TERNATE, OT - M. Fadli Daud, (22) pemuda asal.Tidore Kepulauan (Tikep) Senin (23/9/2019), mendatangi kantor Polsek Ternate Selatan untuk melaporkan tiga rekannya yang melakukan tindakan penganiayaan.
Informasi yang dihimpun indotimur.com, menyebutkan, pengeroyokan terhadap korban M Fadli terjadi pada Minggu (22/9/2019) malam sekitar pukul 21:00 WIT, di depan kos-kosan Eka Putri RT.04/RW.02 Kelurahan Sasa.
Korban, melaporkan ketiga rekannya ini karena merasa dirugikan akibat pengeroyokan sehingga, korban mengalami luka memar di sekujur tubuhnya.
Berdasarkan pengakuan korban, tiga pelaku yang dilaporkan antara lain, Fino, Adi dan Budo, yang juga tercatat sebagai warga Kelurahan Sasa.
Dalam laporannya, korban menyampaikan, awalnya pelaku (Fino-red) mendatangi kediaman korban dengan kondisi.sudah dipengaruhi miras.
Sesampainya di kediaman korban, Fino lantas mengetuk pintu kamar korban. Saat membuka pintu, keduanya terlibat adu mulut menyangkut peminjaman helm. Pelaku tidak.merasa puas atas perkataan korban yang membeberkan keburukan pelaku hanya karena pelaku meminjam helm korban.
Tak lama kemudian pelaku meninggalkan korban seraya mengancam akan membuat perhitungan dengan korban.
Korban yang merasa tidak.memiliki masalah kemudian keluar rumah, namun di depan kos-kosan telah menunggu pelaku Fino bersama dua rekan lainnya, Adi dan Budo yang juga telah dipengaruhi miras.
Melihat korban Fadli berada di luar rumah, sontak pelaku Fino berteriak, pukul dia, sehingga memicu dua pelaku lainnya langsung melakukan pemukulan di bagian kiri kepala secara beruang kali.
Korban sempat jatuh sehingga ketiganya menginjak dan menendang bagian paha dan pinggang korban. Beruntung, kejadian itu tidak berlangsung lama, karena direlai warga yang sempat melintasi kawasan tersebut.
Warga juga sempat membawa korban ke rumah sakit untuk.diperiksa. Hasil pemeriksaan menunjukan, terdapat luka di bagian kepala dan memar pada sejumlah bagian tubuh lainnya.
Merasa diperlakuan tidak manusiawi, korban langsung mendatangi Polsek Ternate Selatan untuk melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib.
Korban meminta polisi segera menindak lanjuti persoalan ini, sebab menurut pengakuan korban, ketoganya kerap melakukan aksi tidak terpuji terhadap sejumlah warga.
Sementara itu, Ka SPKT Shif A, Syahrudin Sangadji yang menerima laporan, menyampaikan akan segera menindak lanjuti laporan yang disampaikan korban.(ier)








