TERNATE, OT– Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Fakultas Hukum Universitas Khairun Ternate berinisia L diduga dikeroyok oleh beberapa alumni Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala).
Informasi yang dihimpun indotimur.com, menyebutkan, pengeroyokan terjadi pada Selasa (15/10/3019) kemarin di depan Sekretariat Mapala Unkhair, disaat korban melintas di depan Sekret tersebut sekira pukul 17.20 waktu setempat.
Kepada indotimur.com, korban menuturkan, pengeroyokan yang dilakukan sejumlah oknum Mapala, bermula saat Sabtu akhir pekan lalu, L bersama sejumlah rekan mahasiswa melakukan kajian diskusi.
Usai kajian, korban bersama rekan-rekannya kemudian bersantai sambil main gitar di sekretariat BEB Fakultas Hukum. Dari situ kemungkin terjadi ketersinggungan antara senior dengan alumni.
"Saat terjadi salah paham, beberapa alumni Mapala kemudian mendatangi mereka seraya menyebut kami tidak menghargai senior dan jangan terlalu berisik, karena sudah larut malam. Disitu sempat terjadi cekcok sehingga saya sempat memegang kerak baju alumni Mapala, tetapi saya langsung lepas," terang korban saat disambangi indotimur.com, usai membuat laporan di Polsek Ternate Selatan.
Dia menyebut, saat ribut-ribut, ada beberapa alumni Mapala menelepon rekan-rekannya yang lain, "Dari malam itu juga, banyak alumni senior dari Fakultas Hukum dan alumni senior dari Mapala datang menyelesaikan masalah tersebut dan sudah dianggap clear pada malam itu juga, sudah saling meminta maaf dan dianggap sudah selesai," ucapnya.
Namun pada Selasa (15/10/2019) kemarin, saat melewati depan sekret Mapala bersama temannya, sekitar pukul 17.20 WIT, ada 3 orang keluar dari sekret Mapala dan langsung menghadang di tangga.
"Yang 1 orang di depan saya, 2 orang di belakang saya, mereka sempat menanyakan terkait masalah pada malam Sabtu itu, namun langsung mereka memukul saya dan mereka keroyok," ungkapnya.
Merasa tidak puas atas tindakan tersebut, L bersama sejumlah rekannya langsung melaporkan aksi pengeroyokan itu ke Polsek Ternate Selatan untuk diproses melalui jalur hukum.
Sementara Kapolsek Ternate Selatan, AKP Catur Erwin Setiawan membenarkan adanya laporan pengeroyokan, dan korbanya sudah ada sekitar 5 orang yang datang untuk melapor di Polsek guna ditindak lanjuti.
"Berdasarkan laporan, ada 4 palaku yang melakukan aksi pengeroyokan," ungkap Kapolsek kepada indotimur.com di ruangan kerjanya, Rabu (16/10/2019).(ian)








