi rumahnya di bilangan Gamayou. Dirinya lalu mempersilahkan orang itu masuk ke dalam rumah, namun dia tidak masuk dengan alasan sebaiknya di teras saja.
Lanjutnya, dirinya mau keluar mennemui tamu tersebut tapi belum sampai di ruang tamu Kepsek sudah masuk dan melayangkan pukulan ke wajahnya, tapi korban menghindar sehingga tidak mengenai wajahnya.
"Kepsek pukul saya sebanyak 3 (tiga) kali," kata Sukurman kepada indotimur.com Senin (3/2/2020) di kantor Polisi.
Atas kejadian tersebut, pihak keluarga tidak mmenerima baik sehingga korban langsung melaporkan kejadian itu ke Polres Ternate untuk dilakukan penyelesaian di Senteral Pelayanan Kepolisian Terpadu Polres Ternate (SKPT).
Sementara Kepsek SMA Negeri 8 Kota Ternate saat dikonfirmasi indotimur.com menyampaikan, masalah pemukulan telah diselesaikan secara kekeluargaan di Polres Ternate.
"Jadi sudah dianggap damai. Untuk itu masalah ini saya anggap sudah selesai, maka dari persoalan ini tidak perlu dibesar-besarkan karena sudah dilakukan penyelesaian," kata Kepsek.
Dia mengaku, secara pribadi sudah dilakukan penyelesaian dan persoalan ini hanyak kesalapahaman. “Kalau korban mau masalah ini dibuka maka akan diperpanjang, kalau saya pribadi anggap masalah ini sudah selesai. Kalau korban bicara ke media jelas korban menganggap masalah ini belum selesai, padahal sudah ada kesepakatan bersama dan sudah dilakukan penyelesaian di SPKT Polres Ternate pagi tadi,” katanya.
"Kalau diperpanjang masalahnya, maka saya pribadi sebagai Kepsek no coment untuk masalah ini," pungkasnya.(ian)








